Dunia

AS Kembali Nyatakan Dukungan Terhadap Israel

×

AS Kembali Nyatakan Dukungan Terhadap Israel

Sebarkan artikel ini

DEPOKPOS – Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Iran telah memulai serangan udara terhadap Israel.

“Serangan ini kemungkinan akan terjadi selama beberapa jam,” kata Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS Adrienne Watson, sebagaimana rilis pers di situs Web Gedung Putih, Sabtu.

Menyusul serangan tersebut, tim keamanan nasional AS secara rutin memberikan informasi terkini kepada Presiden AS Joe Biden tentang situasi yang tengah berkembang, kata Watson.

Biden juga akan bertemu dengan mereka di Gedung Putih pada sore di hari yang sama.

Sementara itu, tim tersebut juga melakukan komunikasi secara konstan dengan pejabat Israel serta mitra dan sekutu lainnya.

Watson juga menambahkan bahwa Presiden Biden telah menegaskan dukungan teguhnya terhadap Israel.

“Presiden Biden telah menjelaskan dengan jelas: dukungan kami terhadap keamanan Israel sangat kuat. AS akan mendukung rakyat Israel dan mendukung pertahanan mereka dari ancaman yang berasal dari Iran,” katanya.

Sementara itu, Kantor Berita Iran IRNA melaporkan bahwa Juru Bicara Pasukan Militer Israel Daniel Hagari pada Minggu mengatakan bahwa Iran telah meluncurkan puluhan drone dari wilayahnya ke arah Israel.

Iran menyebut serangan tersebut sebagai balasan atas serangan terbaru yang mematikan terhadap tempat diplomatik Iran di Damaskus, sesuai Pasal 51 Piagam PBB

Mengutip Pasal 51 Piagam PBB, yang memperbolehkan pertahanan yang sah, Iran membela tindakannya sebagaimana diperlukan dalam menghadapi ancaman, kata perwakilan Iran di New York dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh IRNA.

Selain itu, pernyataan itu menekankan bahwa konflik yang terjadi saat ini semata-mata antara Iran dengan rezim penjajah Israel, sehingga Amerika Serikat diminta menahan diri untuk terlibat.

“Jika rezim Israel melakukan kesalahan lagi, balasan Iran akan jauh lebih parah. Ini adalah konflik antara Iran dan rezim Israel yang jahat dan Amerika Serikat harus menjauhinya,” kata pernyataan itu.