oleh

Intervensi Covid-19 di Lingkungan Keluarga

Intervensi menurut Oktaviani (n.d) merupakan suatu tindakan yang dirancang untuk membantu seseorang beralih dari tingkat kesehatan saat ini menjadi tingkat kesehatan yang diinginkan. Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia (2011), intervensi merupakan kegiatan pemberian pelayanan melalui rencana asuhan kepada anak baik dalam keluarga maupun lingkungan lembaga kesejahteraan sosial anak. Berdasarkan kedua pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa intervensi adalah sebuah kegiatan untuk membantu seseorang mengubah status kesehatannya menjadi lebih stabil atau sesuai keinginannya, baik anak maupun orang dewasa di dalam keluarga dengan memberikan pelayanan pengasuhan.

Keluarga Menjadi Prioritas Pertama

Menurut Salvicion dan Celis (1998) dalam Warta Kesmas edisi 03 (2017) keluarga terdiri atas dua orang atau lebih yang tinggal dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau pengangkatan yang karena perannya dapat berinteraksi satu sama lain. Peran utama keluarga adalah mengenalkan perilaku yang sesuai norma, mengajarkan penyesuaian diri dengan lingkungan sosialnya dan perubahan lingkungan yang terjadi. Adanya pandemi COVID-19 membuat peran keluarga dalam menekan angka kasus sangat penting. Keluarga memegang tanggung jawab penting dalam menjaga setiap anggota keluarganya agar tidak mengalami penyesalan karena melakukan sesuatu yang tidak seharusnya. Di masa pandemi sekarang ini, intervensi dapat menjadi pencegahan terbaik. Intervensi COVID-19 di lingkungan keluarga menciptakan dan membawa perubahan untuk orang-orang yang kita cintai agar bersikap proaktif dalam melaksanakan langkah pencegahan sesuai dengan arahan petugas kesehatan.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Langkah Tepat Untuk Mengintervensi Keluarga

Di dalam keluarga, kita dapat mempersiapkan sebuah rencana guna melindungi keluarga dari COVID-19 yaitu dengan cara tetap mengikuti informasi terkini tentang penyebaran COVID-19 dari media resmi pemerintah, membuat daftar kontak darurat untuk berjaga-jaga jika terdapat kondisi yang tidak diinginkan. Persiapkan diri kita dan keluarga bahwa kita mungkin terkena COVID-19 mengingat seseorang dapat terkena COVID-19 tanpa gejala, pertimbangkan orang-orang yang berada di rumah kita baik dari segi umur atau riwayat penyakit karena mereka lebih berisiko terkena COVID-19. Jika salah satu anggota keluarga sakit pertimbangkanlah untuk melakukan karantina mandiri atau karantina di tempat yang disediakan pemerintah, tidak lupa juga untuk selalu mendukung mereka untuk sembuh. Untuk anggota keluarga yang sudah cukup berumur dan memiliki risiko terkena COVID-19 lebih besar, beritahu mereka untuk tetap berada dirumah dan sediakan multivitamin atau obat lain untuk membantu memelihara kesehatan mereka. Bagi keluarga yang memiliki hewan peliharaan, sebaiknya membatasi interaksi hewan peliharaan dengan orang lain. (CDC,2020).

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Langkah penting untuk mencegah keluarga dari COVID-19 adalah mencuci tangan menggunakan sabun serta air mengalir minimal 20 detik. Selain itu dapat juga menggunakan pembersih tangan yang mengandung alkohol dengan kadar minimum 60%. Jangan menyentuh area wajah jika dirasa tangan dalam kondisi tidak bersih. Jika berada di tempat umum jangan menyentuh gagang pintu atau permukaan barang yang sering disentuh orang lain. Jika batuk, bersin, atau membuang ingus sebaiknya memakai tisu lalu membuang tisu tersebut ke tempat sampah dengan segera mungkin. Tetap gunakan masker jika berada di tempat umum atau terdapat anggota keluarga yang sakit serta memisahkan penggunaan alat makan jika terdapat anggota keluarga yang memiliki gejala COVID-19 serta melakukan physical-distancing minimal berjarak 6 langkah kaki. Jika terdapat anggota keluarga yang masih bekerja diluar rumah, sebaiknya membersihkan rumah dengan lebih sering menggunakan desinfektan. (CDC,2020)

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Sebagai salah satu anggota keluarga, tentunya kita tidak menginginkan orang yang kita sayangi terkena COVID-19, karenanya mulailah untuk mengintervensi dan mengkomunikasikan informasi terkait COVID-19 di lingkungan keluarga. Beranikan diri untuk mengintervensi keluarga kita terlebih dahulu, mencari waktu yang tepat untuk berbicara kepada anggota keluarga lainnya, gunakan ruangan pribadi jika dibutuhkan, memberi perhatian kepada anggota keluarga, menjaga emosional diri (tetap tenang) karena selama intervensi emosi kita dapat meningkat dan tidak terkontrol, ingat untuk tidak menyiram api dengan api. Selain itu, saat berbicara sebaiknya menggunakan bahasa tubuh agar anggota keluarga lebih menangkap informasi yang kita berikan. Sudah menjadi rahasia umum apabila terkadang anggota keluarga tidak mendengarkan informasi atau arahan yang kita sampaikan, untuk itu jangan menyerah. Beberapa keluarga mungkin akan langsung mendengarkan namun beberapa keluarga lainnya mungkin tidak. Jangan menyerah dan jangan menaruh tekanan pada diri sendiri jika tidak melihat hasilnya secara langsung. Karena apapun yang terjadi, kita tidak boleh menyerah demi setiap anggota keluarga yang kita sayangi. (FRN,undated).

Oleh Kurnia Adelia dan Margaretta Ulina P, mahasiswa FKM UI

Komentar