Oleh Gebby Melisca Darmala, Mahasiswi Program Studi Akuntansi (S1) Universitas Pamulang
DEPOKPOS – Menurut WHO World Health Organization (2013) Kesehatan Mental adalah kesejahteraan dimana seseorang dapat mengoptimalkan potensi dirinya, menghadapi tekanan hidup yang wajar, bekerja secara produktif, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Kesehatan mental juga merupakan elemen penting yang harus dipelihara bagi mahasiswa.
Kesehatan yang perlu kita jaga tidak hanya kesehatan fisik aja melainkan terdapat kesehatan mental di dalamnya. Kesehatan mental sama penting nya dengan kesehatan fisik karena jika seseorang memiliki mental yang sehat, kehidupan yang ia jalani akan lebih maksimal begitu pun sebaliknya, jika seseorang memiliki kesehatan mental yang buruk hal itu akan berpengaruh buruk pada kesehatan fisik yang ia miliki. Jika seseorang sudah mengalami gangguan mental banyak hal yang akan berpengaruh buruk pada dirinya, salah satu nya adalah bunuh diri.
Gangguan mental bisa menjadi salah satu faktor terjadinya bunuh diri pada seseorang yang mengidap gangguan mental. Gangguan mental dapat terjadi pada siapa saja, salah satunya adalah mahasiswa, Mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir terkadang tidak lepas dari kejenuhan. Mahasiswa merasakan kejenuhan karena adanya hambatan-hambatan dalam proses pengerjaan tugas akhir. Hal inilah yang kemudian menjadikan mahasiswa terkadang sulit dalam mengontrol diri untuk fokus dalam mengerjakan penugasan akhir.
Penugasan tugas akhir (skripsi) merupakan penugasan akademik yang harus dihadapi oleh setiap mahasiswa. Skripsi merupakan suatu karya yang dikerjakan oleh mahasiswa S1 yang melibatkan suatu kemampuan, baik kemampuan intelijen maupun kemampuan emosional.
Penyelesaian tugas akhir atau tugas akademik yang menyebabkan mahasiswa merasakan stres dan lelah dengan tugas-tugas yang diberikan. Selain masalah tersebut, mahasiswa juga memungkinkan memiliki masalah pribadi seperti masalah pada keluarga ataupun masalah administrasi lainnya yang menyebabkan terhambatnya proses dalam mengerjakan tugas akhirnya.
Dalam sebuah surat kabar terkemuka ditahun 2020 mencatat bahwa terjadi tiga kasus bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa akibat depresi saat mengerjakan tugas akhir pada tahun 2020. Tercatat dari tahun 2014, setidaknya terdapat 10 kasus bunuh diri karena depresi akibat mengerjakan skripsi. Salah satu kasus terbaru ditahun 2021, seorang mahasiswa mencoba melakukan aksi bunuh diri karena depresi terhadap skripsi atau tugas akhirnya. Alasan dari mahasiswa tersebut melakukan percobaan bunuh diri adalah karena takut tidak dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu.
Beberapa penyebab terjadinya kejenuhan pada mahasiswa didasari karena beberapa hal, yaitu:
1. Relasi Dengan Dosen Dan Keluarga
Hal ini disebabkan karena mahasiswa merasakan kurangnya komunikasi dengan dosen pembimbing. Komunikasi yang kurang baik dan tidak intens menyebabkan mahasiswa kesulitan dalam mendekati dosen. Mahasiswa juga kurang dalam memahami karakteristik dosen yang mengakibatkan mahasiswa menjadi takut untuk menghubungi dosen. Jadi relasi terhadap dosen yang kurang baik menyebabkan mahasiswa berpotensi mengalami keterlambatan dalam mengerjakan tugas akhir. Ditambahkan juga bahwa faktor keluarga, yang salah satunya adalah relasi dengan keluarga, juga menjadi faktor terhambatnya skripsi karena relasi dengan keluarga yang kurang baik.
2. Penghargaan Dari Dosen
Penghargaan yang dimaksud adalah apresiasi dan juga kalimat motivasi yang dapat menumbuhkan rasa semangat pada mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir. Namun, pada kenyataannya, beberapa dosen kurang memberikan kalimat positif, motivasi, dan semangat sehingga mahasiswa merasakan kurang dihargai atas pencapaiannya dan hanya berpatok pada revisi dan hasil akhir serta penilaian akhir. Jadi bentuk apresiasi dari dosen terhadap mahasiswa dapat meningkatkan motivasi dalam pembelajaran juga meningkat dapat dikaitkan juga kepada mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir dimana mereka dapat meningkat motivasi apabila diberikan suatu penghargaan dari dosen..
3. Work Overload Atau Tugas Yang Terlalu Banyak
Setiap mahasiswa memiliki kapasitas sendiri dalam menangani tugas yang diberikan oleh dosen. Kapasitas yang berbeda ini yang kemudian menjadikan progress pengerjaan tugas akhir tiap mahasiswa berbeda. Hal ini sejalan dengan penelitian yang memaparkan bahwa mahasiswa mengalami kejenuhan dan dipengaruhi oleh penugasan yang berlebihan sehingga sulit bagi mereka dalam mengatur waktunya.
Mahasiswa diharapkan lebih memperhatikan kesehatan mental selama mengerjakan tugas akhir dengan cara mengatur waktu dengan baik, menjaga komunikasi yang terbuka dengan dosen pembimbing dan keluarga, serta tidak ragu mencari bantuan ketika merasa tertekan. Selain itu, pihak kampus dan dosen diharapkan lebih memberikan apresiasi, motivasi, serta pendampingan agar mahasiswa dapat menyelesaikan tugas akhir dengan kondisi mental yang sehat.
