PermataYouthPreneur, Upaya Kembangkan Profesional dan Wirausaha Berbasis Digital

DEPOKPOS – PermataBank melalui PermataHati mengumumkan pemenang program PermataYouthPreneur (PYP) 2023 yang merupakan wadah untuk melatih, mengembangkan, dan menguji kemampuan generasi muda Indonesia yang bertekad menjadi pendiri bisnis rintisan atau start up, untuk menjadi profesional di bidang teknologi dalam bidang kewirausahaan digital.

Mengangkat tema “WomenDigipreneur: Inovasi Digital untuk UMKM Indonesia”, PermataBank mendukung penuh talenta perempuan-perempuan muda Indonesia untuk mengembangkan ide dan potensi, serta berinovasi demi kemajuan UMKM di Indonesia berbasis digital.

Lebih dari 3.000 perempuan muda dari 36 provinsi dan 1.250 institusi pendidikan meliputi SMA, SMK, Politeknik dan Universitas turut mendaftar untuk mengikuti program ini. Semua pendaftar pun berkesempatan untuk mendapatkan kursus UI/UX Dasar dan kelas Literasi Finansial secara gratis.

Setelah melalui seleksi, 100 peserta mendapatkan serangkaian kelas Digital Product Development, dimana mereka mulai mengembangkan ide dan inovasi produk digital untuk menjawab tantangan yang diberikan.

Pelatihan juga diperkaya dengan kelas-kelas soft skill, seperti pembuatan Pitch Deck dan kemampuan presentasi di hadapan calon investor, hingga bekal pengetahuan lainnya seperti kelas pengenalan terhadap peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan bermanfaat bagi peserta, baik jika mereka menjadi entrepreneur maupun bekerja profesional.

BACA JUGA:  Suvarna Sutera Luncurkan Klaster Agra untuk Millenials

Fokus PYP terhadap penerima manfaat perempuan muda tahun ini sejalan dengan salah satu poin dalam Deklarasi Bali, sebagai komitmen dari pertemuan para pimpinan negara G20 pada November 2022 yang lalu.

Tertuang dalam pernyataan dalam poin tersebut, bahwa pemerintah negara G20 berkomitmen menaruh perhatian terhadap pemberdayaan wanita sebagai inti dari upaya melaksanakan pemulihan inklusif pasca pandemi, salah satunya dengan memberikan akses pendidikan setara dan berkualitas bagi perempuan, termasuk dalam bidang Science, Technology, Engineering, and Math (STEM). Hal tersebut diperkuat dengan data hasil riset yang dilakukan Bank Dunia dan McKinsey, Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital pada tahun 2023.

Glenn Ranti, Division Head, Corporate Communications PermataBank yang hadir dalam acara mengatakan, “PermataBank bertekad untuk mendukung dan mengajak lebih banyak generasi muda Indonesia, khususnya perempuan, dengan minat dalam bidang teknologi, digital dan wirausaha untuk menggali dan mengembangkan potensi mereka melalui program PYP.

BACA JUGA:  DBS Foundation Hibahkan Rp8,2 Miliar bagi Empat Organisasi asal Indonesia

Kami berharap mereka bisa turut berkontribusi sebagai talenta digital, sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dengan mendirikan usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.”

Dalam pelaksanaan PYP kali ini, PermataHati berkolaborasi dengan Skilvul yang merupakan sebuah platform pendidikan teknologi yang menyediakan konten pembelajaran keterampilan digital dengan metode “blended-learning” dalam bentuk online maupun offline.

Kebutuhan infrastruktur dan platform digital semakin meningkat, sesuai dengan data mengenai peluang ekonomi digital di Indonesia yang berkembang pesat dari tahun 2019 ke 2021 sebesar 42%. Namun antara kebutuhan tersebut dengan ketersediaan talenta digital di Indonesia masih belum berjalan beriringan. Untuk itu, kolaborasi antara PermataBank dan Skilvul menjadi sangat bermanfaat untuk dapat mempersiapkan ketersediaan talenta lebih baik dan lebih banyak lagi.

Amanda Simanjuntak, Co-Founder dan Chief of Product & Content Skilvul mengatakan, “Objektif dari program PermataYouthPreneur ini sejalan dengan visi dan misi Skilvul, yaitu menciptakan sejuta talenta digital untuk Indonesia.

BACA JUGA:  Pentingnya Literasi Keuangan Syariah bagi Pelaku UMKM

Kami melihat generasi muda kita memiliki potensi yang sangat besar dalam hal ini, apalagi berdasarkan pengalaman kami, tidak sedikit talenta digital lulusan program Skilvul yang tidak memiliki latar belakang pendidikan teknologi dan digital, namun ternyata mereka bisa mengikuti pelajaran dan berkecimpung secara profesional dalam dunia ini.

Kami berharap PermataYouthPreneur menjadi pengalaman yang bermakna bagi para pesertanya, dan program ini bisa terus menjadi salah satu platform skill development pilihan bagi perempuan yang memiliki ketertarikan terhadap dunia digitalpreneurship.”