Scroll untuk baca artikel
Health

Penyakit Thalassemia Bisa Bikin Batal Menikah? Ini Penjelasannya

×

Penyakit Thalassemia Bisa Bikin Batal Menikah? Ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Penyakit Thalassemia Bisa Bikin Batal Menikah? Ini Penjelasannya

DEPOKPOS – Perhatian publik terhadap penyakit thalassemia sempat meningkat setelah beredar kabar di media sosial bahwa sepasang kekasih di Malaysia membatalkan rencana pernikahan mereka.

Hal tersebut disebabkan oleh fakta bahwa keduanya merupakan pembawa gen thalassemia. Namun, apa sebabnya pernikahan sampai harus dibatalkan

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Sukoharjo melalui situsnya idikotasukoharjo.org yang beralamat di https://idikotasukoharjo.org memberikan banyak informasi seputar kesehatan seperti seputarpenyakit Thalassemia dibawah ini.

Thalassemia adalah kelainan genetik yang mempengaruhi kemampuan produksi hemoglobin yang normal dalam tubuh, yaitu protein yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Penderita thalassemia mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah akibat produksi hemoglobin yang tidak normal.

Sehingga, saat dua orang yang merupakan pembawa gen thalassemia (thalassemia minor) menikah, risiko memiliki anak yang menderita thalassemia mayor jauh lebih tinggi.

Berdasarkan data dari Yayasan Thalassemia Indonesia, sejak tahun 2012 hingga 2021 telah terjadi peningkatan kasus thalassemia di Indonesia sebesar 124,3% atau 10.973 kasus. Melansir Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jika mengacu pada jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 200 juta orang dengan rerata tingkat kelahiran 20 per seribu, maka dapat diasumsikan bahwa sekitar 5% dari populasi tersebut merupakan pembawa sifat thalassemia. Dengan begitu, dapat diperkirakan bahwa terdapat sekitar 2.500 bayi yang dilahirkan dengan thalassemia mayor setiap tahunnya.

Jenis Thalassemia Berdasarkan Tingkat Keparahannya

Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), thalassemia dapat dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu mino, intermedia, dan mayor. Berikut adalah penjelasannya:

Thalassemia Minor

Thalassemia minor terjadi pada seseorang yang sehat, tetapi ia dapat mewariskan gen thalassemia kepada anak-anaknya. Penderita thalassemia minor tidak memerlukan transfusi darah sepanjang hidupnya.

Thalassemia Intermedia

Thalassemia intermedia berada di antara thalassemia mayor dan minor. Penderita thalassemia ini mungkin memerlukan transfusi darah secara berkala dan dapat bertahan hidup sampai dewasa.

Thalassemia Mayor

Thalassemia mayor juga dikenal sebagai Cooley Anemia, terjadi ketika kedua orang tua memiliki sifat pembawa thalassemia. Anak-anak dengan thalassemia mayor tampak normal saat lahir, tetapi akan mengalami kekurangan darah pada usia 3-18 bulan.

Penderita thalassemia mayor memerlukan transfusi darah secara berkala seumur hidup dan dapat meningkatkan usia harapan hidup hingga 10-20 tahun. Namun, jika tidak dirawat dengan baik, hanya bertahan hidup sampai 5-6 tahun.