Yang Perlu Dipahami Orang Tua dalam Menjaga Anak dengan Gangguan Mental

DEPOKPOS – Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar.

Kesehatan mental anak adalah bagaimana anak berpikir dan merasa mengenai dirinya sendiri dan dunia di sekelilingnya. Karena itu kesehatan mental berhubungan dengan bagaimana anak menghadapi tantangan dalam hidup.

Kesehatan mental membantu meningkatkan kemampuan konsentrasi dan fokus yang baik. Kesehatan mental yang baik membuat seseorang berpikir secara baik, ini mengakibatkan fokus dan perhatian mereka pun lebih terarah. Orang yang mempunyai kesehatan mental yang buruk biasanya tidak mudah fokus dan terdistraksi.

Faktor yang menyebabkan seseorang memiliki mental yang lemah pun bisa dipengaruhi oleh banyak hal seperti lingkungan tempat dia tinggal, pola pikir yang melekat dari kecil, kurangnya pengalaman dan perlakuan yang di dapatkan dari keluarga sejak kecil.

Usia rawan gangguan mental biasanya muncul pada usia anak-anak dan remaja. Pada dasarnya, Anda tidak akan mengalami gangguan kecemasan saat dewasa. Yang ada, Anda hanya mengembangkan gangguan tersebut, di mana gejalanya dimulai sejak kecil atau remaja, dan akan berlanjut sampai dewasa.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), 1 dari 5 anak mengalami gangguan mental. Gangguan mental bisa bermacam-macam bentuknya, misalnya ADHD, gangguan perilaku, kecemasan, depresi, hingga sindrom Tourette. Oleh karena itu, gejala yang terjadi pun juga berbeda-beda.

Anak bisa memiliki hubungan yang tidak baik dengan keluarga atau temannya, mengalami penurunan prestasi di sekolah, mengalami gangguan tidur atau keluhan fisik yang tidak jelas asalnya, berperilaku agresif, merasa terus-menerus bersedih dan tertekan, sering menyakiti diri sendiri, atau bahkan berpikiran ingin bunuh diri.

Gangguan mental pada anak harus segera diatasi agar kesehatan mental anak kembali pulih dan bisa ceria seperti anak normal lainnya. Jika gangguan mental ini dibiarkan dan tidak segera diperiksa, maka masa depan  anak akan berpengaruh ,nah ini tips untuk menyembuhkan anak yang ganguan mentalnya tergangu.

Lakukan cek-up

Sangat penting untuk bertemu dengan dokter anak dan memeriksakan apakah kondisi anak baik dari segi fisik, alergi atau autisme. Pemeriksaan lebih dini akan lebih baik.

Cari spesialis

Seorang terapis atau psikolog anak dapat membuat diagnosis, atau memberi terapi agar kondisi kesehatan mental anak kembali membaik.

Jangan menjudge anak!

Hindari mengatakan pada anak jika ia terserang depresi atau gangguan kecemasan, karena hal tersebut dapat merusak harga diri anak. Sebaliknya, berbicara tentang gejala-gejala sebagai masalah dan menjelaskan bahwa anak Anda mendapatkan bantuan jadi saya atau dia Tidak Harus merasa khawatir, misalnya.

Temukan diagnosis yang tepat

Diagnosis yang salah tentu tidak akan membuat kesehatan mental anak Anda makin baik. Bisa jadi makin buruk. Oleh karena itu cari tahu secara pasti apa gangguan mental yang diderita anak. Bila perlu Anda berkonsultasi pada dua atau tiga dokter.

Mendidik anak dengan baik

Orang tua yang bisa mendidik anak dengan gangguan mental, secara otomatis dapat belajar bagaimana cara mengatasi penyakit anak lebih baik.

Dapatkan dukungan

Berbagi pengalaman dengan orang tua lain yang mengalami hal sama akan membantu Anda mengatasinya. Anda bisa mendapatkan pengetahuan baru bagaimana cara menangani anak dengan gangguan mental.

Selalu ada harapan

Penyakit mental dapat diobati. Orang tua harus merasa yakin dengan bantuan profesional, kondisi mental anak mereka bisa menjadi lebih baik.Cara Tepat Menjaga Kesehatan Mental Anak

Agar anak – anak memiliki kehidupan sosial dan emosional yang baik, penting bagi orang tua untuk menjaga kesehatan mentalnya sedini mungkin. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar kondisi mental anak tetap baik adalah:

1. Bangun kepercayaan anak terhadap orang tua

Kunci utama dalam menjaga kesehatan mental anak adalah dengan membangun kepercayaan anak terhadap orang tua. Hal ini penting dilakukan agar anak merasa berada di posisi yang aman dan memiliki tempat untuk bersandar dan berkeluh kesah, sehingga ia tidak tumbuh menjadi pribadi yang insecure.Salah satu cara untuk membangun kepercayaan antara Si Kecil adalah dengan selalu menepati janji. Selain itu, berikan juga kenyamanan saat Si Kecil sedang ada masalah yang membuatnya merasa sedih atau cemas. Beri ia pelukan dan katakan kepadanya bahwa apa pun yang terjadi, Anda akan selalu ada di sampingnya.

2. Bina hubungan yang baik dengan anak

Hubungan yang baik antara orang tua dan anak dapat mencegah anak mengalami gangguan mental,  Salah satu cara menjalin hubungan yang baik dengan anak adalah dengan komunikasi yang baik. Hindari mengucapkan kalimat yang menyakitkan hati anak dan tidak konstruktif.

Selain itu, lakukanlah aktivitas bersama yang menyenangkan, seperti membaca buku, menggambar, mewarnai, atau bermain permainannya. Kegiatan-kegiatan ini akan mempererat hubungan Anda dengan dengan anak anda.

Tidak hanya dengan orang tua,Anak juga perlu menjalin hubungan baik dengan anggota keluarga lainnya, mulai dari kakak, adik, hingga kakek dan neneknya. Selain itu, beri juga anak ruang untuk bisa menjalin hubungan dengan teman sebayanya.

3. Tingkatkan rasa percaya diri anak

Anak yang percaya diri cenderung dapat melakukan banyak hal dengan kemampuannya sendiri, selalu berpikir positif, dan memiliki kebanggaan atas dirinya sendiri. Nah, hal-hal ini merupakan komponen dari mental yang sehat.

Agar anak bisa percaya diri, berikan ia kesempatan untuk melakukan banyak hal dan jangan mudah melarangnya untuk bereksplorasi. Anda hanya perlu memberikan arahan, mendukung, dan mengingatkannya ketika ia salah.

Selain itu, berikan pujian atas usahanya ketika anak melakukan sesuatu, entah itu berhasil atau tidak. Namun, pastikan pujian tetap realistis dan tidak berlebihan.

4. Ajarkan anak cara untuk meredakan stres

Anda perlu memahami bahwa stres adalah hal yang normal terjadi, termasuk pada anak-anak. bisa saja stres akibat banyak PR di sekolah atau berselisih paham dengan temannya. Nah, Anda sebagai orang tua perlu mengajarinya cara meredakan stres agar ke depannya ia mampu menghadapi permasalahan yang terjadi pada dirinya.

Sadarilah ketika anak anda terlihat stres dan ajak ia untuk berhenti memikirkan masalahnya sejenak. Tanyakan hal apa yang kira-kira bisa membuatnya merasa lebih baik. Ajarkan kepadanya bahwa hal ini penting untuk dilakukan, karena untuk memecahkan masalah dengan efektif, diperlukan pikiran yang tenang.

5. Biasakan anak dengan pola hidup sehat

Fisik yang sehat juga akan menyehatkan mental. Jadi, pastikan anak anda selalu menerapkan pola hidup yang sehat agar kesehatan mentalnya tetap terjaga, ya. Berikan makanan bergizi setiap harinya, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan makanan berprotein.

Ajak juga untuk aktif bergerak dengan rutin berolahraga. bebas memilih olahraga apa pun yang ia suka, tetapi Anda juga harus memastikan olahraga yang dilakukannya sesuai dengan usianya. Selain itu, pastikan juga anak anda mendapatkan tidur yang cukup.

Kesehatan mental yang baik akan membuat anak lebih bahagia dan sehat. Selain itu, anak juga mampu membangun hubungan yang baik dengan orang lain, menyerap pelajaran dengan baik, dan mampu bangkit ketika diterpa masalah, sehingga ia bisa tumbuh sebagai orang dewasa yang stabil.

Lakukanlah tips yang telah dipaparkan di atas agar kesehatan mental anak senantiasa terjaga. Anda juga harus jeli terhadap perubahan perilaku yang dialami oleh anak anda sebisa mungkin, gali masalah apa yang terjadi pada dirinya atau lingkungannya. Jika kesulitan, Anda bisa meminta bantuan psikolog atau psikiater. [Fadiyah Misbahudina Arliami]