DEPOKPOS – Manajemen risiko merupakan salah satu faktor penting dalam menjalan bisnis perusahaan karena semakin berkembangnya dunia dalam perusahan dan meningkatnya kompleksitas manajemen perusahaan mengakibatkan peningkatan risiko yang dihadapinperusahaan.
Tujuan utamaa dari implementasi manajemen risiko adalah melindungi perusahaan dari kerugian yang akan timbul.
Risiko operasional adalah kemungkinan terjadinya kejadian yang tidak diinginkan dan berpengaruh dalam operasional suatu perusahaan atau organisasi, seperti kecelakaan, kesalahan manusia, kegagalan sistem atau perubahan lingkungan.
Risiko operasional juga bisa dibilang ancaman yang dapat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan. Memantau dan mengendalikan risiko operasional secara efektif sangat penting untuk menghindari kerugian dan meningkatkan kinerja perusahaan.
Dalam artikel ini kita akan membahas cara-cara efektif memantau dan mengendalikan risiko operasional.
Berikut langkah-langkah memantau risiko operasional
1. Identifikasi risiko
Risiko operasional dapat mempengaruhi kinerja bisnis dan membuat perusahaan tidak dapat beroperasi dengan baik. Oleh karena itu identifikasi risiko penting dilakukan sejak perusahaan mulai beroperasi untuk mengatasinya.
Identifikasi risiko bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut.
– Pengumpulan data
– Analisis Proses bisnis
– Analisis SWOT
– Analisis sistem
2. Penilian risiko
Penilaian risiko bisa dilakukan dengan Evaluasi kemungkinan dan dampak dari risiko tersebut.
3. Monitoring Risiko
Pemantauan rutin terhadap kinerja actual penerapan manajemen risiko terhadap rencana awal.
4. Pengendalian Risiko
Kita bisa Menerapkan langkah-langakah pengendalian untuk mengurangi atau menghilangan risiko tersebut.
Strategi Pengendalian Risiko Operasional
Tindakan pengendalian risiko merupakan tindakan pengendalian preventif bagi organisasi atau perusahaan yang mengakibatkan efek bahaya, tindakan risiko juga bisa dibilang langkah-langkah strategisuntuk mengidentifikasi,menganalisis, dan mengelola risiko untuk mengurangi dampak negatifnya.
Strategi pengendalian risiko dapat kita lakuakan dengan cara dibawah ini.
1. Menerima Risiko
Dalam strategi ini,Untuk jenis risiko yang secara proses tidak memungkinkan untuk dilakukan intervensi pencegahan atau perbaikan situasi, maka potensi risiko yang ada akan diterima sebagai konsekuensi bank dalam memanfaatkan kesempatan bisnis, dengan pertimbangan bahwa risiko yang ada masih dalam limit/toleransi Bank. Namun demikian, kontrol yang ketat harus dijalankan apabila strategi pengendalian risiko ini diterapkan.
2. Menghindari Risiko
Strategi ini melibatkan perubahan rencana atau proses untuk menghilangkan ancaman atau menghindari eksposur terhadap risiko tertentu. Misalnya, jika suatu proyek dianggap terlalu berisiko, organisasi atau perusahaan mungkin memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek tersebut.
3. Memindahkan Risiko
Pada strategi pemindahan risiko ini, risiko yang ada masih melekat pada aktivitas bisnis tersebut, namun risiko tersebut dialihkan kepada pihak ketiga. Salah satu metode pemindahan risiko yang paling umum dilakukan adalah pemanfaatan jasa asuransi atau tenaga alih daya (outsourcing).
4. Mengurangi Risiko
Dalam strategi ini, Pengendalian risiko akan optimal apabila dilakukan upaya-upaya untuk dapat mengurangi risiko yang ada. Mitigasi risiko dimaksudkan untuk memperkecil kerugian yang dipicu oleh faktor eksternal, maupun kejadian di internal bank. Salah satu alternatif untuk menekan dan mengurangi risiko adalah melalui peningkatan kontrol, pelatihan karyawan, penyempurnaan sistem dan prosedur kerja yang lebih baik.
Dalam bisnis, risiko operasional memang tidak bisa dihindari. Namun, dengan memahami dampak risiko yang terkait dan cara-cara mengatasinya, perusahaan dapat meminimalkan dampak dari risiko tersebut.Beberapa cara mengatasinya adalah dengan membangun sistem manajemen risiko yang kuat, memperhatikan kepatuhan hukum dan regulasi, serta meningkatkan kualitas SDM dan infrastruktur yang dimiliki.Selain itu, penting juga bagi perusahaan untuk selalu melakukan evaluasi secara berkala dan memperbarui strategi untuk mengantisipasi risiko yang muncul kedepanya.
Dengan demikian, organisasi dapat mengoptimalkan kinerja operasional dan mengurangi kerugian yang terjadi akibat risiko, dan mencapai tujuan bisnis yang diinginkan.
Oleh karena itu, bagi para pemimpin perusahaan dan praktisi manajemen risiko, penting untuk terus meningkatkan pemahaman dalam mengatasi risiko operasional.Dengan begitu, perusahaan dapat mengoptimalkan kinerja operasional dan menghasilkan keuntungan yang lebih baik.
Zulian Fahmi, mahasiswa STEI SEBI

