Dunia  

Serangan Udara Israel Kembali Tewaskan 14 Orang Palestina

Israel melancarkan serangkaian serangan udara di Gaza selatan

Warga Palestina berupaya menyelamatkan seorang anak laki-laki yang terperangkap di reruntuhan menyusul serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di Jabalia di Jalur Gaza utara pada Kamis malam [Anas al-Shareef/Reuters]

14 orang tewas dan sedikitnya 60 lainnya terluka setelah Israel melancarkan serangkaian serangan udara di Gaza selatan

GAZA, PALESTINA – Banyak korban tewas dan luka-luka dilaporkan dalam serangan udara terbaru Israel di Khan Younis, Gaza

Setidaknya 14 orang tewas dan sedikitnya 60 lainnya terluka setelah Israel melancarkan serangkaian serangan udara di Gaza selatan, kata sumber medis kepada Al Jazeera.

Setidaknya enam rumah terkena serangan udara Israel terbaru di kota Khan Younis, kata Al Jazeera Arab.

BACA JUGA:  Invasi ke Gaza, Ekonomi Israel Mulai Ambruk

Banyak korban luka dibawa ke Rumah Sakit al-Nasser di Gaza selatan, menurut kantor berita Shehab.

Sebelumnya, pemboman Israel terus menargetkan perumahan di Jalur Gaza.

Serangan Israel menghantam sebuah kawasan pemukiman, menewaskan sembilan orang, termasuk tujuh anak dari keluarga al-Bakri.

Saksi di lokasi kejadian mengatakan bahwa masih banyak orang yang terjebak di bawah reruntuhan. Sejumlah bangunan telah rata.

Rumah sakit-rumah sakit di Gaza berada di bawah tekanan yang sangat besar ketika para pasien dan dokter bergulat dengan perintah Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya yang memerintahkan 1,1 juta orang untuk meninggalkan Gaza utara – semuanya terjadi akibat pemboman besar-besaran. Banyak yang melarikan diri dan berlindung di fasilitas medis untuk menghindari serangan tersebut.

BACA JUGA:  Gaza Terancam Kelaparan

Dengan lebih dari 12.000 orang terluka, skala pembantaian ini akan membuat sistem kesehatan di dunia berada dalam tekanan, namun situasi yang lebih mengerikan terjadi pada rumah sakit di Gaza. Mereka telah kehilangan pasokan dasar, staf dan pemeliharaan karena blokade Israel selama 16 tahun.

Kini, dengan terputusnya jaringan listrik dan berkurangnya persediaan bahan bakar dan air, rumah sakit berada di ambang kehancuran total. []