JDEPOKPOS – Jakarta Smart City (JSC) kembali dipercaya untuk mewakili Jakarta di panggung internasional. Kali ini, JSC hadir dalam Global Digital Trade Expo (GDTE) 2025 yang berlangsung pada 25–27 September di Hangzhou Grand Convention and Exhibition Area, Tiongkok.
Kehadiran ini istimewa karena JSC diundang oleh Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX). JSC merupakan mitra strategis DTI-CX dalam pengembangan transformasi digital di Indonesia. Agustus lalu, JSC ikut berpartisipasi sebagai panelis dalam acara yang diselenggarakan DTI-CX, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyongsong era digital.
Dalam kesempatan tersebut, Koharudin sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City hadir menjadi pembicara. Ini menjadi salah satu sesi khusus dalam rangkaian GDTE 2025. Beliau memaparkan tentang kesiapan Jakarta dalam menghadapi tantangan urbanisasi sekaligus komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mengembangkan inovasi digital yang berorientasi pada pelayanan publik terpadu.
Jakarta dan Tantangan Kota Besar
Koharudin menyoroti tantangan global yang dihadapi kota-kota besar, termasuk Jakarta: pertumbuhan penduduk, mobilitas yang kompleks, dan kebutuhan layanan publik yang semakin tinggi. Solusinya tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, melainkan juga pada pemanfaatan teknologi, data, dan inovasi yang menyatu dalam tata kelola kota.
JSC hadir dengan misi yang jelas: menghadirkan layanan pemerintahan di kota cerdas (smart city) yang lebih efisien, transparan, dan mudah diakses oleh warga. Dengan begitu, inovasi digital tidak hanya menjadi alat kerja pemerintah, tetapi juga jembatan yang menghubungkan warga dengan tata kelola kota secara langsung.
“Kami memandang teknologi bukan hanya sebagai infrastruktur, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan komunitas, memberdayakan pengambil keputusan, dan membangun kota yang lebih inklusif serta berkelanjutan,” jelas Koharudin.
Langkah konkret pun sudah terlihat. Aplikasi super JAKI (Jakarta Kini) kini menjadi platform andalan warga dalam mengakses layanan kota. Salah satu pilar kota cerdas adalah mobilitas perkotaan, termasuk pengelolaan parkir sebagai bagian dari ekosistem transportasi yang lebih luas. Jakarta kini mengintegrasikan data transportasi, pemantauan lingkungan, hingga umpan balik masyarakat dalam satu platform digital terpadu. Dengan cara ini, warga dan pemerintah dapat merespons kebutuhan kota secara lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan.