Scroll untuk baca artikel
Artikel

Evaluasi Kinerja Pendistribusian Air Bersih PDAM Barito Selatan

×

Evaluasi Kinerja Pendistribusian Air Bersih PDAM Barito Selatan

Sebarkan artikel ini
Evaluasi Kinerja Pendistribusian Air Bersih PDAM Barito Selatan

Oleh Aurelia Charisya, Mahasiswa Prodi Teknik Lingkunga, Akademi Teknik Tirta Wiyata, Kota Magelang

DEPOKPOS – PDAM Barito Selatan (Perumdam Tirta Barito) memiliki peran strategis dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa permasalahan, seperti air yang tidak mengalir, kebocoran jaringan pipa, serta kualitas air yang keruh. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pendistribusian air bersih PDAM Barito Selatan serta mengkaji upaya perbaikan yang telah dan sedang dilakukan.

Metode evaluasi dilakukan melalui analisis permasalahan teknis dan kebijakan operasional PDAM. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa permasalahan utama disebabkan oleh usia jaringan pipa yang tua, keterbatasan kapasitas pompa, serta kondisi air baku yang fluktuatif. PDAM Barito Selatan telah melakukan berbagai upaya perbaikan, termasuk pengusulan penggantian pipa, pengadaan pompa baru, optimalisasi pengolahan air, serta penyusunan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM).

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Ketersediaan air bersih yang memenuhi aspek kualitas, kuantitas, dan kontinuitas menjadi indikator utama keberhasilan pelayanan publik di bidang air minum. PDAM Barito Selatan sebagai penyelenggara layanan air bersih di Kabupaten Barito Selatan dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat sering mengeluhkan gangguan pelayanan berupa air yang tidak mengalir, kebocoran pipa, serta kualitas air yang keruh. Kondisi ini berdampak pada menurunnya tingkat kepuasan pelanggan dan mengindikasikan adanya permasalahan dalam sistem pendistribusian air bersih. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi kinerja PDAM Barito Selatan untuk mengetahui penyebab permasalahan dan upaya perbaikannya.

Evaluasi kinerja pendistribusian air bersih dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan menganalisis kondisi teknis dan operasional PDAM Barito Selatan. Fokus evaluasi meliputi jaringan perpipaan PDAM dan kebijakan yang telah direncanakan maupun dijalankan oleh pihak pengelola.

Kondisi dan Permasalahan Jaringan Perpipaan

Salah satu permasalahan utama dalam pendistribusian air bersih adalah kebocoran jaringan pipa. Kebocoran ini disebabkan oleh usia pipa yang sudah sangat tua, bahkan sebagian jaringan telah berumur lebih dari 40 tahun. Faktor usia menyebabkan penurunan kualitas material pipa sehingga mudah mengalami kerusakan.

Selain itu, posisi pipa yang berada jauh di bawah badan jalan raya menyulitkan proses pendeteksian kebocoran. Akibatnya, kebocoran sering terlambat ditangani dan berdampak pada terganggunya distribusi air kepada pelanggan. Sebagai langkah perbaikan, PDAM Barito Selatan telah mengusulkan pembangunan dan penggantian jaringan pipa baru melalui pendanaan APBN dan APBD.

Permasalahan Tekanan dan Kontinuitas Aliran Air

Air yang sering tidak mengalir disebabkan oleh kurangnya tekanan pompa. Saat ini, PDAM Barito Selatan memiliki pompa utama berkapasitas 60 dan 100 liter per detik serta pompa cadangan berkapasitas 40 liter per detik. Namun, pompa utama 60 liter per detik dalam kondisi rusak sehingga operasional distribusi air bergantung pada pompa cadangan.

Penggunaan pompa cadangan dengan kapasitas lebih kecil menyebabkan tekanan air tidak mencukupi, terutama bagi wilayah yang berada jauh dari instalasi pengolahan air. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah daerah telah memberikan bantuan pengadaan pompa baru berkapasitas 60 liter per detik yang saat ini sedang dalam tahap pemasangan dan diharapkan segera dapat dioperasikan.

Permasalahan Kualitas Air Keruh

Permasalahan kualitas air yang keruh terutama terjadi pada musim hujan. Hal ini disebabkan oleh kondisi air baku yang tidak menentu akibat meningkatnya kandungan lumpur dan partikel tersuspensi. Kondisi tersebut mempengaruhi hasil pengolahan air sehingga kualitas air distribusi menurun.

PDAM Barito Selatan telah melakukan upaya penanganan dengan pembubuhan bahan kimia yang sesuai dengan kondisi air baku. Penentuan dosis dan komposisi bahan kimia dilakukan melalui uji jar test yang dilaksanakan setiap hari. Langkah ini bertujuan agar kualitas air hasil pengolahan tetap memenuhi standar yang ditetapkan.

Penyusunan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM)

Sebagai upaya peningkatan layanan secara menyeluruh, Perumdam Tirta Barito saat ini sedang menyusun Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) dan telah memasuki tahap laporan akhir. RPAM merupakan pendekatan manajemen risiko yang komprehensif untuk menjamin kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan (4K) air minum dari sumber air baku hingga ke konsumen.

Penerapan RPAM diharapkan mampu mengidentifikasi potensi risiko dalam sistem penyediaan air minum serta menetapkan langkah pengendalian yang efektif guna menjamin keamanan air bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil evaluasi, dapat disimpulkan bahwa permasalahan pendistribusian air bersih PDAM Barito Selatan disebabkan oleh faktor teknis berupa usia jaringan pipa yang tua, keterbatasan kapasitas pompa, serta fluktuasi kondisi air baku. PDAM Barito Selatan telah melakukan berbagai upaya perbaikan, antara lain pengusulan penggantian jaringan pipa, pengadaan pompa baru, optimalisasi pengolahan air, serta penyusunan RPAM. Dengan terlaksananya upaya tersebut, diharapkan kinerja pendistribusian air bersih dapat meningkat dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal dan berkelanjutan.