Tayang di Disney+, Seseru Apa Serial Terbaru Lee Dong-wook ‘A Shop For Killers’?

DEPOKPOS – Aktor asal Korea Selatan Lee Dong-wook kembali tampil dalam serial aksi berjudul “A Shop For Killers” yang akan tayang perdana hari ini, 17 Januari 2024 di layanan video berbayar Disney+ Hotstar dengan total 8 episode.

Saat penayangan perdananya Selasa (16/1) malam di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, “A Shop For Killers” menyajikan deretan aksi menegangkan untuk 2 episode pertamanya. Berlatarkan sebuah kota kecil di Korea Selatan, “A Shop For Killers” menceritakan tentang kematian tidak terduga dari seorang pria bernama Jeong Jinman (Lee Dong-wook).

Jeong Jinman merupakan paman sekaligus keluarga satu-satunya dari seorang mahasiswi bernama Jeong Jian (Kim Hye-jun). Saat mendengar kabar kematian pamannya, Jian kembali ke rumah pamannya untuk mengurus pemakaman dan urusan lainnya.

Bagi Jian, Jinman adalah sosok misterius dan selalu ada saat dirinya membutuhkan pertolongan. Jian pun tidak percaya jika pamannya meninggal karena bunuh diri, seperti yang dikatakan oleh dokter dan polisi setempat.

Setelah urusan pemakaman Jinman selesai, Jian kembali ke rumah pamannya dan menemukan banyak hal janggal. Mulai dari laman situs mencurigakan, datangnya tamu misterius, hingga rangkaian teror dari pembunuh bayaran.

Hidupnya pun berubah drastis dan dirinya harus bertahan hidup dari rangkaian teror pembunuh yang tiba-tiba mengincar. Bahkan, Jian seolah dipaksa untuk mengingat kembali pelatihan aneh yang diberikan Jinman selama tinggal bersamanya agar dirinya dapat selamat. Akankah Jian bisa selamat?

Kasus jual-beli senjata ilegal

Selama kurang lebih 2 jam penayangan untuk 2 episode pertama “A Shop For Killers”, penonton akan diperlihatkan adegan kilas balik dari inti permasalahan yang dihadapi Jian, Jinman, dan keluarganya.

Meskipun belum mendapatkan jawaban utuh dari pertanyaan “mengapa Jian ingin dibunuh?” karena masih berada di episode ke-2, penonton mulai mengerti bahwa permasalahan ini disebabkan oleh kasus jual-beli senjata ilegal. Kasus yang cukup sering diangkat dalam serial atau film aksi, tetapi tetap memiliki premis menarik di dalamnya.

Jual-beli senjata ilegal ini bermuara pada satu hal yang masih belum diungkap dalam 2 episode pertamanya. Namun, hal yang mungkin terjadi adalah adanya perselisihan dalam jaringan jual-beli senjata ilegal ini dan akhirnya melibatkan Jian di dalamnya.

Penonton pun akan memahami ketakutan Jian saat tahu dirinya sedang diincar oleh pembunuh bayaran. Berkat kecerdasannya, Jian dapat bereaksi cepat saat bahaya mulai datang dan mengincar nyawanya.

Trauma masa lalu dan keluarga

Tidak hanya menampilkan ragam adegan aksi saja, “A Shop For Killers” berhasil memasukkan unsur drama keluarga yang hangat di dalamnya. Jian dan Jinman awalnya tidak dekat, meskipun keduanya adalah paman dan keponakan kandung.

Namun, sebuah insiden menyebabkan Jian harus kehilangan orang tuanya dan terpaksa tinggal dengan Jinman. Perlahan, Jian dan Jinman yang sama-sama pendiam mulai membuka hati mereka dan berinteraksi layaknya keluarga.

Kedekatan mereka juga dipicu oleh trauma masa lalu yang dialami Jian. Jian yang enggan berbicara dan dianggap bisu, mulai menerima kehadiran Jinman dan mengandalkannya sebagai sosok keluarga satu-satunya.

Sayangnya, kedekatan mereka tetap membuat Jian “tidak mengenal” pamannya secara utuh dan bertanya-tanya tentang kematian mendadak pamannya itu. Lagi-lagi, Jian harus menghadapi traumanya seorang diri dan berusaha mencari cara untuk bertahan hidup.

Aksi baku tembak intens yang menegangkan

Serial “A Shop For Killers” menawarkan ragam adegan aksi baku tembak super canggih dan menarik. Tidak sekadar menampilkan adegan “asal berisik” seperti adegan baku tembak lainnya, di serial ini penonton akan dibuat takjub dengan deretan pistol, peledak, hingga drone penembak yang tidak lazim.

Kepiawaian para aktor dan aktris dalam menggunakan beragam senjata juga patut diacungi jempol. Kim Hye-jun yang diceritakan sebagai mahasiswi biasa di serial ini pun berhasil mengembangkan karakternya dengan apik dan berani.