Mengenal Transaksi Jual Beli dengan Akad Salam

Secara terminologi, jual beli salam adalah menjual suatu barang yang penyerahannya ditunda atau menjual suatu barang yang ciri-cirinya disebutkan dengan jelas dengan pembayaran modal terlebih dahulu. Sedangkan barangnya diserahkan di kemudian hari yang bersifat dalam pertanggung jawaban, dengan ucapan menyerahkan seperti “Saya menyerah kan kepada engkau dua puluh perak terhadap dua puluh bambu yang sifatnya begini-begini.”

Jadi, yang dimaksud dengan jual beli salam adalah transaksi jual beli yang pembayarannya dilaksanakan ketika akad berlangsung dan penyerahan barang dilaksanakan di akhir sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli.

Dasar Hukum Jual Beli Salam

1. Al-Qur’an
Islam merupakan agama yang telah mengatur semua tingkah laku manusia baik masalah keimanan, tauhid, ibadah, dan begitu pula masalah ekonomi..Sebagai salah satu pembuktian bahwa Islam mengatur masalah berkaitan dengan ekonomi, sebagaimana firman Allah dalam :
QS al-Baqarah: 282

ٱَنيِذَّلَفىّٗمَسُّمٖلَجَأَٰٓىَلِإٍنۡيَدِبمُتنَياَدَتاَذِإْآَٰوُنَماَءٱُهوُبُتۡك

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya”

2. Hadist

Selain dari Al-Qur’an, jual beli juaga dijelaskan dalam hadits Nabi SAW, di antaranya:

عن ابيهريره رضيالله عنه عن النبي صلي الله عليه وسلم قل لا يخترقن اثنان الا عن تر اض

“Dari Abi Hurairah r.a dari Nabi Saw, bersabda: janganlah dua orang yng jual beli berpisah, sebelum saling meridhoi” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Begitu juga hadis:”Siapa saja yang melakukan jual beli salam (salaf), maka lakukanlah dalam ukuran (takaran) tertentu, timbangan tertentu dan waktu tertentu”(HR. Bukhari-Muslim)

Ada kalanya, sistem jual belipada akad salam ini tidak semua jual beli harus memakai akad salam, hanya tertentu saja dan salah satunya berada dalam marketplace. Semua transaksi yang dilakukan antara penjual dan pembeli harus memenuhi syarat dan rukun. Mengutip pada jurnal Saprida berjudul “Akad salam dalam transaksi jual beli”

Adapun Syarat dan Rukun dalam akad salam :

Rukun jual beli salam adalah sebagai berikut:

1). Muslam (Konsumen) pihak memesan barang.
2). Muslam ilaih (penjual) adalah pihak yang memproduksi barang.
3). Modal atau uang atau disebut pihak yang menyebut harga (tsaman).
4). Muslan fiih adalah barang yang diperjual belikan.
5). Shigat adalah ijab dan qabul.

Syarat-syarat akad salam :

a.. Uang hendaklah dibayar di tempat akad. Jadi, pembayaran dilakukan terlebih dahulu.
b. Barang menjadi hutang bagi si penjual.
c. Barang dapat diberikan sesuai waktu yang telah ditentukan/ disepakati. Pada waktu yang sudah disepakati bersama barang itu harus sudah ada.
d. Barang tersebut hendaklah jelas ukurannya, baik takaran, timbangan, ukuran ataupun bilangannya.
e. Diketahui dan disebutkan sifat-sifat barangnya. Dengan sifat itu berarti harga dan kemauan orang pada barang tersebut dapat berbeda. Sifat-sifat ini hendaknya jelas sehingga tidak ada keraguan yang akan mengakibatkan perselisihan antara kedua belah pihak (si penjual dan si pembeli). Begitu juga macamnya, harus juga disebutkan.
f. Disebutkan tempat menerimanya, kalau tempat akad tidak layak buat menerima barang tersebut. Akad salam harus terus, berarti tidak ada khiyar syarat.

Dengan demikian, dalam transaksi jual beli melalui akad salam masing-masing antara pembeli dan penjual barang haruslah jelas dan jujur tidak boleh dibuat-buat serta barang yang diberikan sesuai waktu yang telah disepakati bersama. Jika terdapat ketidakjelasan pada baran tersebut baik waktu yang disepakati,takaran,ataupun sifat barang tetapi uang tersebut sudah di berikan pada awal ijab qabul. Maka bisa terjadinya gharar dan pembeli mempunyai hak untuk membatalkan akad tersebut.

Contoh Akad Salam

Banyak sekali contoh transaksi akad salam yang sering kita lakukan seperti belanja online atau bersifat pre order dll. Secara garis besar sebagai gambaran umum tentang transaksi bisnis online merupakan cara baru dalam berbisnis dimulai sejak beberapa tahun silam dan kemudian berkembang pesat saat ini sehingga jual beli online mulai banyak bermunculan. Di Indonesia saja terdapat beberapa situs jual beli yang cukup terkenal. Situs jejaring sosial juga banyak digunakan sebagai tempat berbisnis. Jual beli online adalah transaksi electronik money (uang elektronik).

Transaksi ini tidak nyata karena aplikasinya di dunia maya, akan tetapi memiliki sifat dan ukuran tertentu, sehingga dengan sifat dan ukuran itu seolah-olah nampak atau nyata karena pada akhirnya pembeli pun dapat mewujudkannya dalam nilai dan riil, yaitu disaat bertransaksi pembeli akan memperoleh barang dalam bentuk yang nyata.

Ciri khas jual beli online ini adalah penjual dan pembeli tidak bertemu secara langsung,barang yang diperdangkan juga tidak nyata, hanya berupa deskripsi disertai foto. Jual beli yang seperti itu tentu saja rawan penipuan. Kasus penipuan jual beli online juga cukup banyak ditemukan. Walaupun begitu tetap saja jual beli online menarik minat banyak orang.

Kelebihan jual beli online terletak pada cara transaksinya yang praktis. Penjual tidak memerlukan tempat toko atau lapak khusus, cukup membuat situs pribadi atau melalui situs jual beli online. Sebagai pembeli, tidak perlu ke luar ruangan untuk mencari barang yang diinginkan. Cukup membuka internet lewat laptop atau gadget lainnya, lalu mulai mencari barang yang diinginkan. Hemat biaya dan waktu. Pembayaran juga cukup melalui transfer ATM atau e-banking. Selesai transaksi, tunggu beberapa hari maka barang akan diterima, diantarkan oleh jasa pengiriman barang sehingga sangat praktis dan memudahkan semua pihak.

Penulis : Anggita Herfiani, Anna Rufaida, Fuad Fajri Nur Salawuddin. STEI SEBI, Sawangan, Depok.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.