UI Pamerkan Produk Inovasi di Ajang Hannover Messe 2023

DEPOKPOS – Universitas Indonesia (UI) hadir dalam ajang Hannover Messe 2023 yang berlangsung pada 16–21 April 2023 di Hannover, Jerman. Pada pameran yang diikuti oleh berbagai mitra dunia, UI berkesempatan mengenalkan beragam inovasi karya anak bangsa yang sudah terkomersialisasi, baik di pasar domestik maupun internasional. Beberapa produk inovasi UI yang ditampilkan, antara lain Ventilator Covent-20, Instrumen Mikrokapiler Digital, Bus Listrik Merah-Putih Universitas Indonesia, Rapid Test Demam Berdarah (KODC Dengue), startup platform online learning Dibimbing.id, startup Maskit, dan produk canggih Implan Pengganti Tulang Belakang (Lumbrosacroiliac Prosthesis).

Sebagai upaya untuk mengangani Covid-19, UI melahirkan Ventilator Covent-20 yang merupakan ventilator jenis mobile untuk membantu pasien saat gagal napas. Covent-20 disebut ventilator pintar karena menggunakan mikrokontroler sehingga sistem bekerja secara otomatis. Selain itu, UI juga menciptakan Maskit (Mask and Health Equipment) yang digunakan untuk mengurangi penyebaran virus. Maskit dirancang dengan mempertimbangkan lingkungan sehingga dibuat dengan plastik dan karbon yang lebih sedikit.

Selain penanganan Covid-19, UI juga menghasilkan inovasi lain di bidang kesehatan. Instrumen Mikrokapiler Digital diciptakan untuk mengukur viskositas/kekentalan darah. Dengan alat ini, dokter atau operator tenaga kesehatan dapat mendeteksi gejala stroke lebih dini. UI juga melahirkan Lumbrosacroiliac Prosthesis yang digunakan dalam pengobatan Chordoma, yaitu jenis kanker ganas dan langka yang biasa ditemukan pada tulang belakang atau tulang tengkorak. Sementara itu, untuk menangani persebaran demam berdarah, UI menciptakan KODC Dengue yang merupakan kin in vitro diagnostic dini dan cepat. Alat ini diharapkan mampu mendeteksi virus DENV yang beredar di Indonesia.

Selain produk kesehatan, pada pameran itu, UI juga menampilkan inovasi di bidang sains dan teknologi. Bus Listrik UI yang pernah dioperasikan pada gelaran G20 dipamerkan pada Hannover Messe 2023. Bus ini merupakan satu-satunya kendaraan di Indonesia yang rancang bangun platform-chassis-nya, sistem penggerak, sistem rem, sistem kendali, inverter, dashboard, dan sistem pendinginnya (air conditioning) dirancang oleh para ahli UI dan dibangun oleh perusahaan-perusahaan dalam negeri.

Di bidang sosial, startup Dibimbing.id juga dikenalkan pada event tersebut. Ini adalah platform satu atap yang membantu orang-orang untuk memulai karier. Dibimbing.id memiliki misi mengatasi pengangguran di Indonesia dengan memberi program pembelajaran keterampilan digital dan menghubungkan para lulusannya dengan berbagai perusahaan mitra. Saat ini, startup tersebut telah memiliki 140.000+ pengguna di seluruh dunia dan 30.000 alumni di seluruh dunia.

Selain memamerkan produk-produk inovasi, di Hannover Messe 2023, UI juga menampilkan kapabilitas pengembangan inovasi dan pengelolaan interfacing (hubungan timbal balik) dengan mitra industri, termasuk hilirisasi kerja sama penelitian dan pengembangan produk. Kapabilitas pengelolaan kajian dan pengujian, termasuk kajian pasar dan regulasi serta kajian yang berkaitan dengan hilirisasi produk dan kebijakan juga dipresentasikan dalam pameran itu.

Direktur Inovasi dan Science Techno Park, Ahmad Gamal, S.Ars., M.U.P., Ph.D., dan Direktur Pengelolaan dan Pengembangan Unit Usaha, T.M. Zakir Sjakur Machmud, M.Ec., Ph.D. hadir dalam ajang tersebut. Gamal mengatakan bahwa kegiatan ini sangat istimewa, karena setelah pandemi berkepanjangan, Indonesia akhirnya kembali hadir secara fisik di Hannover Messe. Menurutnya, kegiatan berjejaring (networking) tidak mudah dilakukan secara online karena membutuhkan komunikasi yang intens. Pertemuan tatap muka memudahkan untuk membangun kepercayaan antara universitas dan mitra industri.

“Dari pertemuan ini, UI mendapat lebih dari 50 kontak baru untuk peluang kerja sama penelitian dan pengembangan produk, dan lebih dari 20 di antaranya merupakan mitra di luar negeri. Kedepannya, setidaknya kita dapat menjalin 30 kerja sama penelitian, 20 kerja sama hilirisasi, dan 10 kerja sama akademik. Semoga kerja sama ini dapat terealisasi dan Indonesia secara umum mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dalam bentuk investasi global dalam industri manufaktur 4.0,” ujar Gamal.