oleh

Meningkatkan Tata Kelola Perbankan Syariah Lewat Audit Internal

Industri perbankan merupakan salah satu sektor moneter yang melibatkan dana dari masyarakat luas. Dalam kegiatan utamanya yaitu menghimpun dana dan menyediakan berbagai pembiayaan haruslah diikuti dengan prosedur yang tepat, maka dari itu peran audit internal sangatlah penting dalam memonitori seluruh kegiatan operasionalnya, begitupun juga pada perbankan syariah. Adams (1994) menyatakan bahwa sebuah bisnis yang kompleks termasuk Lembaga keuangan lebih cenderung menggunakan audit internal untuk mengatasi kesenjangan informasi antara pihak internal dan eksternal. Dalam hal ini audit internal melaksanakan tugasnya sebagai pihak internal yang independen sekaligus melakukan pemantauan terhadap kinerja dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Audit internal juga berperan menciptakan internal kontrol yang baik untuk memenuhi kepatuhan syariah dalam setiap kegiatannya. Menurut Mardiyah dan Mardian (2015) Lembaga keuangan Syariah memiliki karakteristik yang berbeda dari Lembaga keuangan konvensional, pada kegiatan operasionalnya lembaga keuangan syariah haruslah selaras dengan ketentuan syariah, pun juga pada produk yang dihasilkan. Melihat hal tersebut maka perbankan syariah membutuhkan audit internal yang lebih berkompeten untuk mengawasi kinerjanya, namun nyatanya pengembangan dari audit internal di Indonesia terhadap pemenuhan prinsip syariah belum berjalan secara ideal.

BACA JUGA:  Pengukuran Fungsi Audit Internal Syariah yang Efektif di Lembaga Keuangan Syariah

Adapun penggunaan audit internal secara efisien dapat meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik, hal ini didukung BASEL (2012) dalam penelitiannya yang menekankan adanya perubahan signifikan pada penerapan fungsi audit internal di sektor perbankan dan perannya dalam menjaga tata kelola yang sehat serta manajemen risiko yang efektif. Pelaksanaan audit ini bertujuan untuk menjaga kualitas operasional serta kredibilitas Lembaga keuangan dimata publik dan seluruh stakeholder, baik dari segi penerapan manajemen keuangan, administrasi, dan sisi kepatuhan sistem syariah. Salah satu yang menjadi tolak ukur efektivitas audit internal ini tergantung pada adanya rencana audit berbasis risiko, kontribusi dari komite audit serta ukuran perusahaan untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang maksimal (Sarens, 2012).

BACA JUGA:  Nabung Emas Menjadi Tren, Bagaimana Hukumnya?

Berdasarkan pernyataan yang dibuat AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions) terkait kode etik akuntan dan auditor syariah untuk Lembaga keuangan yaitu profesionalisme dan prinsip etika yang diambil dari dasar syariat. Dalam hal ini pelatihan yang menunjang audit internal untuk memahami dan menguasai seluruh kode etik yang berlaku sangatlah penting, serta pengetahuan yang menyeluruh terkait sistem syariah karena dalam pelaksanaannya audit internal harus bisa memastikan kepatuhan syariah pada Lembaga keuangan. Audit internal juga harus dapat menunjukan bahwa independensi dirinya tetap terjaga sehingga pihak eksternal tidak akan meragukan obyektivitas dari auditor.

Dengan demikian, peran dari audit internal pada perbankan syariah sudah tidak diragukan lagi, dari mulai mengawasi kepatuhan syariah pada setiap kegiatan Lembaga keuangan sampai dengan meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik. Namun peran audit ini tidak akan maksimal jika tidak dibarengi dengan kompetensi, profesionalisme dan pengetahuan sistem syariah audit internal. Oleh karenanya ini menjadi tugas bersama untuk bisa membina generasi selanjutnya agar mampu menghasilkan calon audit internal yang berkualitas.

BACA JUGA:  Pentingnya Etika Profesional Auditor

 

*Aisyah

Referensi :
Adams, M.B. (1994), “Agency theory and the internal audit”, Managerial Auditing Journal, Vol. 9 No. 8
BASEL (2012), “The internal audit function in banks, bank for international settlements”, available at: www.bis.org/publ/bcbs223.pdf
Mardian, S., & Mardiyah, Q. (2015). Praktik Audit Syariah Di Lembaga Keuangan Syariah Indonesia.
Sarens, G., Abdolmohammadi,M.J. and Lenz, R. (2012), “Factors associated with the internal audit function’s role in corporate governance”, Journal ofApplied Accounting Research, Vol. 13 No. 2

Komentar

Berita lainnya