oleh

Peluang dan Tantangan Perbankan Syariah di Era Revolusi Industri 4.0

Ekonomi digital kini memasuki era baru yang disebut Revolusi Industri 4.0. Menipisnya batas antar dunia maya dan dunia nyata mempengaruhi kehidupan, salah satunya sektor perbankan. Penetapan lingkungan yang efektif dan aman agar berhasil dan mampu mentransformasi semua sektor, terutama sektor ekonomi dan bisnis di Indonesia, harus diikuti dengan penerapan industri generasi keempat.

Pelaku ekonomi kreatif dan lembaga keuangan syariah harus mampu berpikir kreatif dan optimal dalam Revolusi Industri 4.0, dalam mempersiapkan diri menghadapi segala tantangan dan peluang yang diciptakan oleh era ini. Era revolusi industry 4.0 dapat mendorong bank-bank syariah untuk berinovasi, seperti yang kita liat sekarang transaksi pada era revolusi industri 4.0 lebih banyak melibatkan dunia maya (e-money). Adapun peluang perbankan syariah untuk membangun barang dan jasa guna menghadapi industri 4.0 yaitu pertama, human capital yang profesional, kedua technical maturity, ketiga produk yang dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

BACA JUGA:  Pentingnya Etika Profesional Auditor

Di sisi lain, Bank syariah menghadapi ancaman yang signifikan dalam konteks revolusi industri 4.0, bagaimana produk dan layanan dapat dioptimalkan untuk merangsang pertumbuhan dan persaingan di sektor ekonomi dan bisnis. Oleh karena itu, perbankan diharapkan dapat lebih beradaptasi dengan pertumbuhan era perbankan digital 4.0.

Transaksi pada masa yang akan datang lebih melibatkan sistemĀ  syariah, dalam hal ini peran milenial akan menjadi sangat penting karena generasi milenial yang akan lebih menguasai perkembangan teknologi dan akan menciptakan peluang-peluang lain dalam pertumbuhan perbankan syariah.

BACA JUGA:  COVID-19 dan Urgensi Ekonomi Syariah

 

 

Komentar

Berita lainnya