Workshop Keaktoran Pestarama9: Menghadirkan Ruang Berekspresi bagi Murid

DEPOKPOS – Workshop keaktoran kembali hadir dalam Pestarama9 dengan tema “Mengekspresikan Diri Melalui Karya Sastra” yang dilaksanakan di Aula Madya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (22/05/24) pukul 08.00 WIB.

Narasumber dalam workshop keaktoran ialah Sir Ilham Jambak yang lahir pada 12 Agustus 1998, Sir juga memiliki beberapa pengalaman dalam dunia teater, ia bahkan bergabung dengan teater koma pada tahun 2010 dan telah terlibat pada beberapa pementasan teater koma.

Bacaan Lainnya

Sir tidak hanya bergabung pada teater koma, akan tetapi Sir juga menjadi aktor di Lab Ciputat dan bermain dalam produksi teater.

BACA JUGA:  Mahasiswa Peternakan UMM Sukses Kembangkan Telur Puyuh Rendah Kolesterol

Sir memberikan ruang berekspresi melalui karya sastra dengan melakukan alih wahana puisi ke dalam drama melibatkan murid-murid dari berbagai sekolah dan mengelompokkan murid dengan cara games sehingga dalam satu kelompok tidak hanya berisikan murid sekolah yang sama, akan tetapi mencampurkan murid dari sekolah yang berbeda ke dalam kelompok.

Adapun beberapa sekolah yang turut hadir memeriahkan dan terlibat dalam workshop keaktoran, yakni SMPN 141 Jakarta, SMK Harapan Ibu, SMA Global Islamic School, SMPN 87 Jakarta, dan SMPN 103 Jakarta.

Alih wahana ialah proses pengalihan dari sebuah karya ke sebuah karya yang lain, misalnya seperti pengalihan cerpen ke dalam pementasan drama. Pengalihan puisi ke dalam drama juga termasuk ke dalam proses alih wahana yang diterapkan oleh Sir kepada Murid-murid lain.

BACA JUGA:  Mahasiswa UGM Raih Juara 1 Smart Competition BOREYES 2024

Murid diajarkan untuk berimajinasi luas dengan gerakan tubuh dan juga olah vokal, dan menghasilkan berbagai jenis suara alam/hewan serta kota/mesin.

Dengan belajar mengenai drama atau teater membuat murid menjadi berani berekspresi di hadapan penonton, dapat beradaptasi dengan diri sendiri dan pertemanan, dan dapat membentuk tim kerja yang baik, serta bertanggung jawab terhadap atas apa yang ditampilkan.

Dalam membentuk kelompok drama, murid saling memberi ide dan di waktu yang bersamaan mendengarkan ide orang lain pada diskusi kelompok sehingga dapat membawa atau menampilkan pertunjukan yang beragam, tidak monoton.

Pembangunan jiwa leadership atau bisa dikatakan sebagai pimpinan produksi dalam sebuah pertunjukan sangatlah penting. Oleh karena itu, tiap kelompok yang dibentuk diperlukannya jiwa leadership untuk mendorong lahirnya ide-ide yang kreatif dan inovatif.

BACA JUGA:  Anak Penjual Rempeyek Lolos SNBP Tanpa Tes dan Kuliah Gratis di FEB UGM

Pada acara workshop keaktoran banyak sekali pengetahuan baru yang didapatkan oleh murid sehingga menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi mereka.

Hal ini membuat murid menjadi lebih aktif mengikuti setiap kegiatan. Sir juga selalu memberikan arahan yang baik sebelum para murid menampilkan pertunjukan di hadapan banyak orang sehingga menimbulkan antusias murid, membangun kepercayaan diri, dan tidak meremehkan tanggung jawab.

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait