Scroll untuk baca artikel
Nasional

Kena OTT KPK, Ini Sederet Kontroversi Bupati Pati Asal Gerindra

×

Kena OTT KPK, Ini Sederet Kontroversi Bupati Pati Asal Gerindra

Sebarkan artikel ini

PATI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pati Sudewo dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di Pati, Jawa Tengah, pada Senin (19/1) hari ini.

“Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangan tertulis.

Budi mengatakan saat ini Sudewo tengah diperiksa oleh penyidik KPK di Polres Kudus.

Budi masih belum mengungkap secara detail terkait perkara OTT yang dilakukan KPK dalam kasus Bupati Pati tersebut.

“Terkait dengan peristiwa tertangkap tangan di wilayah Pati ini berkaitan dengan perkaranya apa, konstruksinya seperti apa, pihak-pihak yang diamankan siapa saja, itu nanti kami akan sampaikan,” katanya.

Sempat Naikkan PBB 250%

Sebelum kena OTT KPK, Sudewo juga sempat bikin heboh dengan kebijakannya.

Sudewo jadi sorotan usai menaikkan pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan atau PBB-P2 sebesar 250%. Kenaikan PBB itu langsung menuai protes besar warga Kabupaten Pati.

Tantang Warganya Wendiri

Sudewo makin jadi sorotan usai viral gara-gara menantang massa untuk ramai-ramai berdatangan ini pun ramai di media sosial. Salah satunya diunggah akun TikTok @ekokuswanto09 beberapa waktu lalu.

Pada unggahan itu Sudewo memberikan tanggapan terkait adanya wacana aksi demo penolakan kenaikan PBB-P2 sebesar 250 persen pada 13 Agustus 2025.

“Siapa yang akan melakukan aksi, Yayak Gundul? Silakan lakukan, jangan hanya 5.000 orang, 50 ribu orang suruh mengerahkan saya tidak akan gentar. Saya tidak akan mengubah keputusan tetap maju dan saya instruksikan semua aparatur pemerintah Kabupaten Pati tidak boleh bargaining apa pun dengan Yayak Gundul. Silakan kalau ada pihak pihak yang mau demo silakan. Saya tidak akan gentar, tidak akan mundur satu langkah,” katanya saat itu.

Perjalanan Karir Politik Sudewo

Sudewo lahir di Pati, Jawa Tengah, 11 Oktober 1968. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Sebelas Maret pada 1993 dengan jurusan teknik sipil, lalu melanjutkan studi S2 Teknik Pembangunan di Universitas Diponegoro pada 2001.

Karier profesionalnya dimulai di PT Jaya Konstruksi (1993–1994), kemudian bergabung di Departemen Pekerjaan Umum (1996–2006) dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karanganyar (1999–2006).

Dunia politik Sudewo dimulai pada 2009 saat menjadi anggota DPR RI dari Partai Demokrat hingga 2013. Pada Pemilu Legislatif 2019, ia pindah ke Partai Gerindra dan berhasil lolos kembali ke Senayan. Selama satu periode, ia duduk di Komisi V dan Komisi X DPR RI.

Saat menjadi legislator, Sudewo menginisiasi berbagai program pembangunan di Kabupaten Pati, mulai dari renovasi rumah lewat BSPS, pembangunan irigasi, sanitasi, hingga jalan poros desa.

Pada Pemilu 2024, Sudewo kembali terpilih sebagai anggota DPR RI namun memilih mundur demi maju di Pilkada Pati. Ia bersama Risma Ardhi Chandra resmi ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati terpilih pada 9 Januari 2025 oleh KPU Kabupaten Pati, dan dilantik di Istana Negara pada 20 Februari 2025.

Meski akhirnya dibatalkan setelah Pati dilguncang demo besar-besaran, kebijakan pajak yang dikeluarkannya menjadi sorotan tajam masyarakat. Selain PBB-P2, sejumlah kebijakan lain dinilai tidak mengakomodasi aspirasi warga, sehingga memicu ketegangan politik di Pati.