“Ini sebuah kebohongan publik yang besar, dan beliau (Supian Suri, red) sadar itu. Jejak digitalnya masih ada terkait statement dia sendiri di Media Indonesia pada tahun 2022 lalu”
DEPOK – Menyikapi maraknya penolakan pembatalan pembangunan Masjid Raya Depok yang berlokasi di eks SDN Pondok Cina 1, yang terletak di kawasan Margonda, Wali Kota Depok Supian Suri menyebut bahwa masalah ini masih dalam pembahasan dan belum ada keputusan final terkait kelanjutannya.
“Banyak pihak yang mempertanyakan saya dianggap menggagalkan pembangunan masjid. Saya ingin sampaikan bahwa rencana ini baru dianggarkan pada tahun ini, namun masih ada permasalahan yang belum selesai. Artinya, masih ada pro dan kontra yang perlu diselesaikan terlebih dahulu,” ujar Supian Suri di Balai Kota, Kamis (24/7/2025).
Wali Kota Depok yang di usung Partai Gerindra itu menyatakan, meskipun pembangunan masjid di lokasi tersebut masih dalam pembahasan, pihaknya tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat akan tempat ibadah. Sebagai langkah sementara, akan dibangun sebuah musala di area eks SDN Pondok Cina 1, yang dapat digunakan oleh warga sekitar, terutama bagi mereka yang beragama Islam.
Benarkah Rencana Pembangunan Masjid Raya Depok Masih dalam Tahap Pembahasan?
Menyikapi statement Supian Suri yang mengatakan kepada media bahwa rencana pembangunan Masjid Agung Depok masih dalam tahap pembahasan dan baru direncanakan tahun ini, Anggota DPRD Depok dari fraksi PKS, Bambang Sutopo, menyebut bahwa hal tersebut adalah sebuah pembohongan publik yang besar.
“Ini sebuah kebohongan publik yang besar, dan beliau (Supian Suri, red) sadar itu. Jejak digitalnya masih ada terkait statement dia sendiri di Media Indonesia pada tahun 2022 lalu, persisnya saat beliau masih menjabat Sekda dan saat itu sedang ramai pemberitaan terkait SDN Pondok Cina 1,” jelas Bambang Sutopo saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (24/7).
Pernyataan yang diberikan Supian Suri tersebut masih bisa di akses pada halaman ini
Lebih lanjut, Bambang mengatakan bahwa perencanannya sudah diajukan Disrumkim sejak tahun 2022 lalu dan anggarannya masuk pembahasan DPRD Depok dan disetujui pada 2024 dan itu masuk anggaran untuk 2025, Ini setelah bangub dari Gubernur Jabar, yang saat waktu dijabat Ridwan Kamil dibatalkan,” jelas Bambang Sutopo.
“Setelah bangub Jabar untuk Masjid dari RK Dibatalkan, lalu dianggarkan sendiri oleh APBD Depok 2025 sebesar 20 M,” tambahnya.
Ada Perubahan Anggaran untuk 2025?
Terkait isu adanya perubahan anggaran untuk tahun 2025 ini, Bambang Sutopo juga dengan tegas tidak ada pembahasan sama sekali melalui perubahan anggaran.
“Kalau ada perubahan anggaran, teman-teman dari media pasti yang pertama tahu karena sidang paripurna DPRD selalu digelar terbuka dan senantiasa diliput puluhan wartawan dari berbagai media,” jelasnya.
“Jadi tidak benar itu keputusan SS sepihak, belum diputuskan di Banggar dan disahkan di Paripurna perubahan anggaran, sekarang baru pembahasan KUA/PPAS , dan saat ini masih anggaran Pembangunan Masjid Margonda senilai 20 Milyar,” tegasnya.
Bambang Sutopo juga sangat menyesalkan adanya upaya yang seolah ingin menghapus identitas Kota Depok sebagai Kota Religi.
“Kalau ada permasalahan, terkait pro kontra masjid selesaikan, tapi bukan menggusur anggaran untuk Masjid yangg sudah ada 20 M,” tegasnya
“Seperti kita tahu, setelah rencana pembangunan Masjid Raya Depok dibatalkan, masjid tertua yang menjadi warisan sejarah kota Depok juga mau digusur dan dipindah. Walau mungkin pindahnya tak terlalu jauh, tapi statusnya sebagai Masjid tertua di Kota Depok tentu akan menghilang.” tambahnya.
Padahal menurutnya, masih ada alternatif lain selain menggusur masjid yang menjadi peninggalan sejarah tersebut, dan ini seharusnya dibahas lebih dulu dengan para stakeholder lainnya.
“Misalnya dibangun underpass atau fly over kan bisa jadi alternatif, mengingat yang digusur bukan sekedar bangunan, tetapi warisan sejarah Kota Depok itu sendiri,” pungkasnya.
