Scroll untuk baca artikel
Nasional

Vandalisme Merusak Fasilitas Publik Tangsel: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?.

×

Vandalisme Merusak Fasilitas Publik Tangsel: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?.

Sebarkan artikel ini
Vandalisme Merusak Fasilitas Publik Tangsel: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?.

Pemandangan tak sedap kembali mewarnai salah satu sudut wilayah Tangerang Selatan (Tangsel).

Sejumlah fasilitas umum yang seharusnya memberikan kenyamanan dan mempercantik estetika kota justru dipenuhi oleh coretan-coretan liar yang tidak beraturan.

Pagar besi berlatar hitam, dinding beton di samping trotoar, hingga area pejalan kaki menjadi sasaran empuk aksi vandalisme oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan menggunakan cat semprot.

Coretan berupa graffiti kasar dan simbol-simbol tanpa makna tersebut jelas mencoreng wajah kota yang sedang gencar melakukan penataan lingkungan.

Aksi tak terpuji ini terasa kian memprihatinkan dan terkesan menantang aturan karena dilakukan secara terang-terangan.

Padahal, di lokasi tersebut sebenarnya sudah terpasang banner peringatan yang secara jelas melarang tindakan mencoret-coret fasilitas umum, bahkan mencantumkan pengumuman adanya pengawasan kamera CCTV.

Sikap acuh para pelaku yang tetap melancarkan aksi vandalistiknya meski sudah ada peringatan tertulis dan pengawasan kamera memperlihatkan betapa rendahnya tingkat kesadaran hukum serta minimnya rasa hormat terhadap aturan publik.

Keberadaan aksi perusakan ini sangat disayangkan, mengingat fasilitas umum dibangun menggunakan dana publik dan ditujukan untuk kepentingan bersama.

Selain merusak keindahan visual, coretan liar memberi kesan kawasan yang tidak terawat dan kurang aman bagi pejalan kaki yang melintas.

Pertanyaan besar pun muncul di tengah masyarakat: siapa sebenarnya yang harus memikul tanggung jawab atas maraknya perusakan estetika ini?

Apakah aparat penegak hukum dan Satpol PP yang belum memberikan sanksi tegas hingga berefek jera, ataukah moralitas sebagian warga yang makin acuh terhadap ketertiban umum?

Penyelesaian masalah vandalisme ini jelas tidak bisa hanya mengandalkan papan imbauan atau sekadar rekaman kamera pengawas semata.

Diperlukan tindakan nyata berupa pengusutan dan penindakan tegas berbasis bukti rekaman CCTV terhadap para pelaku, disertai pembinaan komunitas muda dan peningkatan rasa memiliki (sense of belonging) di tengah masyarakat.

Tanpa adanya penegakan aturan yang konsisten serta kepedulian bersama, fasilitas publik di Tangerang Selatan akan terus menjadi korban ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

Lidia Agustina Motu