Warga Limo Sesalkan Lambannya Proses Pembebasan Lahan Tol Cijago 3

warga di jalan Swadaya Buntu RT.002 RW.06 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok
Warga di jalan Swadaya Buntu RT.002 RW.06 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok

Ia pun menilai kalau pihak BPN Depok tidak profesional dalam menjalankan tugasnya

DEPOKPOS – Badan Pertahanan Nasional kota Depok telah menggelar kegiatan sosialisasi pengadaan tanah untuk pembangunan jalan Tol Cinere – Jagorawi (Cijago) dan dihadiri sejumlah pihak terkait lainnya di Aula Kantor Kecamatan Limo Kota Depok pada Senin, 12 Juni 2023 lalu.

Namun, kegiatan yang digelar sehubungan dengan telah terbitnya Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat
Nomor : 593/Kep.292-Pemotda/2023 tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 593/Kep.575- Pemotda/2022 tanggal 24 Mei 2023 tentang Penambahan Jangka Waktu Pembaruan Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Jalan Tol Cinere – Jagorawi tersebut, hingga kini belum ada progres yang berarti.

Hal tersebut diungkapkan Rizki, salah satu warga Jalan Swadaya Buntu yang rumahnya beserta beberapa rumah warga lainnya sudah lama terisolir dan tidak layak huni lagi akibat terimbas proyek tol Cijago tersebut.

BACA JUGA:  Punya Poliklinik Kesehatan Jiwa, RSUD ASA Siap Layani Caleg Gagal

Kepada awak media ini, Rizki mengatakan bahwa dirinya beserta warga Swadaya Buntu lainnya masih menanti progres berarti dari hasil kegiatan sosialisasi tersebut.

“Hingga saat ini belum ada kejelasan lagi dari BPN Depok. Nominatif hasil pengukuran kemarin juga belum keluar dari BPN,” ungkapnya.

Ia pun menilai kalau pihak BPN Depok tidak profesional dalam menjalankan tugasnya. “BPN sangat tidak profesional, yang dibicarakan saat sosialisasi sangat tidak sesuai dengan realisasi di lapangan,” ujarnya.

Saat ditanyakan update terakhir, Rizki menegaskan bahwa belum ada progress berarti. “Tidak ada mas, info terakhir dari teman-teman yang ke BPN hanya dijanjikan nominatif keluar minggu depan,” tegasnya (27/7/2023).

Menjawab keresahan warga tersebut, Kasie pengadaan lahan BPN kota Depok, Yeni Merliyani mengatakan bahwa pihaknya dalam minggu ini menargetkan penyelesaian PBT (Peta Bidang Tanah) terlebih dahulu karena masih menunggu daftar isian data tanaman dan bangunan dari dinas pertamanan dan disrumkim.

BACA JUGA:  Punya Poliklinik Kesehatan Jiwa, RSUD ASA Siap Layani Caleg Gagal

“Daftar nominatif sedang kami susun, namun masih menunggu verifikasi hasil data tanaman dan bangunan. Nanti data bangunan itu akan di ‘matching’ kan semua baik PBT, luas alas hak dan lainnya,” kata Yeni saat diwawancara usai pertemuan audiensi dengan warga Limo di ruang kerja kepala BPN kota Depok, Senin (24/7/2023).

“Mudah-mudahan minggu depan sudah keluar data nominatifnya, nanti pengumuman ditangani oleh beliau (kepala BPN Depok) dan selanjutnya diumumkan di kelurahan,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala BPN Depok, Indra Gunawan meminta agar warga bisa lebih bersabar karena semua sedang berproses sesuai alurnya.

“Kita tahu warga sudah tidak sabar, namun semuanya kan ada proses-proses yang harus dilalui. Jadi saya harap bisa bersabar karena kami sedang mengupayakan yang terbaik untuk langkah-langkah percepatan,” tandasnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, pihak warga sudah menginformasikan berbagai imbas negatif dari pekerjaan proyek tol, yaitu sumur-sumur warga sudah makin kekeringan, 1×24 jam mendengar suara bising dan getaran-getaran di rumah karena kendaraan alat berat proyek yang sedang berkerja sehingga sangat mengganggu waktu istirahat, serta debu yang setiap saat berterbangan dan mengancam kesehatan warga.

BACA JUGA:  Punya Poliklinik Kesehatan Jiwa, RSUD ASA Siap Layani Caleg Gagal

Dalam pertemuan sosialisasi juga disebutkan bahwa Kasie pengadaan lahan BPN kota Depok, Yeni Merliyani dalam paparannya menargetkan penyelesaian pada September 2023.