Pandangan Investasi dalam Ekonomi Syariah

Investasi berasal dari kata investment yang artinya menanam,atau dari bahasa arab istathmara artinya subur dan berkembang(Antonio,2007). Berinvestasi secara umum dapat dibagi 2, yaitu profit assets dan real assets. Investasi profit assets biasanya diperoleh dari lembaga keuangan seperti bank dan pasar modal. Misalnya saham dan deposito,sedangkan real assets termasuk kedalam investasi barang tidak bergerak(aset tetap). Misalnya properti dan tanah.

Dalam penerapannya investasi konvensional lebih mengedepankan keuntungan yang berasaskan bunga,sementara investasi syariah biasanya menggunakan sistem bagi hasil (Marlina & Safitri,2023). Menurut pandangan islam investasi sangatlah dianjurkan tapi tidak boleh mengandung unsur riba,gharar dan maysir. Investasi bisa disebut sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan dalam jangka waktu yang panjang dan bisa membantu terhindar dari inflasi di masa depan.

BACA JUGA:  Pentingnya Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup

Ajakan berinvestasi tertuang dalam QS. Al-Baqarah ayat 126 yang artinya,” Diibaratkan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebulir benih yang menghasilkan tujuh bulir,pada setiap bulir serratus biji. Allah melipat gandakan(ganjaran) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mengetahui”. Investasi yang dimulai dengan satu benih berkembang menjadi tujuh biji,seolah Al-Qur’an menganjurkan suatu investasi yang dalam hal ini dimaksudkan untuk berinfaq.

Dalam investasi syariah semua pihak yang terlibat dalam investasi mengadakan akad atau perjanjian sesuai dengan syariat islam,maksud dari kesepakatan ini agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Jika dilihat dari tujuannya,investasi syariah bukan hanya tentang keuntungan tapi bisa menjadi ladang amal di masa depan ,yang dimana keuntungan dari investasi tidak sepenuhnya diteruskan kepada pemegang saham(investor) tetapi sebagian dari keuntungan disumbangkan untuk amal dan membantu orang lain (Pardiansyah,2017). Oleh karena itu sangat dianjurkan kepada masyarakat untuk berinvestasi yang bergerak pada sektor syariah.

BACA JUGA:  Memaknai Kebudayaan di Era Digital

Karena banyak sekali investasi yang bersebrangan dengan prinsip syariah,maka kita tidak boleh gegabah dalam menanamkan modal. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang investasi mengakibatkan banyak sekali para investor yang berinvestasi di industri yang memproduksi dan menjual produk illegal (haram). Banyak juga masyarakat terjerumus ke dalam investasi bodong. Cara efektif agar terhindar dari investasi illegal(bodong) yaitu selalu berhati-hati jika menerima penawaran hadiah yang sangat menarik,biasakan melakukan pemeriksaan dokumen persetujuan lembaga atau perusahaan investasi dan teliti dalam melihat bentuk dan cara perusahaan tersebut memasarkan produk investasinya serta segera laporkan kepada pihak berwajib jika mengetahui adanya indikasi investasi illegal.

BACA JUGA:  Peran Penting Orang Tua dalam Membentuk Karakter Seorang Anak

Hariz, STEI SEBI

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait