oleh

Mindset & Mental, Dua Kekuatan Utama Pembisnis

Untuk menjalankan atau membangun suatu bisnis ada banyak hal yang harus dipersiapkan atau dijalankan oleh pelaku bisnis itu sendiri. Jika seseorang itu telah memilih jalannya untuk menjadi seorang pembisnis atau pengusaha artinya dia udah siap masuk pada lingkungan dimana hal terburuk sekalipun bakal terjadi, menjadi seorang pembisni harus memahami bahwa kehidupan tak selalu seperti apa yang di harapkan, adakalanya usaha yang dijalankan akan berjalan mulus dan mendatangkan banyak penghasilan dan adakalanya usaha yang dijalankan tidak berjalan mulus seperti, sepinya pelanggan, kadang meningkatnya harga bahan-bahan di pasar dan lain sebagainya.

Untuk menjadi seorang pembisnis juga harus memiliki mental yang kuat karena apa, seorang pembisnis harus siap menghadapi berbagai kendala apa saja yang nantinya akan menimpa bisnis tersebut. Mengapa mental yang kuat begitu sangat penting?, karena didalam berbisnis layaknya seperti di dalam medan perang. Mereka yang memiliki keberanian, pantang menyerah, strategi yang baik dan mental pembisnis yang kuatlah yang akan menjadi pemenangnya.

Banyak orang di luar sana yang gagal berbisnis karena mental mereka yang cukup lemah dan mindset mereka yang terlalu pendek. Saat bisnis menimbulkan polemic dalam diri anda dan anda tidak dapat mengatasinya, apa yang akan anda lakukan? Bangkit dari keterpurukan sekalipun bukan suatu hal yang mudah dilakukan. Kadang anda memiliki konsep pikiran yang baik namun ketika anda menjalaninya itu jauh dari apa yang anda bayangkan. Mindset adalah satu bagian dalam hidup anda dan ini bisa menjadikan anda lebih baik dari sebelumnya. Sayangnya tidak semua orang memiliki mindset yang baik untuk menjalani dan bertahan dari keterpurukan. Maka dari itu sebagai seorang pembisnis harus memiliki mindset yang selalu berfikir positif karena itu akan memengaruhi kita dalam menjalankan bisnis yang kita bangun.

BACA JUGA:  Hati-hati Jangan Jongkok di WC Duduk

Karena bukan hanya mental saja yang harus dipersiapkan tetapi mindset positif seorang pembisnis harus dikembangkan. Seorang pembisnis tentunya memiliki sikap tanggung jawab yang lebih besar daripada pekerja biasa yang berada di kantoran. Kita harus menempa mental untuk menjadi seorang pembisnis yang lebih bertanggung jawab, disiplin dan inovatif. Mental seperti apasih yang harus dimiliki seorang pembisnis?

Bertanggung jawab dengan keputusan yang sudah kita ambil

Seorang entrepreneur tentunya memiliki banyak ide untuk menciptakan Sesuatu yang tadinya tidak ada menjadi ada. Mungkin dulu dengan bekerja kantoran biasa mereka berfikir hanya tinggal mengerjakan apa yang disuruh oleh atasan asalkan pekerjaan itu beres dan mereka ikut berkontribusi dalam perusahaan tersebut. Midset seperti itulah yang harus di ubah, karena seorang entrepreneur tak hanya bertanggung jawab untuk kesejahteraan dirinya sendiri tetapi harus bertanggung jawab untuk kesejahteraan usahanya bahkan tim usahanya.

Membangkitkan keberanian

Dalam berbisnis memiliki jiwa keberanian yang besar sangatlah dibutuhkan karena kalau keberanian itu kecil peluangnya bagaimana bisnis kita akan maju dan berkembang. Keberanianlah faktor lain dari pendukung kesuksesan bisnis anda. Contohnya tanpa keberanian kita tidak tahu hasil akhir dari sebuah bisnis yang kita jalankan kalau misalkan kita takut untuk mengambil resiko dan keluar dari zona nyaman. Keberanian untuk gagal juga harus ada karena tidak ada strategi yang menjamin untuk setiap kesuksesan bisnis. Semua itu dibutuhkan keberanian untuk gagal agar kita mampu bangkit dan melangkah ke tingkat selanjutnya.

BACA JUGA:  Istilah-Istilah Pinjaman Online yang Wajib Diketahui

Berani mengambil resiko

Bagi seorang pembisnis harus berani mengambil resiko terhadap apa yang dia jalankan, ketahuilah mengambil resiko bukanlah suatu yang menakutkan tetapi resiko adalah pemacu kita untuk lebih termotivasi pada pencapaian. Dari resiko kita dapat mengetahui hal apa yang terjadi dan bisa kita jadikan pembelajaran untuk selalu berani berinovasi dalam mengembangkan bisnis yang kita jalankan. Dan resiko ini merupakan peluang kita untuk mencapai kesuksesan.

Fokus dan konsisten

Setelah mental pembisnis sudah melekat pada diri anda, maka hal terakhir yang harus anda lakukan adalah fokus dan konsisten. Setelah semua yang anda terapkan pada poin satu sampai point lima maka anda harus fokus terhadap apa yang sudah diambil dan harus konsisten dengan apa yang sudah anda jalankan. Dengan begitu jalan menuju kesuksesan anda akan semakin dekatuntuk di raih.

Pengalaman orang lain adalah guru terbaik

Tentu kata-kata di atas mungkin masih asing, karena yang akrab kita dengar adalah bahwa pengalaman merupakan guru terbaik. Sebenarnya kata-kata itu hanya sebagai motivasi saja karena banyak orang yang belajar tetapi tidak mau bertindak. Tapi dalam kenyataannya, mengalami segala hal sendiri tidak ada maknanya kalau tidak didasari dengan belajar dari pengalaman orang lain. Tuhan telah menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan tentunya saling membutuhkan satu sama lain. Jika ada orang yang memilih untuk mengabaikan pengalaman orang lain sebagai pembelajaran kita tentunya telah menghabiskan banyak waktu yang seharusnya kita ketahui sejak awal.

Contoh simplenya, ada yang menganggap dirinya sukses hanya dengan pengalaman pribadi? Orang yang tidak sekolah SD saja bisa jadi pengusaha sukses? Bagaimana bisa? Perlu kita ketahui, belajar bukan berarti hanya disekolah. Sekolah hanyalah satu aspek dari tiga aspek terpenting pendidikan (dua lainnya adalah lingkungan dan keluarga) masih ada aspek-aspek lainnya. mereka yang hanya bisa mengatakan bahwa orang bisa sukses hanya dengan pengalaman pribadi adalah mereka tidak tahu konsepnya. Sebenarnya sebagai awal dari dia memulai sesuatu ia belajar dari pengalaman seseorang. Contohnya, salah seorang self-made billionaire terbesar didunia sekarang ini, shedon andelson ia memulai karirnya dengan berjualan korang diusia 12 tahun, setelah ia mencoba 10 jenis usaha hingga ia menjadi seorang billionaire. Jika secara sekilas kalian bisa mengatakan bahwa ia menjadi sukses karena pengalam pribadinya. Tapi sebenarnya dibalik semua itu ada pembelajaran dari melihat, medengar, dan membaca.

BACA JUGA:  Filosofi Ngopi Bareng, Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Kamu Dustakan?

Maka pengertian pengalaman adalah guru terbaik bukan berarti diperoleh dari pengalaman sendiri. Tapi pembelajaran pertama dari pengalaman orang lain. Konsep inilah yang membuat peradaban dunia terus berkembang. Standar hidup manusia bisa menjadi seperti ini karena mengambil pembelajaran dari orang-orang terdahulu, lalu mengembangkannya. Kita bisa mengambil pembelajaran ini dari cerita diatas, intinya kita mau belajar dan bertindak.

Tak ada entrepreneur yang langsung sukses dalam merintis bisnis. Karena sejati seorang entrepreneur adalah seseorang yang suka mencari masalah dan dari masalah itulah dia bisa menciptakan inovasi-inovasi dalam berbisnis yang baik dan benar. Semangat untuk maju dan dedikasi yang besar akan mambawa sebuah perubahan kearah yang lebih positif. Kita tinggal meyakinkan diri sendiri untuk memilih dan menjalankan sesuai dengan minat dan bakat yang kita miliki. | Izzatul Nurul Hanna

Komentar

Berita lainnya