oleh

Kisah Seorang Raja yang Sholeh

Oleh: Afifah Uswatun Nisa A. (STEI SEBI)

Zulkarnain merupakan anak laki-laki dari bangsa Romawi. Beliau lahir sebagai anak tunggal dari orang tua yang paling miskin di kotanya. Sejak kecil beliau sudah memiliki sifat dan akhlak terpuji, serta dikenal sebagai anak yang sholeh. Zulkarnain tumbuh menjadi sosok yang bijaksana dan bersahaja. Dalam perjalanan hidupnya, Zulkarnain diberi kekuasaan oleh Allah SWT untuk memerintahkan bumi. Beliau menjadi seorang raja yang memiliki kekuasaan yang sangat luas, sampai bisa menyatukan belahan barat dan belahan timur.

Kisah beliau disebutkan dalam surat Al-Kahfi ayat 83-84 yang artinya “Dan mereka telah bertanya kepadamu Muhammad tentang Zulkarnain. Katakanlah, “akan kubaca-kan kepadamu kisahnya”. Sungguh, kami telah memberikan kedudukan kepadanya di bumi dan Kami telah memberikan jalan kepadanya untuk mencapai segala sesuatunya.”

Kemudian beliau menempuh perjalanan jauh hingga akhirnya tiba di belahan barat. Di sana beliau menemukan suatu kaum yang tidak beragama. Zulkarnain mengatakan seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an, “Barang siapa yang zalim, kami akan menghukumnya, lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian Tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras. Namun adapun orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka dia mendapat pahala yang terbaik sebagai balasan. Dan akan kami sampaikan kepadanya perintah kami yang mudah.” (QS. Al-Kahfi: 87-88).

BACA JUGA:  Peran Orang tua dalam Membangun Generasi Islami

Zulkarnain melanjutkan perjalanan ke arah lain hingga akhirnya tiba di belahan timur. Beliau melihat matahari yang bersinar di atas suatu kaum, yang tidak memiliki pelindung dari cahaya matahari. Kemudian, beliau melakukan perjalanan ke arah lain lagi sampai akhirnya dia sampai di dua buah gunung yang di belakangnya terdapat suatu kaum yang tidak memahami pembicaraan. Lalu mereka berkata bahwa Yakjuj dan Makjuj adalah makhluk yang akan membuat kerusakan di  bumi. Sehingga mereka menginginkan bantuan Zulkarnain untuk membuat dinding penghalang di antara mereka, dengan alih-alih akan memberikan imbalan.

BACA JUGA:  Penggunaan Aplikasi Daring bagi Pelaku UMKM Sebagai Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

Zulkarnain berkata bahwa apa yang telah Allah SWT berikan kepadanya itu lebih baik daripada imbalan. Sehingga beliau mengatakan kepada kaum tersebut untuk membantu dirinya membuat dinding penghalang antara mereka dengan Yakjuj dan Makjuj dengan menggunakan kekuatan. Dinding penghalang tersebut terbuat dari besi yang dipotong-potong sama rata, kemudian dipasangkan di antara kedua gunung itu. Zulkarnain meminta kepada mereka untuk meniupkan api pada besi tersebut hingga menjadi merah menyala, kemudian beliau menuangkan tembaga mendidih ke atas besi api itu. Sehingga Yakjuj dan Makjuj tidak dapat melubangi dan mendaki dinding penghalang yang telah dibuat.

Zulkarnain berkata seperti yang telah tertulis di dalam Al-Qur’an yaitu, “Dinding ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila janji Tuhanku sudah datang. Dia akan menghancurluluhkan dan janji Tuhanku itu benar.” (QS. Al-Kahf:98).

BACA JUGA:  Haruskah Perempuan Berperan?

Pada hal ini beliau menjelaskan apa yang telah ia lakukan merupakan petunjuk dan rahmat dari Allah SWT dan apabila Allah telah menjanjikan sesuatu pada hambanya maka janji Allah itu akan datang datang.

Dari cerita di atas kita dapat melihat sifat yang terpuji dari seorang Zulkarnain, yang di mana beliau memperlihatkan kelemahan seorang hamba yang tidak dapat melakukan sesuatu tanpa pertolongan Allah SWT. Dan juga menjelaskan bahwa dinding penghalang tersebut hanya bersifat sementara, kelak dinding itu akan hancur jika Allah SWT telah berkehendak. Hal inilah yang menjadi pembelajaran untuk kita semua, bahwa apa yang terjadi pada dunia ini tidak terlepas dari campur tangan Allah SWT. Wallahu A’lam.

Komentar

Berita lainnya