Taylor Swift sebagai Mata Kuliah di Berbagai Universitas di Dunia

DEPOKPOS – Saat ini, sedang ramai diperbincangkan tentang Harvard University yang dikabarkan sedang membuka mata kuliah terbaru untuk tahun 2024 yaitu mata kuliah Taylor Swift yang Bernama “Taylor Swift and Her World”.

Mata kuliah Taylor Swift ini terdapat pada jurusan Bahasa Inggris. Dalam mata kuliah ini, mahasiswanya akan belajar mengenai musik-musik dari Taylor Swift, makna lagu dan liriknya, serta pengaruh Taylor Swift terhadap industri musik dan lain-lain. Di Harvard sendiri, mata kuliah ini akan diajarkan langsung oleh seorang Profesor Bahasa Inggris di Harvard yang juga adalah seoramg Swifties, yaitu nama penggemar dari Taylor Swift itu sendiri.

Selain Harvard University, masih banyak lagi universitas di dunia yang sudah terlebih dahulu juga menyediakan mata kuliah Taylor Swift. Universitas yang menyediakan mata kuliah Taylor Swift adalah New York University (NYU) yang juga adalah tempat dimana Taylor Swift mendapatkan gelar doktor kehormatannya, University of Texas, Stanford University, University of Arizona, dan University of Ghent. Namun, universitas-universitas tersebut memiliki perbedaan fokus terhadap mata kuliah itu sendiri.

BACA JUGA:  Mahasiswa Peternakan UMM Sukses Kembangkan Telur Puyuh Rendah Kolesterol

Fokus mata kuliah Taylor Swift di NYU adalah pada wirausaha musik kreatif, penulisan lagu pop yang Taylor Swift lakukan, dan pengaruh eksistensi Taylor Swift terhadap anak muda. Di University of Texas, mata kuliah Taylor Swift dinamakan sebagai “Literary Contest and Contexts – The Taylor Swift Songbook” dimana mata kuliah ini lebih berfokus kepada bagaimana cara memahami karya-karya Taykor Swift dan mempelajari pengaruh lagu Taylor Swift terhadap konteks budaya.

Di Stanford University, mata kuliah Taylor Swift dinamakan sebagai “All Too Well (10 Week Version) yang dimana nama mata kuliah tersebut diambil dari lagu Taylor Swift yang berjudul “All Too Well (10 Minutes Version) (Taylor’s Version)”. Mata kuliah ini berfokus kepada analisis lirik lagu dari Taylor Swift.

Di University of Arizona, mata kuliah Taylor Swift dinamakan sebagai “Psychology of Taylor Swift-Advanced Topics of Social Psychology” yang seperti pada Namanya, mata kuliah ini berfokus kepada sisi psikologi dari tema-tema yang digunakan oleh Taylor Swift pada album ke-6 nya yaitu Reputation. Terakhir, di University of Ghent, mata kuliah Taylor Swift dinamakan sebagai “Literature: Taylor’s Version” dimana mata kuliah tersebut berfokus kepada ide-ide yang dikeluarkan Taylor Swift dan tema dari lagu-lagu popnya.

BACA JUGA:  Mahasiswa UGM Raih Juara 1 Smart Competition BOREYES 2024

Mata kuliah Taylor Swift ini memberi banyak dampak baik bagi universitas maupun mahasiswanya. Untuk universitas antara lain adalah semakin banyak mahasiswa yang ingin mendaftar di universitas tersebut dan mangambil mata kuliah Taylor Swift. Dan untuk mahasiswanya adalah mereka bisa belajar mengenai analisa lagu dari Taylor Swift dalam segi ide, tema, dan lirik lagu yang Taylor Swift tuangkan di setiap lagunya. Tidak hanya itu, mahasiswanya yang juga merupakan seorang Swifties dapat belajar dengan cara yang menyenangkan karena mereka mempelajari tentang idola mereka.

Taylor Swift adalah seorang penyanyi yang berasal dari Amerika yang memiliki segudang prestasi. Ia lahir pada tanggal 13 Desember tahun 1989 di Pennsylvania, Amerika Serikat. Taylor Swift tidak hanya dikenal sebagai penyanyi saja, namun juga seorang penulis lagu yang berbakat. Selain aktif berkontribusi dalam industri musik, Taylor Swift juga berkontribusi secara aktif dalam isu-isu sosial seperti feminisme , Pendidikan, dan hak asasi manusia.

BACA JUGA:  Anak Penjual Rempeyek Lolos SNBP Tanpa Tes dan Kuliah Gratis di FEB UGM

Taylor Swift memulai karirnya saat Ia mempublikasikan karya-karyanya pada platform MySpace. Taylor Swift lalu meriliskan album debutnya yang berjudul “Taylor Swift” pada tahun 2006. Namun, Ia mulai dikenal oleh Masyarakat luas mulai tahun 2008 saat Taylor merilis album keduanya yang berjudul “Fearless”. Dalam perjalanan karirnya, Taylor Swift pastinya mengalami banyak perubahan dan hambatan. Seperti perubahan genre musiknya yang awalnya country menjadi pop, hingga pergantian label musik yang membuat Taylor Swift harus merekam ulang album-album sebelumnya.

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait