Vokalis grup metal Black Sabbath tersebut meninggal setelah berjuang melawan penyakit Parkinson sekitar lima tahun terakhir
DEPOKPOS – Legenda musik rock beraliran heavy metal heavy metal, Ozzy Osbourne, meninggal dunia Inggris pada usia 76 tahun, Selasa (22/7/2025). Kepergiannya datang hanya beberapa pekan setelah pertunjukan terkahirnya dengan Black Sabbath.
Vokalis grup metal Black Sabbath tersebut meninggal setelah berjuang melawan penyakit Parkinson sekitar lima tahun terakhir.
“Dengan kesedihan yang tak terlukiskan, kami harus mengabarkan bahwa Ozzy Osbourne tercinta telah meninggal dunia pagi ini,” bunyi pernyataan resmi keluarga seperti diberitakan Dilansir laman AP pada Rabu (23/7/2025).
“Beliau bersama keluarganya dan dikelilingi cinta. Kami meminta semua orang untuk menghormati privasi keluarga kami saat ini.”

Osbourne yang dikenal dengan persona panggungnya yang gelap memiliki suara menggelegar dari heavy metal.
Pada 2020, Osbourne mengungkapkan ia menderita penyakit Parkinson setelah mengalami jatuh.
Pada Februari 2023, ia mengeluarkan pernyataan yang menyatakan pensiun dari tur, dengan alasan cedera tulang belakang yang ia alami dalam sebuah kecelakaan pada 2018.
Lahir dengan nama James Michael Osbourne di Birmingham pada 3 Desember 1948, ia merupakan salah satu dari enam bersaudara dalam keluarga kelas pekerja. Osbourne pernah tampil dalam operet sekolah menengah dan kemudian menjadi penggemar berat The Beatles.
Setelah putus sekolah saat berusia 15 tahun, ia melakukan pekerjaan serabutan, termasuk menjadi buruh kasar dan sempat terlibat dalam kejahatan ringan, yang membuatnya dijatuhi hukuman penjara enam minggu karena perampokan.
Karir Musik Ozzy Osbourne

Ozzy Osbourne berperan penting dalam merintis heavy metal seiring dengan Black Sabbath menikmati kesuksesan komersial yang luar biasa di era 1970-an.
Dari 1969 hingga 1979, Osbourne menjadi vokalis headbang untuk Black Sabbath yang berbasis di Birmingham, Inggris, mengukuhkan bass-heavy, dan lirik demonologi yang kemudian diikuti puluhan band metal berikutnya.
Ozzy Osbourne, baik saat mengenakan pakaian serbahitam atau tampil tanpa baju, sering kali menjadi sasaran kritik dari kelompok orang tua karena citra panggungnya yang kontroversial.
Salah satu insiden yang paling terkenal adalah ketika ia menggigit kepala kelelawar di atas panggung, menyebabkan kegemparan luas.
Namun, pada kemudian hari, sisi lain dari dirinya terungkap melalui acara TV realitas “The Osbournes”, di mana ia tampil sebagai ayah yang kikuk namun manis, menunjukkan sisi kemanusiaan di balik persona “Pangeran Kegelapan”.
Black Sabbath: Big Bang Heavy Metal
:max_bytes(150000):strip_icc():focal(999x0:1001x2)/Ozzy-Osbourne-Life-Pics-091523-4-1f64d3b1c1ca4d25b90a168acb330081.jpg)
Debut album perdana Black Sabbath yang bertajuk sama pada 1969 sering disamakan dengan “Dentuman Besar” (Big Bang) heavy metal.
Album ini muncul di tengah puncak Perang Vietnam, mendobrak suasana “pesta hippie” dengan nuansa ancaman dan firasat buruk yang kental.
Sampul albumnya menampilkan sosok menyeramkan di lanskap yang tandus, dan musiknya—keras, padat, dan marah—menandai pergeseran signifikan dalam genre rock ‘n’ roll. Album ini menjadi fondasi bagi genre musik yang akan mendominasi panggung-panggung dunia.
Album kedua band, Paranoid, melahirkan lagu-lagu metal klasik seperti War Pigs, Iron Man, dan Fairies Wear Boots. Meskipun lagu “Paranoid” sendiri hanya mencapai peringkat 61 di Billboard Hot 100, ia menjadi lagu khas band dalam banyak hal.

Kedua album ini dipilih oleh pembaca majalah Rolling Stone sebagai dua dari 10 album heavy metal terhebat sepanjang masa, membuktikan pengaruh abadi Black Sabbath.
Dave Navarro dari band Jane’s Addiction, dalam sebuah penghargaan pada 2010 di Rolling Stone, menulis, “Black Sabbath adalah Beatles-nya heavy metal.
Siapa pun yang serius tentang metal akan mengatakan semuanya bermuara pada Sabbath. Ada garis langsung yang bisa ditarik dari metal hari ini, melalui band-band tahun delapan puluhan seperti Iron Maiden, kembali ke Sabbath”.
Karir Solo dan Pengakuan Dunia
Meskipun kesuksesannya monumental, Ozzy Osbourne dipecat dari Black Sabbath pada 1979 karena ekses pribadinya yang legendaris, seperti sering terlambat untuk latihan dan melewatkan pertunjukan. Terry “Geezer” Butler, bassis Black Sabbath, dalam memoarnya Into the Void, menulis, “Kami tahu kami tidak punya pilihan selain memecatnya karena dia sudah sangat tidak terkendali. Tapi kami semua sangat sedih dengan situasi itu”.
Namun, Osbourne bangkit kembali setahun kemudian sebagai artis solo dengan album Blizzard of Ozz (1980) dan Diary of a Madman (1981).

Kedua album ini menjadi klasik hard rock, meraih multiplatinum, dan melahirkan lagu-lagu favorit abadi seperti “Crazy Train”, “Goodbye to Romance”, “Flying High Again”, dan “You Can’t Kill Rock and Roll.”
Keberhasilan solonya membuktikan bahwa karisma dan bakat musik Osbourne tidak terbatas pada satu band.
Osbourne dua kali dinobatkan ke Rock & Roll Hall of Fame — sekali bersama Black Sabbath pada 2006 dan sekali lagi pada 2024 sebagai artis solo, sebuah pencapaian yang langka dan menegaskan status legendarisnya.
