Health  

Loloh Cemcem, Ramuan Kaya Khasiat dari Bali

Meskipun termasuk dalam kategori jamu, “Loloh Cemcem” tidak memiliki cita rasa pahit

DEPOKPOS – Pulau Bali, pulau yang menjadi salah satu destinasi wisata yang menyimpan banyak keindahan alam dan budaya yang masih terjaga kelestariannya. Beragam keindahan alam yang memikat mata mulai dari perbukitan, persawahan, hingga panorama pantai yang eksotis.

Oleh karena itu Bali masih menjadi tujuan favorit bagi para wisatawan. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menikmati momen singkat serta melepaskan kepenatan yang seringkali mereka rasakan.

Tak hanya menyajikan keindahan wisatanya, Bali juga terkenal dengan berbagai macam kuliner khas salah satunya ramuan “Loloh Cemcem”.

Nama “Loloh Cemcem” berasal dari bahasa Bali, di mana “Loloh” berarti jamu dan “cemcem” merujuk pada daun yang menjadi bahan utama pembuatan minuman ini.

Di Desa Penglipuran, semua varian “Loloh Cemcem” dibuat dari daun Cemcem, yang juga dikenal sebagai daun kedondong hutan. Keberagaman rempah menjadi kekayaan utama dalam satu gelas “Loloh Cemcem”.

Umumnya, jamu ‘Loloh Cemcem” dibuat dari daun dan rempah-rempah pilihan. Daun cemcem biasanya dicampur dengan kayu manis, daun sirih, daun dhadhap, daun sirih, daun jeruk pagar, buah kelapa, air kelapa, madu, dan gula aren.

Semua bahan tersebut kemudian dicampur dalam proporsi yang tepat, lalu direbus dengan air hingga terlarut sepenuhnya, menghasilkan paduan aroma yang khas.

Meskipun termasuk dalam kategori jamu, “Loloh Cemcem” tidak memiliki cita rasa pahit, melainkan memiliki rasa unik yang lezat saat diminum. Dengan menggabungkan enam rasa yang berpadu harmonis menciptakan kesatuan rasa yang mencakup elemen asam, manis, asin, dan sedikit pahit.

Masyarakat setempat meyakini bahwa “Loloh Cemcem” memiliki berbagai manfaat antara lain mengobati panas dalam, mengatasi masalah sembelit, bahkan dapat menurunkan tekanan darah.

Jadi, agar dapat merasakan “Loloh Cemcem” dengan maksimal, disarankan untuk menghindari mengonsumsinya dengan perut kosong.

Lebih baik dinikmati dalam keadaan dingin, sehingga pengalaman menyegarkan dari minuman ini dapat bena-benar dirasakan secara optimal. Selamat menikmati!.

Oleh : Rifky Mohamad Hardiansyah