Scroll untuk baca artikel
Dunia Kampus

Mahasiswa Bali Ubah Limbah Sampah Pantai Serangan Jadi Destinasi Eco-Tourism

×

Mahasiswa Bali Ubah Limbah Sampah Pantai Serangan Jadi Destinasi Eco-Tourism

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Bali Ubah Limbah Sampah Pantai Serangan Jadi Destinasi Eco-Tourism

DEPOKPOS – Siapa bilang sampah hanya jadi masalah? Sekelompok mahasiswa dari Universitas Udayana Bali membuktikan sebaliknya. Dengan ide kreatif dan semangat peduli lingkungan, mereka berhasil menyulap lahan penuh sampah di kawasan Pantai Serangan menjadi “Pulau Edukasi Sampah”, destinasi eco-tourism yang kini ramai dikunjungi wisatawan.

Awalnya, lokasi ini hanyalah lahan kumuh yang dipenuhi limbah plastik, bekas jaring nelayan, dan sampah rumah tangga. Namun dalam waktu kurang dari satu tahun, mahasiswa dari jurusan Arsitektur dan Ilmu Kelautan berhasil mengubah wajah tempat ini secara total.

Gazebo dari Botol Plastik, Jalan Setapak dari Tutup Galon

Dengan mengandalkan teknik daur ulang, mereka membangun berbagai fasilitas wisata. Ada gazebo dari rangka botol plastik, jalan setapak berwarna-warni dari tutup galon, hingga taman mini yang seluruh tanamannya ditanam dalam wadah-wadah bekas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah bisa jadi sumber daya. Tinggal bagaimana kita melihat dan mengolahnya,” ujar Ni Made Sari, koordinator tim mahasiswa, dilansir Kumparan, Sabtu (28/6).

Mereka juga bekerja sama dengan warga sekitar, nelayan, dan komunitas daur ulang. Selain menjadi tempat wisata, pulau ini juga difungsikan sebagai pusat edukasi lingkungan untuk siswa sekolah dasar dan menengah.

Dapat Sorotan Internasional

Proyek ini tak hanya viral di media sosial, tapi juga menarik perhatian lembaga lingkungan internasional seperti WWF dan GreenPeace. Bahkan, perwakilan dari PBB Environment Programme dijadwalkan akan mengunjungi pulau ini bulan depan.

“Kami kagum dengan inisiatif anak muda Indonesia yang mengubah krisis menjadi solusi berkelanjutan,” kata seorang juru bicara WWF dalam keterangan tertulis.

“Kami Ingin Buktikan, Bali Bisa Bersih Karena Anak Mudanya Peduli”

Meski baru berjalan satu tahun, proyek ini telah membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal dan meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah di lingkungan sekitar. Para mahasiswa berharap inisiatif ini bisa direplikasi di daerah lain yang menghadapi masalah serupa.

“Kami nggak anti wisata, tapi kami ingin wisata yang juga menghormati bumi,” tutup Ni Made sambil tersenyum.

Muchtar Lutfi
Mahasiswa Universitas Pamulang