Kuliah Sambil Berbisnis, Kenapa Nggak? Ini Tips Suksesnya

Sebagai mahasiswa, kamu pasti sering mengeluarkan uang untuk tugas, fotocopy, jalan-jalan dengan sahabat, menonton bioskop, iuran acara kampus, dan lain-lain. Semua pengeluaran itu kadang bisa menghabiskan jatah uang saku dari orangtua. Tanpa manajemen yang tepat, uang saku dari orangtua bisa tiba-tiba habis tanpa disadari.
Untuk menambah uang saku dan meringankan beban orangtua, banyak mahasiswa yang mencoba kerja sambilan sembari kuliah. Pekerjaan yang dilakukan beragam, mulai dari Sales Promotion Girl (SPG), menyanyi di kafe, ojek online, buka online shop, dan lain-lain.

Pakar bisnis online, Andreas Agung, dalam situsnya mengatakan bahwa bisnis online telah menjadi primadona baru di sektor bisnis seiring terus berkembangnya teknologi internet. Menurutnya, bisnis online memiliki daya jangkau promosi yang sangat luas dan kecepatan promos yang sangat cepat dan efektif.

“Apabila anda telah memiliki bisnis, bersegeralah untuk memanfaatkan internet marketing untuk memperluas jangkauan bisnis anda dan menemukan market baru,” ujarnya seperti dikutip kursus-bisnisonline.com.

Online shop merupakan media jual-beli yang sudah menjamur dimana-mana. Selain karena praktis, dengan membuka online shop, kamu bisa diam di rumah dan tidak perlu berinteraksi langsung dengan pembeli. Jadi, kamu tidak perlu takut kegiatan perkuliahanmu terganggu, karena kamu masih bisa belajar di rumah sambil sesekali memeriksa online shop-mu. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu kamu lakukan ketika hendak membuka bisnis online shop:

Kumpulkan niat dan tekad
Untuk memulai bisnis online shop, pertama kali yang kamu butuhkan adalah niat. Tanpa niat yang kuat, bisa-bisa kamu berhenti di tengah jalan. Tetapi niatmu juga harus didampingi dengan tekad dan kemauan yang bulat. Jadi, ayo kumpulkan niatmu dan bertekadlah agar kamu tidak melakukan pekerjaan yang setengah-setengah.

Tentukan sasaran pembeli dan segmentasi pasar
Setelah mengumpulkan niat dan tekad, tentukan dulu sasaran pembeli dan segmentasi pasar yang ingin kamu tuju. Untuk siapa kira-kira produkmu kamu jual, berapa kira-kira harga standar produk yang ingin kamu tetapkan, kebutuhan pembeli yang ingin kamu tuju, dan lain-lain. Contohnya, apabila kamu ingin menjual cemilan masa kini, berarti sasaran pembelimu adalah anak-anak muda yang punya hobi ngemil.

Persiapkan modal awal
Semua usaha pasti perlu modal awal. Cobalah dulu membuka usaha kecil-kecilan yang modal awalnya juga tidak terlalu besar. Atau ajaklah temanmu untuk berbisnis bersama. Selain untuk meringankan beban modal awal, kamu bisa lebih bersemangat apabila melakukan bisnis bersama teman-temanmu.

Menjual produk yang kreatif dan inovatif
Selanjutnya kamu harus menentukan produk yang ingin kamu jual. Usahakan untuk menjual produk yang kreatif dan inovatif karena pastinya sudah banyak ragam-ragam produk yang dijual di online shop.

Contohnya, seperti yang dilakukan oleh Yulva Tri Amanda, mahasiswi Keuangan dan Perbankan ini mendapat ide kreatif ketika ia ingin memberi hadiah kepada temannya berupa buket bunga. Buket bunga segar yang sering dijual memiliki kekurangan yaitu cepat layu dan tidak tahan lama. Hal ini memberinya ide untuk membuat buket bunga kertas yang awet bahkan jika disimpan lama sekalipun. Dari situlah ia memulai bisnis buket bunga kertasnya yang terus berkembang seiring waktu.

Lakukan pemasaran
Untuk pemasaran awal, kamu bisa mulai mengenalkan produkmu ke teman dan saudara terdekat, atau bisa juga menyebarkan broadcast ke grup-grup sosial mediamu. Menurut Andreas Agung, salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pemasaran online adalah teknik social media marketing melalui Facebook, Whatsapp, BBM, Twitter, Linkedin, Path, Instagram, dan lain-lain. Jadi, kamu bisa membuat akun sosial media-mu sebagai media branding yang tepat.

Jangan mudah menyerah
Adakalanya sebuah usaha menemui kegagalan. Kegagalan merupakan hal yang wajar dan pastinya pernah dialami semua orang. Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, saya pun pernah membuka bisnis online bersama teman-teman saya. Awalnya semua berjalan lancar, ada pembeli, branding pun berjalan dengan baik, serta modal awal yang terkumpul kembali beberapa minggu awal. Namun, minggu-minggu berikutnya pembeli mulai berkurang, hingga akhirnya kami menyerah dan memutuskan untuk menutup bisnis online kami.

Pengalaman saya bisa dijadikan contoh akibat kalau kamu mudah menyerah. Jangan takut gagal, kalau kamu menemui kegagalan, berusahalah kembali bangkit untuk meraih kesuksesan. Pastinya kamu tidak mau kan kerja kerasmu sia-sia?

Anggap saja usaha dan kerja keras yang sedang kamu lakukan bagaikan sedang mendaki sebuah gunung yang tinggi. Ketika kamu menemui sebuah kegagalan, sebenarnya itu hanyalah tanjakan terjal yang menguji apakah kamu cukup berani untuk lanjut naik ke puncak. Berpuluh-puluh tanjakan akan kamu lalui, tetapi ketika kamu berhasil mencapai puncak kesuksesan, kamu akan melihat pemandangan indah yang membuat semua kegagalan dan pengorbananmu terbayarkan.

Contoh lain dari mahasiswa yang sukses berbisnis online sambil kuliah adalah Febiola Laela Dewi. Febiola menjual masker perawatan wajah yang sudah dijalaninya sejak September 2016. Menurutnya, hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah memahami STP (segmentasi, target, dan positioning). Dengan niat dan tekad yang kuat, serta dukungan dari orangtua, akhirnya Febiola berhasil meraih kesuksesan dalam waktu singkat. Kesuksesannya ini didapat bukan dengan cuma-cuma, bahkan Febiola sering merasakan pahitnya kegagalan dalam beberapa bisnis sebelumnya.

Demikian langkah-langkah yang perlu kamu lakukan ketika ingin berbisnis online sambil kuliah. Seperti yang dilansir oleh hipwee.com, selain untuk menambah uang saku, kerja sambil kuliah bisa membuatmu jadi pribadi yang mandiri, pintar mengatur waktu, dan bisa lebih menghargai uang. Selamat mencoba berbisnis online dan jangan sampai kuliahmu terbengkalai ya! [Blenda Azaria Rahardjo/PNJ]

Comments

comments