Opini  

OPINI: Melawan Ketidakadilan!

Oleh Ammar Isykarima, Guru Pancasila di SD Swasta Kota Depok

Ternyata ada yang melawan, lho! Ketika ketidakadilan merajalela tidak mungkin semuanya diam. Pasti ada yang meresponnya dengan melakukan sesuatu. Mulai dari paling mudah seperti mengecam secara lisan hingga paling berat yaitu mengorbankan jiwa raga. Mulai dari orang per orang hingga terorganisir menjadi sebuah gerakan. Itulah sejarah yang terjadi di banyak tempat di dunia ini. Bacalah sejarah kebangkitan Asia dan Afrika dalam menghadapi penjajahan bangsa-bangsa Barat! Kita akan mendapatinya sebagai fenomena umum.

Hal itu adalah fitrah manusia. Pada dasarnya semua membenci penjajahan. Pasti ada sekelompok yang tidak tinggal diam saat ada ketidakadilan di depan mata. Apalagi jika sudah jelas merupakan suatu pembantaian kepada kemanusiaan. Siapakah yang rela dengan hal itu semua? Kita tentu tidak akan pernah rela! Itulah yang menjadi alasan mengapa demonstrasi pembelaan Palestina berlangsung di berbagai tempat di dunia ini. Hal itu sebagai salah satu instrumen melawan ketidakadilan dengan suatu pernyataan pendapat. Suatu pernyataan pendapat di muka umum yang diperbolehkan.

Mari kita melihat kembali ke dalam sejarah nusantara. Saat sedang berlangsungnya pembantaian Israel kepada Palestina, kita perlu mempersering membaca sejarah nusantara dalam melawan penjajahan dahulu. Seperti dahulu, walaupun Belanda memiliki lebih banyak keunggulan, tidak membuat semua warga diam. Ada saja yang mencoba melakukan usaha melawan Belanda. Bahkan tidak jarang berujung penjara hingga eksekusi mati. Buku-buku sejarah adalah saksinya. Kita bisa membacanya dari banyak buku yang tersebar saat ini. Sejarah mencatat orang-orang yang melawan penjajahan sebagai pahlawan. Pahlawan adalan orang yang rela berkorban untuk masyarakatnya. Sebagai bangsa Indonesia tentu kita sudah familiar dengan wajah para pahlawan bangsa. Wajahnya mengihasi ruang-ruang kita. Kemudian diharapkan juga memenuhi hati sanubari insan-insan Indonesia.

Sejarah mencatat serangkaian aksi perlawanan dari warga nusantara terhadap ketidakadilan Belanda di tanah nusantara. Banyak perlawanan-perlawanan kecil yang dilancarkan terhadap Belanda. Tentunya tidak langsung bisa mengusir semua kekuatan penjajahan Belanda. Perlu berkali-kali percobaan dalam melawan penjajahan Belanda. Sudah berapa banyak jiwa yang menjadi syuhada dalam melawan penjajahan Belanda. Apakah kita menyalahkan para pejuang yang melawan Belanda? Tentu tidak. Darah yang mengalir dalam perjuangannya melawan penjajahan justu menjadi bahan bakar spirit yang membuat nyala api perlawanan kepada penjajahan.

Sekecil apapun usaha untuk melawan Belanda sangat berkontribusi dalam usaha perlawanan berikutnya. Ternyata perlu ratusan tahun untuk merealisasikannnya hingga menjadi kemerdekaan seperti sekarang ini. Ratusan tahun tentu bukanlah masa yang singkat. Ratusan tahun melambangkan estafet perlawanan dari generasi ke generasi bangsa ini. Maka dari pengalaman bangsa kita dapatlah kita menyimpulkan, bahwa perlawanan Palestina kepada penjajahan Israel juga membutuhkan masa yang panjang. Seperti bangsa Indonesia, sekecil apapun usaha untuk melawan penjajahan Israel juga tentu sangat berarti bagi kemerdekaan Palestina.

Sekarang bangsa Indonesia sudah menikmati kemerdekaannya. Bagaimana kekejaman penjajah Belanda tidak dirasakan oleh generasi saat ini. Tentu yang merasakan langsung adalah para leluhur kita. Maka tentu kita harus meneruskan spirit para leluhur kita yang berdiri melawan ketidakadilan. Kita teruskan spirit leluhur kita yang rela berkorban nyawa. Kita latih jiwa kita agar menjadi jiwa yang kokoh tak gentar membela yang benar. Spirit itu ternyata juga senafas dengan spirit bangsa Palestina dalam melawan penjajahan Israel.