oleh

Penyalahgunaan Obat Biasa Menjadi Tidak Biasa

Seiring berkembangnya zaman, kasus tentang penyalahgunaan narkotika atau obat-obatan terlarang pada kalangan remaja terus meningkat dari tahun ke tahun. Sangat disayangkan karena remaja saat ini tidak memikirkan apa yang telah dilakukannya sekarang akan ada dampak buruk bagi dirinya nanti di masa depan. Bermula hanya mencoba-coba saja sampai menjadi kecanduan terhadap obat-obatan tersebut.

Jika dulunya obat biasa seperti obat untuk penyakit flu,demam dan lain-lain digunakan untuk kepentingan pengobatan, kini obat-obatan tersebut malah jadi sesuatu yang menakutkan. Bagaimana tidak? Jika obat tersebut digunakan atau dikonsumsi secara berlebihan dengan cara yang seharusnya kita mengkonsumsi 1 tablet saja dalam sehari tetapi mereka menyalahgunakan dengan mengkonsumsi 3-10 tablet dalam sehari dan menurut kalangan remaja obat-obatan tersebut sangat mudah dicari dan harga juga murah sehingga mereka lebih memilih menyalahgunakan obat tersebut tanpa memikirkan efek samping atau dampak kedepannya bagi tubuh mereka. Hal ini terjadi karena pergaulan mereka yang kurang baik.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jendral Polisi Heru Winarko menyebut, penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja semakin meningkat. Di mana ada peningkatan sebesar 24 hingga 28 persen remaja yang menggunakan narkoba. “Hasil dari penilitian kita bahwa penyalahgunaan itu beberapa tahun lalu, generasi muda hanya sebesar 20 persen dan sekarang meningkat 24-28 persen itu adalah kebanyakan pengguna anak-anak dan remaja,”kata Heru di The Opus Grand Ballroom At The Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu(26/6/19).

BACA JUGA:  Hati-hati Jangan Jongkok di WC Duduk

Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika,Psikotropika dan bahan adiktif lainnya. Narkoba adalah bahan/zat yang dimasukkan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum,dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan dan perilaku seseorang. Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, adapun dampak seperti : Gangguan pada jantung dan pembuluh darah, Gangguan pada system syaraf, Gangguan pada kulit, Gangguan pada paru-paru, sulit tidur, gelisah, sulit berkonsentrasi, memiliki perasaan tidak nyaman dan lainnya.

BACA JUGA:  Hati-hati Jangan Jongkok di WC Duduk

Namun, pernahkah mereka memikirkan dampak yang terjadi setelah mereka mengkonsumsi penyalahgunaan obat-obatan tersebut? Menurut Steve (nama disamarkan) seorang anak remaja yang masih menduduki bangku kuliah di salah satu universitas di Jakarta dan berumur 19 tahun yang sudah menyalahgunakan obat-obatan sejak umur 17 tahun.

“Saya awalnya ditawarin oleh teman satu sekolah saya pada saat saya masih SMA tapi saya mengkonsumsi obat-obatan tersebut tidak setiap hari melainkan jika saya sedang stress saja. saya tertarik karena pada saat itu saya sedang pusing dengan tugas yang numpuk,nilai-nilai saya yang jelek dan yang paling penting karena suasana rumah yang sedang kacau yang akhirnya membuat saya menjadi lebih tertarik. Alasan saya mengkonsumsi obat tersebut karena bisa mengurangi beban dipikiran saya pada saat itu walaupun sementara. Saya menyadari bahwa perbuatan saya seperti itu salah, akhirnya saya mengurangi nongkrong dan mulai aktif dalam kegiatan sekolah supaya saya hisa melupakan masalah saya dan tidak menggunakan obat-obatan tersebur lagi,” jelas Steve.

BACA JUGA:  Istilah-Istilah Pinjaman Online yang Wajib Diketahui

Dari narasumber diatas bisa kita lihat bahwa dia menyesali atas perbuatannya karena perbuatannya tidak akan bisa menyeselaikan masalah yang dialamin. Semuanya adalah kembali kepada diri kita masing-masing bagaimana kita bisa menyikapi atau mengkontrol diri kita masing-masing, karena semua keputusan pasti memiliki alasan masing-masing tetapi alangkah baiknya sebelum kita menyesal karena perbuatan kita yang salah seperti itu lebih baik kita melakukan hal-hal yang positif untuk memajukan nama bangsa karena sebagai Generasi Muda kita harus bisa membanggakan dan mengharumkan nama negara kita yaitu Indonesia. | Juita Lasmaria/LSPR

Komentar

Berita lainnya