Tuntut Aksi Boikot di Malaysia, McDonald’s Makin Banjir Kecaman

Tuntut Aksi Boikot di Malaysia, McDonald’s Makin Banjir Kecaman

McDonald’s Malaysia menggugat dan menuntut sebesar 6 juta ringgit Malaysia atau setara kurang lebih Rp 20 miliar

DEPOKPOS – McDonald’s Malaysia mendapatkan serangan balik yang keras usai melayangkan gugatan atas gerakan boikot yang dilakukan warga Malaysia terhadap produk pro Israel.

Diketahui sebelumnya, McDonald’s Malaysia menggugat BDS Malaysia yang menurut mereka telah menyebar pernyataan palsu dan memfitnah perusahaan.

Bacaan Lainnya

McDonald’s Malaysia menggugat dan menuntut sebesar 6 juta ringgit Malaysia atau setara kurang lebih Rp 20 miliar.

BACA JUGA:  46 Ribu Bisnisnya Tutup, Israel Diambang Kehancuran

Tidak menunggu lama, gugatan yang dilayangkan oleh McDonald’s Malaysia menduai kecaman dari warga Malaysia di media sosial. Sebagian besar warga Malaysia mengatakan bahwa, negeri jiran tersebut memiliki sejarah panjang dalam mendukung perjuangan Palestina.

“Memboikot perusahaan seperti ini adalah pilihan pribadi setiap orang. Meskipun demikian, bila orang yang memiliki pola pikir benar maka pasti akan memboikot (McDonald’s),” ujar Sheryl Ho dari Partai Muda dikutip dari South China Morning Post, Selasa (2/1/2024).

Tak hanya Sheryl, warga Malaysia lain menegaskan bahwa aksi boikot yang mereka lakukan murni datang dari hati nurani mereka sendiri atas apa yang terjadi di Gaza dan bukan merupakan hasil dari seruan untuk melakukan boikot. Hal tersebut disampaikan beberapa warga Malaysia di akun X atau Twitter.

BACA JUGA:  JK Bahas Kondisi Terkini Palestina bersama Pemimpin Hamas

“McDonald’s telah kehilangan pelanggan bukan hanya karena boikot ini, tapi seumur hidup,” kata sebuah postingan di X.

Diketahui, Gerbang Alaf Restaurants Sdn Bhd, yang merupakan pemegang lisensi McDonald’s di Malaysia, menggugat gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) Malaysia atas serangkaian postingan media sosial yang diduga mengaitkan waralaba makanan cepat saji tersebut.

Berdasarkan surat panggilan tertanggal 19 Desember yang dilihat oleh Reuters, Restoran Gerbang Alaf menuduh BDS Malaysia menghasut masyarakat untuk memboikot McDonald’s Malaysia, yang menyebabkan hilangnya keuntungan dan PHK, serta kerugian lainnya, karena penutupan dan pengurangan jam operasional jam gerainya.

BACA JUGA:  Reaksi Dunia Terhadap Serangan Israel di Kamp Pengungsi al-Mawasi: Pembantaian yang Brutal

McDonald’s Malaysia mengonfirmasi pihaknya mengajukan gugatan terhadap BDS Malaysia untuk melindungi “hak dan kepentingannya”, katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

Sebagai tanggapan, BDS Malaysia mengatakan mereka “dengan tegas menyangkal” telah mencemarkan nama baik perusahaan makanan cepat saji tersebut dan akan menyerahkan masalah tersebut ke pengadilan. Gerakan BDS bertujuan untuk mengakhiri dukungan internasional terhadap penindasan dan penjajahan Israel atas Palestina dan menekan Israel untuk mematuhi hukum internasional.

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait