Scroll untuk baca artikel
Artikel

Saat Dunia Berubah, Adab Tetap Jadi Kompas Perilaku Manusia

×

Saat Dunia Berubah, Adab Tetap Jadi Kompas Perilaku Manusia

Sebarkan artikel ini
Saat Dunia Berubah, Adab Tetap Jadi Kompas Perilaku Manusia

DEPOKPOS – Apakah kalian menyadari bahwa dunia berubah atau bergerak begitu cepat, yang dimana teknologi terus berevolusi,budaya baru bermunculan, serta ruang komunikasi dan informasi yang tak terbatas yang pada zaman dahulu hal-hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan kini dapat terjadi dalam hitungan menit bahkan detik.

Perubahan ini membawa banyak hal positif juga dampak negatif yang biasa kita sebut tantangan bagi kita semua dalam menjalani di era teknologi sekarang ini.

Nah,apa sih hubungan berubah dan majunya dunia dengan adab?

Ditengah dunia yang berubah dan zaman yang semakin maju ini ada satu hal yang tidak akan pernah berubah, yakni adab. Kualitas manusia tidak hanya diukur dengan kecerdasan,gelar pendidikan dan kemampuan teknologi, Adab menjadi suatu hal yang mendasar juga yang menentukan martabat seseorang .

Adab mencakup sikap, perilaku, tutur kata dan etika sosial, yang dimana disitu kita di tuntut untuk berperilaku sopan,berbicara yang baik dan menghargai orang lain.

Apasih Pentingnya adab di era modernisasi ?

Di era modernisasi ini,menjadi tantangan yang besar bagi adab,mudahnya kita dalam berkomunikasi dalam dunia digital sering kali membuat kita lupa bahwa setiap kata dan tulisan yang kita kirimkan atau kita posting memiliki dampak, baik positif dan negatif.

Pandangan terhadap kritik berubah menjadi ejekan,perbedaan pendapat berubah menjadi konflik, juga kebebasan dalam berbicara tidak lagi disertai oleh rasa hormat.

Hal ini menunjukkan bahwa majunya peradaban dan teknologi tidak meningkatkan kualitas moral masyarakat yang terjadi malah membuat degradasi moral masyarakat.

Dalam hal ini, adab menjadi nilai penyeimbang agar modernisasi tidak menghilangkan nilai moral kemanusiaan.

Adab membuat dan memastikan bahwa manusia tetap memiliki identitas dan integritas. Tanpa adab,modernisasi hanya akan menghasilkan generasi cerdas secara intelektual,namun kosong secara nilai dan moral.

Bahaya hilangnya adab di era modernisasi

Di era modern ini,terutama di media sosial,banyak perilaku yang menunjukkan kemerosotan akhlak dan adab,contohnya, ucapan kasar, hinaan dan bullying yang dianggap hal biasa, kurangnya rasa hormat kepada orang yang lebih tua, menormalisasikan konten-konten yang tidak etis yang tidak mencerminkan nilai kesopanan dan moral,serta budaya suka pamer atau flexing yang menghilangkan rasa syukur.

Jika adab tidak lagi menjadi fondasi dalam kehidupan,dampaknya akan sangat buruk, pertama, kerusakan moral, hal ini membuat generasi yang tumbuh tanpa adab akan sulit untuk mengenal batas antara salah dan benar yang sehingga menimbulkan perilaku seperti intoleransi, egisme dan yang paling parah adalah kekerasan sosial.

Kedua, rusaknya relasi sosial,hal ini menunjukkan masyarakat tanpa adab akan kehilangan rasa empati, saling menghargai dan saling tolong menolong.

Komunikasi dan interaksi tanpa saling menghargai berubah menjadi kompetisi tanpa moral,sehingga solidaritas antar masyarakat melemah.

Pentingnya belajar adab untuk diri sendiri

Dalam kehidupan sehari-hari,adab memiliki peranan penting,tidak Cuma di kehidupan sehari-hari,akan tetapi di kehidupan yang kita jalani, belajar adab adalah proses belajar yang berjalan seumur hidup.

Ia bukan pelajaran yang selesai ketika seseorang telah dewasa,melainkan semakin dibutuhkan di setiap fase kehidupan.

Adab datang sebelum ilmu,seperti yang di tafsirkan oleh para ulama terdahulu, adab lebih dahulu atau lebih penting sebelum ilmu, karena percuma jika kita memiliki banyak pengetahuan, tetapi tidak mampu menempatkan pengetahuan pada tempat yang tepat,kosong secara nilai dan moral.

Dengan adab kita tahu cara mengenal diri kita sendiri,cara menghargai orang lain dan mengetahui batasan dalam bertindak.

Adab ialah sebagai bentuk batasan ketika kita bertindak atau berinteraksi, adab sebagai suatu hal yang membangun hubungan yang baik, mendewasakan cara kita berpikir, juga menjadi cerminan diri kita sendiri.

Belajar adab juga berarti belajar menghormarti diri sendiri. Ketika kita memahami batasan diri, kita tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif atau tergesa gesa dalam mengambil keputusan.

Kita tahu kapan kita harus berbicara dan kapan kita harus diam. Kita mampu menerima kritik tanpa harus tersinggung atau marah dan mampu memberikan pendapat tanpa merendahkan orang lain.

Sikap-sikap seperti inilah yang membuat kita menjadi lebih matang secara sosial dan emosional.

Pandangan Islam terhadap pentingnya adab di masa kini dan juga masa depan

Perkembangan zaman yang begitu cepat sering kali membuat kita lebih fokus pada ilmu pengetahuan,teknologi dan pencapaian duniawi. Akan tetapi didalam islam,ada satu nilai yang dijadikan sebagai prioritas utama sebelum ilmu,yaitu adab.

Adab bukan hanya sekedar aturan kesopanan,tetapi juga akhlak,sikap hati,cara memperlakukan orang lain, serta sebagai bentuk penghormatan kepada Allah, diri sendiri juga sesama makhluk.

Berikut adalah dalil tentang pentingnya adab :

Q.S Al-Hujurat ayat 11-12
‘’ Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain…dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain serta jangan menggunjing satu sama lain’’

Dari ayat ini Allah memerintahkan kita untuk menjaga adab sosial: tidak merendahkan orang lain, tidak mencari aib, tidak memfitnah, dan tidak melakukan ghibah.

Q.S Luqman ayat 18-19
‘’Jangan memalingkan muka dari manusia (karena sombong) dan jangan berjalan di muka bumi dengan angkuh…”

Dari ayat ini Allah memerintahkan tawadhu’ (rendah hati), berbicara lembut, dan tidak bersikap angkuh.

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Malik, Ahmad)

Maksud dari hadits ini adalah misi utama Rasulullah bukan sekadar menyampaikan hukum, tetapi mengajarkan adab dan akhlak mulia,dan adab adalah inti dari ajaran islam.

“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”
(H.R Tirmidzi)

Maksud dari hadits ini adalah Kesempurnaan iman tidak hanya dinilai dari ibadah, tetapi dari adab dan akhlak.
Adab adalah indikator kualitas iman.

“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
(H.R Bukhari Muslim)

Maksud dari hadits ini adalah Adab dalam berinteraksi harus dilandasi empati dan kasih sayang.

Adab merupakan wujud iman dalam hubungan sosial.

Kesimpulan

Dari sedikit dalil yang disampaikan diatas dan juga masih banyak dalil lainnya, ini menunjukkan bahwa adab diatas segalanya, sampai ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa diutus nya Rasulullah ke bumi hanya untuk menyempurnakan adab dan akhlak, dikarenakan pada zaman jahiliyah dahulu,moral, empati dan toleransi sama sekali tidak ada atau rusaknya akhlak yang sehingga diutuslah Rasulullah untuk memperbaiki dan mengajarkan hal tersebut,yaitu adab.

Bahkan sampai dimasa kini adab yang diajarkan oleh Beliau tetap menjadi kompas perilaku sebagaimana kita memberikan batasan dalam berinteraksi sesama manusia.

Banyak hal positif yang dapat kita ambil dari pelajaran tentang pentingnya adab seperti disenangi oleh banyak orang,membuat lingkungan semakin harmonis,menumbuhkan rasa empati,toleransi,tolong menolong dan juga solidaritas antar sesama.

Hal ini menunjukkan bahwa kita semua bersaudara tanpa membedakan agama,ras,suku,dll. Dengan adab kita tak hanya bisa menghormati orang lain tetapi juga menghormati diri kita sendiri.

Ditulis oleh Ahmad Zuhdi Fuhaid, mahasiswa

Konsep Dasar Muzara’ah – Mukhrabah
Artikel

Najla Ishmatunnisa dan Hana Nursalimah BAB I PENDAHULUAN  LatarBelakang  Islamadalahagamayangmengaturseluruhaspekkehidupanmanusia,termasukdalam bidangekonomidanpertanian.Dalamkehidupanmasyarakat,terutamadidaerahpedesaan, sektorpertanianmenjadisalahsatusumbermatapencaharianutama.Olehkarenaitu,Islam memberikan aturan mengenai kerja sama pertanian agar dapat dilakukan secara adil dan saling menguntungkan….