Dinilai Langgar Statuta, Rangkap Jabatan Rektor UIII Kembali jadi Sorotan

Selain dianggap melanggar statuta, Rektor yang merangkap jabatan sebagai Komisaris BUMN itu dinilai LSAK cacat moral

DEPOKPOS – Polemik rangkap jabatan Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang berlokasi di Cimanggis Depok, Komaruddin Hidayat kembali mendapat sorotan, kali ini dari Lembaga Studi Antikorupsi (LSAK).

Selain dianggap melanggar statuta, Rektor yang merangkap jabatan sebagai Komisaris BUMN itu dinilai LSAK cacat moral, tidak mencerminkan semangat akademis dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Anies-AHY Unggul dalam Survei Simulasi Pasangan Capres-cawapres

Peneliti LSAK, Ili Sadeli mengatakan pihaknya telah melakukan kajian dan analisa seiring dengan telah beroperasinya kampus UIII.

LSAK menilai ada banyak catatan terkait pelanggaran statuta UIII di antaranya soal rangkap jabatan rektor dan kriteria dua wakil rektor yang tidak memenuhi syarat bergelar profesor seperti yang tertera dalam statuta.

“Pertama, dalam soal rangkap jabatan, Rektor UIII yang menjadi Komisaris Bank BUMN itu jelas melanggar statuta dimana pada Pasal 41 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2019 tentang UIII sangat jelas Rektor UIII tidak boleh memegang jabatan di BUMN/BUMD/Perusahaan Swasta,” kata Peneliti LSAK, Ili Sadeli dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/6/2022).

BACA JUGA:  Ketua KPU: Eks Napi Korupsi Boleh Nyaleg

Ili membandingkan rangkap jabatan yang juga pernah terjadi terhadap rektor Universitas Indonesia (UI). “Sebelumnya kita tahu ada rektor Universitas Indonesia (UI) yang juga rangkap jabatan tetapi mundur dari komisaris. Tapi mengapa Rektor UIII tidak? Kalau saat itu alasannya transisi atau perintisan, justru UIII sekarang sudah beroperasi sehingga sebagai kampus baru butuh kepemimpinan yang totalitas agar cepat berkiprah dan berkontribusi tidak hanya bagi Indonesia tapi juga dunia,” tegas Ili.

BACA JUGA:  KKP Pamerkan Produk Perikanan Indonesia di Amerika

Sebagai informasi, Rektor UIII juga dianggap melanggar Statuta UIII dengan mengangkat dua wakil rektor, yaitu bidang akademik dan bidang keuangan yang belum professor.

Dalam Pasal 39, ayat 2 c Statuta UIII juga tercantum jelas untuk jabatan Wakil Rektor harus memenuhi persyaratan salah satunya adalah lulusan program doktor dan memiliki jabatan fungsional professor.

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait