oleh

Gangguan Neurologis: Dampak COVID-19 yang Jarang Diketahui

Saat ini dunia sedang mengalami masalah kesehatan serius yang disebut COVID-19. Penyakit yang berpengaruh ke berbagai sektor ini pertama kali ditemukan pada Desember 2019 di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Penyakit ini merupakan penyakit pernapasan yang dapat menular melalui droplet sehingga penyebarannya sangat cepat ke berbagai negara. Hal tersebut mengakibatkan WHO menyatakan wabah ini sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) sesuai dengan Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) pada 30 Januari 2020. Penderita COVID-19 memiliki berbagai gejala seperti demam, batuk, sesak napas, nyeri otot, sakit kepala, kehilangan rasa, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, mual, dan diare. Walaupun COVID-19 ini merupakan penyakit pernapasan, tetapi juga berdampak pada berbagai fungsi tubuh lainnya seperti jantung, ginjal, pencernaan, sistem saraf dan otak, dan lainnya. Pada tulisan ini akan membahas lebih lanjut mengenai dampak neurologis pada pasien COVID-19.

Beberapa pasien COVID-19 dengan infeksi yang parah menunjukkan penyakit neurologis. Gangguan neurologis secara medis adalah gangguan yang mempengaruhi otak serta saraf di seluruh tubuh manusia dan sumsum tulang belakang. Kelainan struktural, biokimia atau listrik di otak, sumsum tulang belakang, atau saraf lain dapat menyebabkan berbagai gejala. Virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab COVID-19 ini memiliki karakteristik neurotropisme dan neuro-invasif yang mengakibatkan konsekuensi saraf dan psikologis pada sebagian penderita COVID-19. Studi yang dilakukan Rogers dkk. (2020) menunjukkan bahwa dampak neurologis pada tahap akut yaitu antara lain insomnia, kecemasan, gangguan memori, depresi dan kebingungan. Sedangkan dampak yang timbul pasca penyakit antara lain gangguan tidur, mudah tersinggung, kecemasan, insomnia, dan depresi.

Tinjauan terbaru yang dilakukan oleh Ellul dkk (2020) menunjukkan bahwa terdapat sekitar 901 pasien COVID 19 memiliki manifestasi neurologis. Tinjauan yang diperbarui secara sistematis oleh Whittaker et al. juga membahas manifestasi neurologis COVID-19 seperti sindrom Guillain-Barre (GBS), sakit kepala, disfungsi penciuman, dan gangguan serebrovaskular akut. Serangkaian penelitian dari 214 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit Wuhan menunjukkan 78 pasien (36,4%) memiliki manifestasi neurologis. Manifestasi neurologis ini diklasifikasikan sebagai sistem saraf pusat/CNS (24,8%), sistem saraf perifer/PNS (8,9%), dan cedera otot rangka (10,7%). Pada pasien dengan manifestasi CNS, gejala yang paling sering dilaporkan adalah pusing dan sakit kepala, sedangkan pada pasien dengan manifestasi PNS, gejala yang paling sering dilaporkan adalah gangguan pengecap dan penciuman. Selain itu, gangguan lain yang dianalisis termasuk hipertensi, diabetes, penyakit serebrovaskular, dan penyakit ginjal kronis.

BACA JUGA:  Suka ngemil? Perhatikan nilai gizinya!

RSUD Tangerang Kota melakukan penelitian pada 492 pasien COVID-19 yang terdiri dari 25 pasien disertai manifestasi klinis neurologis dan 467 pasien tanpa manifestasi klinis neurologis. Dalam penelitian tersebut terdapat 54 pasien (11%) meninggal dunia. Dari 25 pasien dengan manifestasi klinis neurologis, 7 pasien (28%) meninggal dunia dan 18 lainnya (72%) kembali pulih. Sedangkan pada pasien tanpa manifestasi klinis neurologis 10% diantaranya meninggal dunia dan 90% lainnya dapat pulang dengan kondisi membaik. Dari data tersebut terlihat bahwa angka kematian (mortality rate) pasien COVID-19 dengan manifestasi neurologis lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang tidak disertai dengan manifestasi klinis neurologis dengan persentase 28% dan 10%. Bahkan angka kematian pada pasien COVID-19 yang disertai dengan manifestasi klinis neurologis juga lebih tinggi bila dibandingkan dengan angka kematian pasien COVID-19 secara keseluruhan.

Mekanisme infeksi virus corona dan kerusakan saraf akibat SARS-CoV-2 diawali dengan virus yang dapat memasuki sistem saraf secara langsung melalui saraf penciuman, peredaran darah, ACE2 di batang otak, kerusakan imun dan jalur saraf sehingga mengakibatkan gangguan neurologis. Selain itu, SARS-CoV-2 juga dapat memanfaatkan neuron aferen simpatis dari sistem saraf enterik (ENS) untuk mendapatkan akses ke sistem saraf pusat saat terjadi infeksi di saluran pencernaan. Survei epidemiologi COVID-19 menggambarkan bahwa dari masa inkubasi hingga perawatan intensif yang memakan waktu sekitar 8 hari cukup untuk menyerang dan menghancurkan neuron meduler. Kondisi tersebut dapat memburuk bagi pasien COVID-19 yang telah memiliki gangguan neurologis sebelumnya.

BACA JUGA:  Pentingnya Memahami Manajemen Risiko Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0

Manifestasi dan komplikasi neurologis dapat terbagi menjadi dua, yaitu manifestasi sistem saraf pusat (CNS) dan manifestasi sistem saraf perifer (PNS). Manifestasi sistem saraf pusat (CNS) meliputi epilepsi, ataksia, ensefalitis, gangguan kesadaran, Acute Hemorrhagic Necrotizing Encephalopathy (ANE), dan sakit kepala. Ensefalitis mengacu pada lesi inflamasi di otak, yang meliputi lesi jaringan saraf dan kerusakan saraf. Sementara itu, manifestasi sistem saraf perifer (PNS) meliputi kerusakan kerangka, anosmia, disfungsi kemosensori, dan Sindrom Guillain-Barre (GBS).

Saat ini, masih belum ada pengobatan yang pasti untuk COVID-19. Namun, terdapat prinsip-prinsip yang dinilai efektif untuk mencegah dampak neurologis. Prinsip tersebut yaitu mewaspadai gejala neurologis yang ditandai jumlah limfosit rendah dengan melakukan CT scan dan uji COVID-19 apabila merasakan gejala tersebut. Selain itu juga dapat melakukan perawatan pada pasien yang ringan untuk menghindari keparahan kasus sehingga dapat mengurangi risiko neurologis pada pasien.

COVID-19 memiliki dampak terhadap berbagai organ dan fungsi tubuh. Maka dari itu, yuk kita cegah COVID-19 dengan tetap menaati protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak!

Oleh Mazaya Shafa Ainan Dini dan Maulidya Sekar Aulia, FKM UI.

 

Referensi
1. Singhal T. A Review of Coronavirus Disease-2019 (COVID-19) [Internet]. Vol. 87, Indian Journal of Pediatrics. Springer; 2020 [cited 2020 Nov 25]. p. 281–6. Available from: /pmc/articles/PMC7090728/?report=abstract
2. Cascella M, Rajnik M, Cuomo A, Dulebohn SC, Di Napoli R. Features, Evaluation and Treatment Coronavirus (COVID-19). StatPearls. 2020 Oct;
3. National Center for Immunization and Respiratory Diseases (NCIRD) D of VD. Symptoms of Coronavirus. CDC. 2020.
4. Nuzzo D, Picone P. Potential neurological effects of severe COVID-19 infection. Neurosci Res. 2020 Sep;158:1–5.
5. Hogan S. Neurological Disorders. Mntana DPHHS.
6. Sultana S, Ananthapur V. COVID-19 and its impact on neurological manifestations and mental health: the present scenario. Neurol Sci. 2020 Nov;41(11):3015–20.
7. Khatoon F, Prasad K, Kumar V. Neurological manifestations of COVID-19: available evidences and a new paradigm [Internet]. Vol. 26, Journal of NeuroVirology. Springer Science and Business Media Deutschland GmbH; 2020 [cited 2020 Dec 16]. p. 619–30. Available from: /pmc/articles/PMC7444681/?report=abstract
8. Whittaker A, Anson M, Harky A. Neurological Manifestations of COVID-19: A systematic review and current update [Internet]. Vol. 142, Acta Neurologica Scandinavica. Blackwell Publishing Ltd; 2020 [cited 2020 Dec 16]. p. 14–22. Available from: /pmc/articles/PMC7273036/?report=abstract
9. Mao L, Jin H, Wang M, Hu Y, Chen S, He Q, et al. Neurologic Manifestations of Hospitalized Patients with Coronavirus Disease 2019 in Wuhan, China. JAMA Neurol [Internet]. 2020 Jun 1 [cited 2020 Dec 16];77(6):683–90. Available from: /pmc/articles/PMC7149362/?report=abstract
10. Manifestasi Neurologi Pada Pasien COVID-19 Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang Sebagai Pusat Rujukan COVID-19 Provinsi Banten, Indonesia KSM SARAF-KSM PARU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA TANGERANG BANTEN-INDONESIA 2020.
11. Wang D, Hu B, Hu C, Zhu F, Liu X, Zhang J, et al. Clinical Characteristics of 138 Hospitalized Patients with 2019 Novel Coronavirus-Infected Pneumonia in Wuhan, China. JAMA – J Am Med Assoc [Internet]. 2020 Mar 17 [cited 2020 Dec 16];323(11):1061–9. Available from: /pmc/articles/PMC7042881/?report=abstract
12. Zhou Y, Li W, Wang D, Mao L, Jin H, Li Y, et al. Clinical time course of COVID-19, its neurological manifestation and some thoughts on its management [Internet]. Vol. 5, Stroke and Vascular Neurology. BMJ Publishing Group; 2020 [cited 2020 Dec 16]. p. 177–9. Available from: /pmc/articles/PMC7211099/?report=abstract

Komentar

Berita lainnya