Inovasi Pelaksanaan Intervensi Stunting di Kampung Gunung Nyungcung melalui CUPAS

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak dari gizi yang buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai.

DEPOKPOS – Seorang anak didefinisikan stunting jika tinggi untuk usia mereka jauh lebih kecil di bawah 2 standar deviasi dari rata-rata yang dimiliki WHO Child Growth Standards. Stunting diketahui telah berdampak kepada sekitar 149 juta anak balita secara global dan menyumbang 14-17% kematian pada anak balita di seluruh dunia.

Di Asia Tenggara, stunting juga masih menjadi permasalahan dengan angka prevalensi yang mencapai 27,4%. Sementara, pada hasil Survei Status Gizi Indonesia diketahui bahwa prevalensi stunting di Indonesia berada pada angka 21,6% di tahun 2022 dan Provinsi Jawa Barat turut berkontribusi terhadap prevalensi stunting secara keseluruhan, yaitu sebesar 20,2% dan menempati urutan pertama provinsi yang paling besar angka stuntingnya, yaitu 971.792 kasus.

Sedangkan, Pemerintah Bogor di Jawa Barat melaporkan terdapat total 2001 anak yang berisiko terhambat pertumbuhannya akibat stunting. Kecamatan Rumpin sebagai salah satu wilayah yang termasuk ke dalam Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat juga menetapkan stunting sebagai masalah kesehatan yang serius dengan angka kasus pada tahun 2019 mencapai 237 anak.

BACA JUGA:  Kembali ke Posisi Q1, Jurnal Internasional IJTech UI Tambah Bidang Riset Multidisciplinary

Sementara itu, berdasarkan data Puskesmas Rumpin pada bulan Februari 2023, Kampung Gunung Nyungcung sebagai desa sasaran program penelitian dan intervensi ini juga diketahui memiliki 1 kasus kejadian stunting yang terjadi pada anak berusia 2 tahun.

Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat yang tergabung dalam Kelompok 1 PBL FKM UI 2023 Kabupaten Bogor, stunting yang disertai dengan gizi buruk merupakan salah satu masalah besar yang terjadi di Kampung Nyuncung, Desa Kampungsawah, Kecamatan Rumpin.

Oleh karena itu, Kelompok 1 PBL FKM UI 2023 Kabupaten Bogor yang dibimbing oleh Dr. Budi Hartono, S.Si, MKM berkoordinasi dengan Puskesmas Rumpin, Pemerintah desa, dan masyarakat untuk membuat suatu program inovasi yang disebut dengan CUPAS (Nyuncung Tanpa Stunting).

Program CUPAS (Nyungcung Tanpa Stunting) merupakan program intervensi yang fokus pada pencegahan faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian stunting di Kampung Gunung Nyungcung, Desa Kampung Sawah dengan sasaran program yang beragam mulai dari kader kesehatan, warga desa pada kelompok usia remaja, serta ibu hamil dan ibu dengan anak balita (bawah lima tahun).

BACA JUGA:  Hadiri Halalbihalal FKM UI, Ini Pesan Imam Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar

Pelaksanaan program CUPAS dilaksanakan dengan pemberian edukasi dalam bentuk sosialisasi kepada target sasaran mengenai pentingnya pencegahan stunting pada anak melalui pemberian ASI eksklusif, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) serta menghindari pernikahan dini pada remaja di bawah umur.

Tujuan umum dilaksanakannya program CUPAS adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu hamil, ibu yang memiliki anak usia 0-5 tahun, remaja dan kader posyandu mengenai pentingnya pencegahan stunting pada anak.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam program CUPAS ini terdiri dari 4 kegiatan, yaitu : (1) Training of Trainers pada kader kesehatan, (2) Penyuluhan Siswa SMP Asy-Syuhada, (3) Penyuluhan Remaja Putus Sekolah Sinungguhing, (4) Penyuluhan Ibu Hamil dan Ibu yang Memiliki Anak usia 0-5 Tahun. Selain itu, program CUPAS juga menghasilkan beberapa media yang diberikan kepada kader kesehatan yang ada di Kampung Nyuncung, Desa Kampungsawah untuk digunakan sebagai alat bantu dalam melakukan penyuluhan kesehatan.

BACA JUGA:  Mahasiswa UI Ciptakan Inovasi Teknologi Pewarnaan Rambut dengan Teknologi AI

Adapun beberapa media yang digunakan dalam program CUPAS diantaranya yaitu kipas informasi, power point, booklet, dan poster. Setiap media yang dibuat digunakan khusus untuk diberikan pada rangkaian kegiatan dari program CUPAS. Kipas informasi merupakan salah satu media intervensi yang diberikan pada kegiatan intervensi kepada ibu hamil dan ibu dengan anak balita.

Kipas tersebut berisikan informasi yang meliputi pengertian, penyebab, dampak, dan pencegahan stunting. Pemilihan kipas sebagai media informasi karena analisis situasi yang dilakukan oleh kelompok di tempat pelaksanaan intervensi dan juga analisis sasaran program yaitu para ibu yang diharapkan akan bermanfaat dari segi fungsi dan juga bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga informasi yang berada di kipas tersebut akan lebih sering dilihat atau dibaca.