Diabetes: Penyebab, Gejala dan Pencegahannya

DEPOKPOS – Diabetes melitus atau kencing manis merupakan penyakit kronis yang dapat berlangsung seumur hidup (Sihotang, 2017).

Diabetes melitus (DM) disebabkan oleh gangguan metabolisme pada pankreas yang ditandai dengan peningkatan gula darah, atau sering disebut keadaan hiperglikemik, akibat penurunan jumlah insulin di pankreas.

DM dapat menimbulkan berbagai komplikasi, baik makrovaskuler maupun mikrovaskuler. Penyakit DM dapat menyebabkan penyakit kardiovaskuler yang merupakan penyakit yang cukup serius, apabila tidak segera dilakukan pengobatan untuk meningkatkan hipertensi dan infark miokard, dikatakan bahwa Indonesia merupakan negara terbesar keempat dengan penyakit tersebut setelah Amerika Serikat, China dan India dengan jumlah terbanyak.

Selain itu, diperkirakan penderita DM di Indonesia akan meningkat pesat 2-3 kali lipat pada tahun 2030 dibandingkan tahun 2000. Selain menyebutkan data WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) bahwa saat ini terdapat 171 juta penderita DM di dunia (2000) dan akan berlipat ganda menjadi 366 juta pada tahun 2030, Pusat Informasi dan Informasi Kementerian Kesehatan RI juga menyatakan menurut The International Diabetes Federation (IDF) terbaru memperkirakan bahwa pada tahun 2035 akan ada 592 juta orang dengan diabetes di seluruh dunia.

BACA JUGA:  7 Rekomendasi Hadiah Lebaran untuk Orang Tua, Belanja Murah di Lebaran Sale Blibli!

Ada dua jenis diabetes, yaitu diabetes melitus tipe 1 yang merupakan akibat reaksi autoimun terhadap protein dari sel pulau pankreas, dan diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh kombinasi faktor genetik yang berhubungan dengan defisiensi insulin. resistensi insulin. dan faktor lingkungan seperti obesitas.

Data dari International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan bahwa satu dari dua belas orang di dunia menderita DM, dan rata-rata penderita DM tidak mengetahui dirinya mengidap DM. Mereka yang terkena dampak mengetahui kondisinya hanya ketika penyakitnya berlangsung lama dan jelas terkait dengan komplikasi.

Etiologi

Etiologi diabetes melitus kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Etiologi diabetes lainnya termasuk sekresi atau kerja insulin, gangguan metabolisme yang memengaruhi sekresi insulin, penyakit mitokondria, dan banyak kondisi lain yang memengaruhi toleransi glukosa.

BACA JUGA:  7 Rekomendasi Hadiah Lebaran untuk Orang Tua, Belanja Murah di Lebaran Sale Blibli!

Diabetes dapat disebabkan oleh penyakit pankreas eksokrin ketika sebagian besar pulau pankreas rusak. Hormon yang berperan sebagai antagonis insulin juga dapat menyebabkan diabetes (Putra, 2015). Ada resistensi insulin di otot kelainan diabetes tipe 1 yang paling awal diamati (Taylor, 2013).

Penyebab resistensi insulin adalah: Obesitas/kelebihan berat badan, penggunaan glukokortikoid berlebihan (sindrom Cushing atau terapi steroid). Kelebihan hormon pertumbuhan (akromegali). Kehamilan, diabetes gestasional. penyakit ovarium polikistik, lipodistrofi (didapat atau genetik, terkait dengan akumulasi lipid hati), autoantibodi terhadap reseptor insulin, mutasi reseptor insulin, reseptor aktivator proliferatif peroksisom (PPAR γ), mutasi yang menyebabkan obesitas genetik (mis.mutasi reseptor melanocortin) dan hemochromatosis (penyakit bawaan yang menyebabkan akumulasi besi dalam jaringan) (Ozougwu et al., 2013)

Tanda dan Gejala

Kedua jenis diabetes memiliki beberapa tanda dan gejala yang sama:

BACA JUGA:  7 Rekomendasi Hadiah Lebaran untuk Orang Tua, Belanja Murah di Lebaran Sale Blibli!

⦁ Kelaparan dan kelelahan. Tubuh mengubah makanan menjadi glukosa, yang digunakan untuk energi. Jika insulin sudah tidak optimal atau kurang maka tubuh cepat lelah dan cepat kelaparan.

⦁ Buang air kecil lebih sering dan mudah haus. Rata-rata orang biasanya buang air kecil 4 hingga 7 kali dalam periode 24 jam, tetapi orang dengan kondisi tersebut mungkin buang air kecil lebih sering. Mengapa? Biasanya, ginjal menyerap glukosa dan kemudian air. Namun pada penderita diabetes, gula darah telah meningkat sedemikian rupa sehingga tubuh tidak dapat lagi menyerap glukosa. Belakangan, air yang mengalir melalui ginjal meningkat.

⦁ Mulut kering dan kulit gatal. Sering buang air kecil menyebabkan kekurangan air dari bagian tubuh yang lain. Anda mungkin mengalami dehidrasi dan mulut Anda mungkin menjadi kering. Kulit kering bisa membuat Anda gatal.