DEPOK – Pemerhati Remaja Uswatun Hasanah atau biasa disapa Kak Uswa menegaskan setidaknya ada lima bahaya tindakan bullying atau perundungan.
Hal tersebut diungkapnya dalam Kajian Remaja, Menjadi Remaja Kuat dan Menguatkan Di Tengah Maraknya Bullying, Jumat (28/08/2026) di salah satu SMK di Depok.
Adapun kelima bahaya tersebut yakni: Pertama, kehilangan rasa kepercayaan diri. “Korban menjadi kehilangan rasa kepercayaan diri hingga mempertanyakan kelayakan dirinya sendiri,” ungkapnya di hadapan puluhan siswi.
Kedua, takut bersosialisasi. “Korban takut bersosialisasi dan menutup diri karena takut mendapatkan luka yang sama akibat bully,” tuturnya.
Ketiga, merasa tidak berharga. “Korban merasa dirinya tidak berharga karena penindasan yang diterima membuatnya mempertanyakan harga dirinya dan kelayakan dirinya,” sebutnya.
Keempat, korban sulit percaya pada orang lain. “Korban menjadi lebih mudah trust issue atau sulit percaya pada orang lain sehingga sulit bagi korban untuk meminta bantuan atau pertolongan,” jelasnya.
Kelima, korban kehilangan semangat belajar atau aktivitas. “Dalam bullying, korban mendapatkan luka yang mempengaruhi korban hingga kehilangan semangat belajar atau aktivitas. Selain itu, luka tersebut dapat menghambat korban untuk menggali dan menemukan potensi terbaik diri korban,” terangnya.
Faktor Pemicu
Lebih lanjut Kak Uswa juga menjelaskan ada beberapa faktor pemicu yang menjadikan seseorang mejadi pelaku tindakan bullying.
“Pertama, pernah melihat orang lain melakukan tindakan kekerasan. Kedua, kurang perhatian dari keluarga dan orang sekitarnya. Ketiga, kurang edukasi dan empati. ‘Mereka gak tahu. Eh, ini tuh bercanda kayak gini tuh boleh gak ya? Oh, batasnya bercanda tuh kayak gimana ya?’,” ujarnya.
Adapun yang keempat, lanjutnya, kesalahan pola asuh keluarga yang terlalu keras. kelima, pernah menjadi korban bully, keenam, ingin berkuasa dan memegang kekuasaan, ketujuh, ingin dianggap populer dan kedelapan, pengaruh game yang dimainkan.
Cara Merespons
Dalam kesempatan ini, Kak Uswa juga menjelaskan kepada para siswi bagaimana merespon ketika menjadi korban bullying.
“Hal pertama yang harus dilakukan ketika menjadi korban bullying adalah jangan menyalahkan diri sendiri. Kita harus sadar bahwa diri kita sudah cukup, jaga jarak dan bangun batasan dari pelaku, simpan semua bukti kalau memang terjadi secara digital, ceritakan kepada orang yang dipercaya, jangan membalas bully, jika ada ancaman atau kerasan, segera cari bantuan orang dewasa yang bertanggung jawab dan terakhir, jangan jadi sedih, jangan menyalahkan diri sendiri,” bebernya.
Kak Uswa pun mengingatkan kepada para siswi juga jangan jadi sedih, jangan menyalahkan diri sendiri. Pasalnya, menurutnya, di surah al-Baqarah ayat 286 mengatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
“Ketika kita ada masalah, bullying misalnya. Masalah itu membuat kita memiliki ruang untuk bertumbuh. Untuk jadi lebih sabar, lebih berani, lebih tegas, lebih mandiri, semakin dekat dengan Allah. Karena bisa jadi, kita dibully, kita dianggap rendah, karena kita merendahkan diri kita sendiri,” pungkasnya.[Eka]
