Saluran Air Masa Kolonial Ditemukan di Taman Topi Bogor

DEPOKPOS – Pembangunan Masjid Agung dan Alun-alun Kota Bogor di eks-Taman Topi, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor terus berlanjut. Dalam pembangunannya, ditemukan saluran air yang diduga peninggalan zaman kolonial Belanda.

Temuan tersebut disampaikan oleh petugas pemeliharaan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, melalui rekaman video. Dimana video tersebut diunggah oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto di akun Instagram pribadinya, @bimaaryasugiarto.

Dalam video tersebut, sang petugas berada di dalam saluran air yang gelap dan sempit. Petugas tersebut membandingkan saluran air baru dan saluran air lama temuannya. Tepatnya di arah Jalan Nyi Raja Permas, atau ke arah pintu masuk Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), yang saat ini merupakan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Bima Arya (@bimaaryasugiarto)

Pada saluran air lama, nampak struktur bangunan saluran air membentuk setengah lingkaran, seperti terowongan. Saluran air itu tersusun dari batu bata merah, dan diduga merupakan peninggalan zaman Belanda.

BACA JUGA:   BBM Naik, Pengguna Transjakarta Meningkat

“Mohon izin Pak Wali Kota, dari tim pemeliharaan sedang normalisasi saluran di Jalan Nyi Raja Permas. Ini saluran yang baru, dari arah Jalan Dewi Sartika. Kami menemukan saluran bangunan lama, saluran ini arah Jalan Dewi Sartika saluran diduga bangunan jaman belanda. Ini yang arah masuk pagar PJKA, bangunan masih bata merah diduga belanda,” kata petugas tersebut.

BACA JUGA:   BBM Naik, Pengguna Transjakarta Meningkat

Bima Arya dalam unggahannya mengatakan, saluran itu ditemukan tim Dinas PUPR Kota Bogor yang sedang melakukan pemeriksaan saluran air, di seputar lokasi pembangunan Alun-Alun Kota Bogor dan Masjid Agung Kota Bogor. Kedua pembangunan tersebut terletak di dekat Stasiun Bogor, yang nantinya akan terintegrasi.

Dia menyebutkan, tim Dinas PUPR Kota Bogor menemukan bangunan tua di bawah tanah, mirip saluran air atau terowongan kecil. Letaknya sekitar 2 hingga 3 meter di bawah permukaan tanah.

“Bangunan ini mirip saluran air atau terowongan kecil. Terletak sekitar 2-3 meter di bawah permukaan tanah dan dibawah saluran air yang dibangun Pemkot tahun 1990-an,” ucap Bima Arya.

Dia menyebutkan, saluran air tersebut diperkirakan dibangun pada zaman Belanda. Kendati demikian, dia mengaku Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mengkaji lebih lanjut mengenai penemuan ini.

BACA JUGA:   BBM Naik, Pengguna Transjakarta Meningkat

“Dari tampilan sekilas sepertinya dibangun di masa Belanda. Pemkot akan lakukan kajian lebih dalam untuk pastikan usia, fungsi dan luasan dari bangunan ini,” ujarnya.

Diketahui, Pemkot Bogor tengah melakukan pembangunan Alun-alun dan Masjid Agung Kota Bogor. Rencananya, kedua bangunan tersebut akan terintegrasi dengan Stasiun Bogor dan pasar.

Beberapa waktu lalu, Pemkot Bogor sempat membongkar tembok pembatas antara Stasiun Bogor bangunan lama di Jalan Dewi Sartika, dan eks-Taman Topi. Selain untuk dibangun ulang agar lebih indah, di lokasi tersebut juga akan dibuat drainase. []

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.