Milenial Perlu Melek Investasi?

DEPOKPOS – Generasi milenial adalah mereka yang lahir pada kisaran tahun 1980-an hingga tahun 2000-an. Menurut data BPS, populasi generasi milenial di Indonesia mencapai sekitar 69,90 juta jiwa pada tahun 2020. Dengan demikian, keberadaan milenial akan menjadi salah satu pendorong utama perekonomian bahngsa. Sehingga penting bagi milenial untuk memiliki pengetahuan yang baik dalam pengelolaan keuangan, termasuk tentang investasi.
Investasi berbeda dengan menabung. Menabung itu objeknya uang dan merupakan simpanan jangka pendek sehingga mudah untuk menarik dana dari tabungan. Menabung tidak bisa menjaga nilai uang ketika menghadapi inflasi namun menabung mempunyai risiko yang rendah. Sumber keuntungan dari menabung berupa bunga bank atau bagi hasil pada bank syariah. Sedangkan investasi itu objeknya bervariasi, seperti emas, properti, saham, dan lain-lain. Investasi merupakan simpanan jangka panjang sehingga relative sulit untuk menarik dana karena ada periode investasi yang harus dipenuhi. Investasi relative menjaga nilai uang ketika menghadapi inflasi. Risiko pada investasi juga beragam mulai dari rendah hingga tinggi. Sumber keuntungan yang di dapatkan dari investasi berupa imbal hasil.
Dengan berinvestasi maka kita akan membangun ketahanan finansial dimasa yang akan datang. Dengan berinvestasi maka kita juga dapat memastikan nilai uang yang kita miliki tidak menyusut karena laju investasi. Namun minat milenial terhadap inveestasi ternyata masih rendah. Dengan segala kemajuan teknologi saat ini sebenarnya kita dapat lebih mudah untuk mencari tahu berbagai bentuk investasi. Ada banyak opsi investasi yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan serta rencana keuangan kita. Tentu saja tiap opsi investasi memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
Berikut ini ada beberapa investasi yang paling pas untuk milenial :
⦁ Emas
Emas adalah bentuk investasi yang paling mudah karena dapat disesuaikan dengan dana yang kita miliki. Emas juga mudah dijual kembali saat kita sedang memerlukan dana di saat darurat. Harga emas relative stabil dan memiliki risiko investasi rendah.
⦁ Reksadana
Reksadana termasuk investasi yang relative murah dan memiliki jangka waktu investasi yang tidak terlalu lama serta risikonya relative rendah. Pada reksadana ada manajer investasi yang akan mengelola dana kita.
⦁ SBN ( Surat Berharga Negara)
SBN merupakan investasi yang dijamin oleh pemerintah sehingga terjamin aman. Waktu investasi SBN tidak terlalu lama karena imbal hasil akan diterima secara rutin tiap bulan selama masa investasi. Jika kita investasi SBN maka kita dapat berpartisipasi membangun negara.
Yang harus diingat saat berinvestasi adalah memastikan tempat kita menginvestasikan dana telah terdaftar dan diawasi oleh OJK agar tidak tertipu investasi abal-abal atau investasi penipu. Tidak ada salahnya untuk mulai mengalokasikan pendapatan kita untuk investasi. [Fabela Tri Wardani/STEI SEBI]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.