Musim Panen Durian, Pendapatan UMKM Badui Melonjak

DEPOKPOS – Pendapatan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Badui di pedalaman Kabupaten Lebak melonjak saat musim panen durian sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Kami pada akhir pekan Sabtu-Minggu banyak wisatawan ke sini,selain mengkonsumsi durian juga membeli aneka kerajinan,” kata Neng, seorang pelaku UMKM di kawasan pemukiman Badui di Lebak, diktip Antara, Selasa.

Pendapatan UMKM aneka kerajinan masyarakat Badui meningkat menyusul tibanya musim panen durian.

Mereka wisatawan dari berbagai daerah di sejumlah wilayah Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat tampak ramai setiap akhir pekan.

Wisatawan itu kebanyakan mengkonsumsi durian bersama anggota keluarga dan rombongan.

BACA JUGA:  16 Orang Ditetapkan Tersangka Korupsi Timah Babel

Selain itu juga mereka wisatawan membeli aneka produk kerajinan masyarakat Badui di antaranya kain tenun tradisional, kain pengingkat kepala atau lomar, kain selendang, baju kampret, tas koja dan suvernir.

Adapun, harga aneka kerajinan masyarakat Badui dijual mulai Rp20 ribu hingga Rp750 ribu dan tergantung jenis dan kualitas barang tersebut.

“Kami pada akhir pekan bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp7 juta dan di hari normal Rp1 juta,” katanya menjelaskan.

Begitu juga pelaku UMKM Badui lainnya, Jali mengatakan sejak dua pekan terakhir ini omzet pendapatan melonjak dari hari normal Rp1 juta,namun Sabtu – Minggu dapat mencapai Rp8 juta.

BACA JUGA:  Ini Alasan AJI Tolak Revisi UU Penyiaran

“Kami tentu dengan tibanya musim durian itu dipastikan pendapatan meningkat karena banyak wisatawan,” kata Jali.

Kudil (45) perajin Badui mengatakan, dirinya hingga kini sangat terbantu adanya kunjungan wisatawan itu, sehingga mereka secara langsung membeli produk UMKM masyarakat Badui.

“Kami bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp10 juta pada akhir pekan dan hari normalnya dibawah Rp1,5 juta,”katanya menjelaskan.

Sementara itu,Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Abdul Waseh mengapresiasi pendapatan aneka kerajinan UMUM Badui meningkat sehubungan memasuki musim durian dan dipastikan dapat menumbuhkan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

Pemerintah daerah juga komitmen untuk membantu mempromosikan produk UMKM masyarakat adat Badui yang melibatkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan stokholder lainnya guna meningkatkan omzet pendapatan ekonomi mereka.

BACA JUGA:  Kontroversi Revisi UU Penyiaran: Larangan Penayangan Ekslusif Jurnalistik Investigasi

Produk UMKM masyarakat Badui kembali tumbuh dan berkembang pascapandemi COVID-19.

Dengan demikian,pihaknya gencar mempromosi produk UMKM masyarakat adat Badui melalui pameran-pameran pembangunan baik yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah setempat maupun Provinsi Banten.

Selain itu, pameran di luar daerah juga diikutsertakan , seperti pameran Investment, Trade & Tourism (ITT) dan Pekan Raya Jakarta, bahkan promosi ke luar negeri.

“Kami dengan promosi itu diharapkan pemasaran produk-produk UMKM Badui lebih luas dan dikenal masyarakat, sehingga dapat mendongkrak omzet pendapatan konomi,”kata Waseh.