DPR: 120 Ribu Pekerja Pabrik Tekstil Terancam PHK

DPR: 120 Ribu Pekerja Pabrik Tekstil Terancam PHK

JAKARTA – DPR kompak mendesak Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengantisipasi kiamat pabrik tekstil yang semakin dekat.

Bahkan, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP Harris Turino mengatakan ada 120 pabrik yang terancam tutup setiap tahunnya. Ia juga mengutip data yang memprediksi bakal ada 120 ribu pekerja pabrik tekstil terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di 2025.

Bacaan Lainnya

“Banyak pihak memberikan analisis kalau Permendag (Nomor 8 Tahun 2024) ini tidak dicabut, dalam satu tahun ada 120 pabrik tekstil akan tutup dan kira-kira 120 ribu pekerja PHK tahun depan (2025),” wanti-wanti Harris dalam Rapat Kerja dengan Kemendag di DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (13/6).

BACA JUGA:  Terlilit Tali Layangan, Helikopter Jatuh di Bali

“Sekarang sudah ada 11 pabrik tekstil tutup, 8 di Jawa Tengah, sehingga bagaimana pak menteri mengenai ini?” tanya Harris.

Ia menyebut permasalahan utama adalah Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 8 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Permendag Nomor 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor. Menurutnya, beleid itu mencabut peraturan teknis Kementerian Perindustrian yang selama ini menahan arus barang impor.

Harris meminta Permendag Nomor 8 Tahun 2024 ditinjau ulang. Jika barang impor dibiarkan masuk ke Indonesia, ia menyebut industri tekstil tanah air tak akan mampu bertahan.

Peringatan serupa datang dari Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra M. Husni yang mengatakan ada ancaman lebih berbahaya dari 120 pabrik tekstil tutup per tahun. Ia menyebut pabrik yang gulung tikar akan terus terjadi dan tak terbendung.

BACA JUGA:  PBNU Keluarkan Surat Larangan Kerja Sama dengan Lembaga Berafiliasi Israel

“Hari ini sudah terus mengantre PHK dan pabrik itu tutup. Itu baru pabrik, belum lagi tekstil dan produk tekstil (TPT)-nya,” ucapnya.

“Mereka katakan, ‘Kenapa sih di dalam negeri dibebankan bea begitu besar, sedangkan impor begitu gampang?’ Tekstil ini padat karya, paling banyak membutuhkan tenaga kerja,” tegas Husni.

Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) mencatat sudah ada 13.800 buruh tekstil terkena PHK. Data ini dihimpun sejak Januari 2024 hingga awal Juni 2024.

Daftar PHK pabrik tekstil hingga awal Juni 2024:

A. Pabrik tutup
1. PT Dupantex, Jawa Tengah PHK sekitar 700 karyawan
2. PT Alenatex, Jawa Barat PHK sekitar 700 karyawan
3. PT Kusumahadi Santosa, Jawa Tengah PHK sekitar 500 orang
4. PT Pamor Spinning Mills, Jawa Tengah PHK sekitar 700 orang
5. PT Kusumaputra Santosa, Jawa Tengah PHK sekitar 400 orang
6. PT Sai Apparel, Jawa Tengah PHK sekitar 8.000 orang

BACA JUGA:  KPK: 5.681 Caleg Terpilih Masih Belum Laporkan LHKPN

B. PHK karena efisiensi
1. PT Sinar Pantja Djaja, Jawa Tengah sekitar 2.000 karyawan
2. PT Bitratex, Jawa Tengah sekitar 400 karyawan
3. PT Djohartex, Jawa Tengah sekitar 300 karyawan
4. PT Pulomas, Jawa Barat sekitar 100 karyawan

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait