Menpora, Gubernur Jabar dan Ketua KPU Beri Edukasi Pemilu 2024 di UI

DEPOK – Universitas Indonesia (UI) melalui Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bekerja sama dengan CNN Indonesia mengundang Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Ario Bimo Nandito Ariotedjo, S.H.; Gubernur Jawa Barat, Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D.; Ketua Komisi Pemilihan Umum Hasyim Asy’ari, S.H., M.Si., Ph.D.; serta politikus muda Tsamara Amany Alatas, S.I.Kom., MPP, dalam acara The Nation Fest bertajuk “Your Voice Your Future”.

Acara yang berlangsung pada Rabu (30/8), di Balai Purnomo Prawiro UI, ini bertujuan untuk memberi edukasi politik kepada para mahasiswa mengingat jumlah pemilih muda pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 cukup besar. CNN Indonesia menyebut bahwa jumlah pemilih muda pada Pemilu 2024 diproyeksikan mencapai hampir 60%.

Proyeksi tersebut sejalan dengan data yang dikeluarkan oleh Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI), yang memprediksikan pemilih usia 17–30 tahun mencapai 31,23%, pemilih usia 31–40 tahun sebanyak 20,70%, dan pemilih berusia di bawah 17 tahun namun sudah menikah sebanyak 0,003%. Artinya, pemilih muda merupakan penentu arah dan warna politik Indonesia ke depan.

BACA JUGA:  Mahasiswa UI Ciptakan Inovasi Teknologi Pewarnaan Rambut dengan Teknologi AI

Dalam sambutan pembukanya, Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, mengatakan bahwa, “Ibarat kapal, calon presiden merupakan calon nakhoda kapal yang akan membawa kapal dan seluruh awak nantinya. Oleh karena itu, sebagai anak muda kita mempunyai peran penting dalam memilih nakhoda agar kapal dapat berlayar dengan baik.”

Pada Pemilu 2024, setiap pemilih akan mendapat lima surat suara untuk menentukan Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, dan Anggota DPRD Kota/Kabupaten. Untuk itu, pemilih muda harus mengenali bakal calon untuk mengetahui visi dan misi serta program yang akan dijalankan dari masing-masing bakal calon.

Terkait dengan bakal calon dalam pemilu, kalangan gen Z beranggapan bahwa untuk menjadi calon pemimpin, seseorang harus memiliki privilege. Padahal, tidak semua orang memiliki privilege untuk menjadi calon pemimpin. Menjawab keresahan ini, Menpora Ario Bimo, menjelaskan bahwa seluruh lapisan masyarakat mempunyai peluang yang sama dalam mendapatkan kesempatan untuk menjadi pemimpin. Ia mengatakan, “Tidak harus memiliki privilege, tetapi kesempatan itu akan hadir berdasarkan kemampuan dan inovasi yang dimiliki oleh sumber daya manusia tersebut.”

BACA JUGA:  Kembali ke Posisi Q1, Jurnal Internasional IJTech UI Tambah Bidang Riset Multidisciplinary

Kualitas dan kemampuan bakal calon adalah hal yang seharusnya dijadikan pertimbangan oleh setiap pemilih. Akan tetapi, masih banyak orang yang tidak mencari informasi tentang calon pemimpin yang akan dipilih.

Menurut Gubernur Ridwan Kamil, saat ini banyak masyarakat yang memilih calon pemimpin hanya berdasarkan bentuk fisik, karakter orang, atau bahkan keahlian lain. Hal tersebut tidak menjadi suatu masalah jika kemampuan yang dimiliki bakal calon masuk ke dalam hati dan bermanfaat bagi masyarakat. Namun, alangkah lebih baik jika masyarakat mencari tahu terlebih dahulu bagaimana calon pemimpin tersebut melalui informasi di media digital atau sumber lain yang tepercaya.

BACA JUGA:  Hadiri Halalbihalal FKM UI, Ini Pesan Imam Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar

Selain mengadakan diskusi politik, The Nation Fest juga menghadirkan beragam kegiatan seru dan edukatif bagi para mahasiswa. Kegiatan ini merupakan rangkaian safari Political Show CNN Indonesia yang diadakan di kampus-kampus. Dengan adanya political roadshow ini, anak muda diharapkan dapat memikirkan lebih matang terkait hak suara yang dimiliki, karena hal itu sangat berpengaruh pada masa depan bangsa Indonesia.