oleh

Sering Tidur Terlalu Larut? Waspadai 13 Hal Ini

Tidur merupakan proses penting dalam tubuh yang akan berpengaruh terhadap fungsi dan kinerja seluruh organ tubuh. Tidur termasuk sebagai aktivitas yang punya segudang manfaat saat Anda tidur, otak akan melepaskan hormon dan senyawa yang membantu proses metabolisme dalam tubuh. Lama waktu tidur yang ideal bagi orang dewasa dan lansia adalah sekitar tujuh sampai delapan jam. Sementara itu, anak-anak dan remaja membutuhkan waktu tidur yang lebih lama (sekitar 8-12 jam, tergantung usianya).

Di era modern seperti saat ini, banyak orang yang menganggap begadang sebagai suatu hal yang wajar, atau bahkan harus dilakukan. Entah karena lembur untuk menyelesaikan proyek kantor yang tak ada habisnya, nonton pertandingan bola, nonton drama korea, main hp, atau belajar dengan sistem kebut semalam menjelang ujian penting di sekolah bahkan, bagi kalangan muda waktu sepanjang malam hanya untuk nongkrong di jalan, cafe, diskotik, dan lain-lain. Namun, Anda perlu lebih hati-hati terhadap berbagai efek begadang pada kesehatan tubuh di kemudian hari.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut 13 bahaya tidur terlalu larut atau yan lebih dikenal dengan begadang :

Kulit kusam dan tampak lebih tua

Berkebalikan dengan hormon pertumbuhan yang dilepas dalam jumlah lebih sedikit ketika begadang, kurang tidur membuat hormon kortisol (hormon stres) dilepaskan dalam jumlah yang lebih banyak. Hormon ini bersifat memecah kolagen pada kulit, padahal kolagen adalah protein yang membuat kulit lebih kencang dan elastis.

Kurang tidur akibat begadang juga dapat menyebabkan mata bengkak dan kulit menjadi pucat dan kusam. Kebiasaan begadang secara berkepanjangan akan menimbulkan efek kurang tidur kronis. Akibatnya, timbul garis-garis penuaan halus di wajah dan menjadikan kulit terlihat kusam.

Pernah mendengar istilah mata panda? Mata panda adalah lingkaran gelap di sekitar mata yang muncul akibat pelebaran pembuluh darah di balik kulit mata yang tipis. Kondisi kurang tidur adalah penyebab utama terjadinya mata panda.

BACA JUGA:  MSG Masih Aman Dikonsumsi, Asal...

Pelupa

Ketika tidur, otak akan mengalami proses regenerasi sel yang berguna untuk memperkuat ingatan. Proses ini juga akan memindahkan ingatan dan memori ke bagian otak yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan memori jangka panjang.

Begadang akan menghambat semua proses ini dan meningkatkan rasa mengantuk, sehingga Anda menjadi pelupa dan sulit berkonsentrasi. Agar tidak mudah lupa, sekaligus untuk meningkatkan kemampuan mengingat, hentikan kebiasaan begadang. Terutama bagi Anda yang disibukkan dengan aktivitas bersekolah dan bekerja.

Menurunkan kemampuan berpikir

Efek begadang dapat mengurangi daya nalar, kemampuan memecahkan masalah, dan konsentrasi. Kemampuan memperhatikan sesuatu serta tingkat kewaspadaan juga akan mengalami penurunan. Kesulitan fokus dapat berakibat pada kecelakaan saat berkendara atau bekerja.

Stres dan kelelahan fisik

Salah satu efek kurang tidur yang mempengaruhi kondisi fisik adalah tubuh mengalami kelelahan. Waktu tidur yang kurang dengan aktivitas yang sangat padat menimbulkan tubuh mudah lelah dan tingkat stress yang tinggi.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu mengupayakan waktu tidur yang berkualitas. Dengan waktu tidur yang berkualitas proses pembaharuan sel dan perbaikan kerja otot akan berjalan dengan baik.

Mempercepat penuaan dini

Tulang yang cepat kropos dan wajah yang terlihat tua juga merupakan efek kurang tidur yang sering dialami para remaja hingga orang dewasa. Hal ini berkaitan dengan produksi hormon kortisol yang semakin meningkat pada seseorang yang kurang tidur.

Kondisi kurang tidur juga mengakibatkan berkurangnya produksi hormon pertumbuhan yang mampu memperkuat tulang, meningkatkan massa otot dan menebalkan kulit.

Peningkatan berat badan

Proses metabolisme dalam tubuh semakin melambat karena waktu tidur yang kurang. Hal ini ditandai dengan sulitnya proses pencernaan gula yang kita konsumsi setiap hari.

BACA JUGA:  MSG Masih Aman Dikonsumsi, Asal...

Penelitian menunjukkan, orang yang kurang tidur cenderung lebih banyak makan camilan berkalori tinggi di malam hari. Selain itu, mereka juga cenderung mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi dengan porsi lebih besar. Studi lain membuktikan bahwa orang yang tidur kurang dari tujuh jam sehari cenderung mengalami kenaikan berat badan ditambah peningkatan risiko obesitas dibandingkan orang yang jam tidurnya tercukupi.

Kurang tidur ada kaitannya dengan peningkatan nafsu makan dan bertambahnya rasa lapar. Bagi Anda yang berencana menurunkan berat badan, tentu saja begadang bukan cara yang baik untuk mewujudkannya.

Kantung mata

Kalau kamu kurang tidur selama 2 hari sampai 3 hari anda akan menyadari bahwa wajahmu akan terlihat sangat lelah dan tidak segar. Hal ini akan merusak penampilanmu jika timbul kantung mata yang agak hitam pada bagian bawah mata.

Anemia

Begadang juga dapat menyebabkan anda kekurangan darah atau anemia, hal ini disebabkan karena hormon dan produksi sel darah merah terganggu akibat metabolisme tubuh yang tidak seimbang.

Depresi dan gangguan psikologis

Ternyata, dalam banyak penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur menyebabkan ganggung psikologis. Ini juga termasuk akan membuat depresi. Biasanya, orang yang kurang tidur moodnya menjadi tidak stabil. Ditambah dengan fungsi kognitif yang menurun akan membuatnya gampang emosional atau marah. Ini tidak lain karena mekanisme pengontrolan di dalam dirinya berkurang.

Depresi ini juga akan mudah didapatkan bagi mereka yang sudah mengalami insomnia berat. Sedangkan insomnia sendiri biasanya berawal dari kurang tidur, ritme tidur yang tidak teratur dan permasalahan psikologis lainnya.

Mempengaruhi kesuburan

Bagi wanita, begadang dapat mempengaruhi sekresi hormon dan kualitas ovum. Hal ini yang cenderung mempengaruhi siklus menstruasi. Dan bagi pria, begadang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas sperma.

BACA JUGA:  MSG Masih Aman Dikonsumsi, Asal...

Diabetes

Pola tidur berpengaruh pada kadar gula darah, hormon yang mengontrol nafsu makan, bahkan persepsi otak akan makanan berkalori tinggi. Saat tidur, kadar gula tubuh menurun, karena gula dalam tubuh banyak dipakai oleh hati pada proses detoksifikasi. Kurang tidur dapat mengurangi kemampuan sel lemak untuk merespon insulin, hormon yang mengatur metabolisme dan berperan besar pada diabetes. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Orfeu Buxton di Boston’s Brigham dan Women’s Hospital menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari lima jam pada malam hari dapat berisiko terkena diabetes tipe-2.

Risiko kanker

Ternyata efek begadang juga berkaitan dengan peningkatan risiko terkena kanker. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kebiasaan kurang tidur, atau sering bekerja shift di malam hari, memiliki risiko terkena kanker yang tinggi. Belum diketahui pasti apa efek begadang terhadap kemunculan kanker, namun diduga berkaitan dengan stres dan kerusakan sel tubuh.

Meningkatkan risiko kematian

Hal ini dibuktikan oleh periset asal Inggris dan Italia yang menganalisis kebiasaan tidur dari 1,3 juta orang, yang dikumpulkan dari 16 studi terpisah. Temuannya menunjukkan bahwa orang yang setiap malam tidur kurang dari enam jam cenderung berisiko mengalami kematian dini sebesar 12 persen. Mereka juga menemukan bahwa orang yang mengurangi waktu tidur dari tujuh jam menjadi lima jam atau kurang memiliki 1,7 kali risiko kematian lebih cepat.

Apa penyebabnya? Sejumlah penelitian menemukan bahwa tidur malam kurang dari 5 jam sapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang pada akhirnya dapat meningkatkan tekanan darah. Terlebih lagi, kurang tidur juga dapat memicu terjadinya kekurangan magnesium yag dapat menyebabkan pengerasan dinding pembuluh darah arteri (ateroskelosis). Aterosklerosis dapat meningkatkan risiko Anda terhadap hipertensi, stroke, dan masalah jantung lainnya. (Akfini Farihah Fiddarayni)

Komentar

Berita lainnya