Tim Pengabdi UI Dukung Birokrasi Bersih di Tasikmalaya

DEPOKPOS – Mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani merupakan suatu keharusan mendesak dalam mempercepat pembangunan daerah. Birokrasi yang bersih bukan hanya menciptakan lingkungan kerja yang etis dan transparan, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Dalam konteks pemerintahan daerah, urgensi ini semakin terasa karena birokrasi yang bersih tidak hanya meningkatkan efisiensi pelayanan publik, tetapi juga memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran.

Menanggapi hal tersebut, Klaster Riset Policy, Governance, and Administrative Reform (PGAR) dan Klaster Riset Democracy and Local Governance (DeLOGO) Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. PGAR dan DeLOGO mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) di Ruang Pertemuan Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya yang dihadiri 50 orang Aparatur Kelurahan di Wilayah Kecamatan Kawalu.

Prof. Dr. Teguh Kurniawan, M.Sc., Ketua Departemen Ilmu Administrasi Negara FIA UI mengatakan, “Peran administrasi publik yang bersifat proaktif, memiliki rasa penasaran yang tinggi, dan beretika sangat dibutuhkan untuk mewujudkan good governance. Seorang administrator dikatakan memiliki etika jika dapat menjalankan tugas yang positif dan tidak membahayakan masyarakat, yakni dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dibandingkan kepentingan lainnya.” Menurutnya, pemerintah sebagai pemimpin rakyat harus mencontohkan pengimplementasian etika dan integritas yang baik.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN UGM Gelar Aksi Bersih Sampah di Pantai Congot

Lebih lanjut, Dr. Muh Azis Muslim, M.Si. selaku Dosen FIA UI menyebut bahwa kolaborasi sangat diperlukan dalam proses penyelenggaraan pemerintah untuk mengatasi berbagai permasalahan terkait program-program reformasi birokrasi. Langkah-langkah yang perlu diambil pemerintah daerah di antaranya memetakan masalah dan merumuskan kinerja; menyempurnakan perumusan outcome di seluruh unit di Kelurahan; mengintegrasikan aplikasi perencanaan, penganggaran dan manajemen kinerja, hingga melakukan monitoring dan evaluasi kinerja secara berkala.

Guna menciptakan pemerintahan yang bersih dan melayani, para peserta dibekali pengetahuan tentang cara mengidentifikasi masalah melalui empat tahapan. “Terdapat empat konsep yang saling melengkapi dalam membantu proses pengambilan keputusan dan perencanaan strategis, yaitu analisis pemangku kepentingan; analisis masalah; analisis objektif untuk memberikan pemahaman mendalam tentang kinerja dan efektivitas; serta pemilihan alternatif yang memungkinkan pengambil keputusan memilih langkah yang paling sesuai untuk menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan,” ujar Marcel Angwyn, MPA, anggota tim pengabdi UI yang bertindak sebagai pemateri.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN UGM Mengajarkan Tarian Tradisional Nusantara ke Anak-anak Konawe Selatan

Setelah peserta berhasil mengidentifikasi masalah, tahapan selanjutnya adalah membuat rencana aksi dan lini masa rencana aksi yang selanjutnya menjadi rekomendasi bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Para fasilitator ahli memberikan pendampingan kepada para peserta terkait praktik membuat rencana aksi dengan pendekatan kerangka logis. Pendampingan ini dilakukan dalam bentuk Focus Group Discussion yang terdiri atas tiga kelompok. Masing-masing kelompok didampingi oleh Cempaka Mulia, MPA selaku dosen FIA UI; Tyas Wida Handoko, M.Sc dan Lintang Shafa selaku mahasiswa FIA UI.

Wali Kota Tasikmalaya, Dr. Cheka Virgowansyah, S.STP., M.E mengungkapkan bahwa kegiatan pengmas ini berdampak baik bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam upaya menciptakan good governance. “Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh PGAR dan DeLOGO FIA UI ini, kami semakin memperoleh pengetahuan dan pemahaman mengelola pemerintahan yang baik untuk menciptakan birokrasi yang bersih dan melayani,” kata Dr. Cheka.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN UGM Mengajarkan Tarian Tradisional Nusantara ke Anak-anak Konawe Selatan

Manfaat kegiatan pengmas ini juga turut dirasakan Camat Kawalu, Iing Sugriman, S.STP M.Si. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat berguna bagi Kecamatan Kawalu supaya dapat menerapkan cara tata kelola yang baik untuk mewujudkan kampanye Kota Tasikmalaya, di antaranya terkait isu pengentasan kemiskinan, penanganan persampahan, stunting dan inflasi. Kegiatan yang diadakan pada 28 Desember 2023 ini turut dihadiri oleh anggota tim pengabdi UI, Debie Puspasari, MPA selaku dosen FIA UI dan Novi Numayni, S.Sos. selaku staf tenaga kependidikan FIA UI.