Beras di Depok Tak Langka, Cuma Harganya yang Selangit!

“Ada banyak di pasar banyak, nggak langka, cuma harganya aja yang selangit,” kata dia

DEPOK – Nur Hasanah, warga Sukmajaya Depok menyebut dirinya sempat kaget dengan kenaikan harga beras di warung, tempat biasa dia berbelanja.

Saat ini harga beras satu liter disebutnya mencapai Rp 15 ribu dari yang tadinya berkisar Rp 10 ribu, yang artinya sejauh ini sudah mengalami kenaikan 50 persen.

Bacaan Lainnya

“Kaget, biasanya 10 ribu sekarang sudah 15 ribu, ngga tau besok sampai berapa,” katanya kepada Depokpos, Kamis (15/2).

BACA JUGA:  IBH Sumbangkan 20 Sapi Kurban ke Sejumlah Wilayah

Nur Hasanah mengaku baru mulai kembali membeli beras di warung setelah beras bansos miliknya habis dan belum ada bantuan lanjutan.

“Berasnya mah ada, bukannya langka. Malahan saya lihat masih penuh numpuk di warung, mungkin karena orang udah mulai ngga sanggup beli jadi belinya untuk sekali masak aja,” tambahnya.

Sementara salah seorang warga lainnya, Ida, yang merupakan pedagang sayuran di Pasar Musi juga menyebut bahwa stok beras memang tidak langka.

“Ada banyak di pasar banyak, nggak langka, cuma harganya aja yang selangit,” kata dia.

Ia menyebut, harga satu liter beras yang biasa dia dan keluarganya konsumsi tadinya seharga Rp 12 ribu dan sekarang naik menjadi Rp 16 ribu.

BACA JUGA:  Renovasi, Kantor Kelurahan Beji Timur Pindah ke Jalan Angsa

Jokowi sebut dua minggu lagi harga beras turun

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Pasar Induk Beras Cipinang pada siang hari ini Kamis (15/2). Kedatangannya itu untuk mengecek dan memastikan stok beras dalam kondisi yang aman.

“Saya datang di pasar induk beras Cipinang ini untuk memastikan bahwa stok nya ada. Karena dari sinilah di distribusikan ke ritel, ke supermarket, ke daerah dari pasar induk Cipinang. Sehingga saya ingin pastikan beras yang ada di sini ada tersedia, jumlahnya cukup. Dan saya melihat melimpah,” kata Jokowi usai melakukan pengecekan.

BACA JUGA:  Penuh Haru Selimuti Prosesi Pelepasan Murid Kelas VI Angkatan ke- 40 SDN Mekarjaya 28

Jokowi menjelaskan bahwa permasalahan terkait adanya kelangkaan dan kenaikan harga beras dikarenakan suplai dari hasil panen belum masuk. Pendistribusian juga terganggu akibat banjir.

“Ya suplai, suplai itu karena memang panennya belum masuk. Yang dari produksi di panen belum masuk pasar. Distribusinya juga terganggu di urusan banjir di Demak, di Gerobokan itu mempengaruh.

Tapi sudah saya kira sudah di selesaikan lewat pengiriman dari bulog juga ke daerah, bulog ke pasar induk Cipinang,” jelasnya.

Jokowi memastikan bahwa harga dan kelangkaan beras akan turun dua Minggu mendatang.

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait