Lokakarya Pestarama#9, Keproduksian Sebagai Keberhasilan Pertunjukan

DEPOKPOS – Pekan Apresiasi Sastra dan Drama atau disingkat menjadi Pestarama merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa PBSI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak tahun 2016. Di tahun 2024, Pestarama#9 hadir dengan kegiatan awal berupa Lokakarya dengan tema keproduksian dan penyutradaraan. Narasumber yang mengisi materi produksi ialah Wulan Pusposari salah satu alumni PBSI yang menyelenggarakan kegiatan Pestarama#3. Lokakarya ini berlangsung pada 11 Januari 2024 di ruang teater FITK lantai 1.

Wulan memberikan pengalamannya selama menjalankan Pestarama#3. Setiap ada kebahagiaan maka terdapat kesusahan di dalam perjalanannya, itulah garis besar yang Wulan sampaikan terkait penyelenggaraan Pestarama. Pada Lokakarya ini, Wulan membahas mengenai tahapan kerja memproduksi pertunjukan. Perencanaan serta persiapan dalam produksi pementasan bisa merambah pada media sosial sebagai tempat atau wadah dalam memberikan informasi tentang pelaksanaan dan pemasaran mengenai pementasan.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN UGM Gelar Aksi Bersih Sampah di Pantai Congot

Dalam menyelenggarakan pementasan atau pertunjukan diperlukannya tahapan kerja memproduksi pertunjukan serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pertunjukan guna menghindari hambatan dan membuat penyelenggaraan pertunjukan berjalan dengan lancar hingga terstruktur dengan baik. Adapun tahapan kerja memproduksi pertunjukan, yaitu: Menentukan pimpinan produksi, membuat target jangka panjang (bulanan), jangka pendek (mingguan/harian), mengakomodir kebutuhan, persiapan, dan permasalahan perangkat elemen pertunjukan, melakukan pendampingan atau controlling pada semua persiapan, melakukan pemasaran produk/karya, menyuguhkan karya pentas kepada audiens, lalu yang terakhir dengan menghasilkan sebuah produk/karya.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN UGM Mengajarkan Tarian Tradisional Nusantara ke Anak-anak Konawe Selatan

Kemudian terkait hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pertunjukan, yakni: menanamkan kesadaran bahwa kegiatan ini adalah bentuk kerja kolektif, proses kebermanfaatan terlibat dalam pertunjukan adalah satu hal yang bukan instan dan bisa dirasakan saat itu juga, menjaga Marwah program pertunjukan merupakan tugas bersama, gaya, pola, dan akar komunikasi menjadi kunci keberhasilan yang maksimal. Wulan juga menjelaskan lebih dalam berkomunikasi antar tiap divisi-divisi agar tidak terjadi miskomunikasi.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN UGM Gelar Aksi Bersih Sampah di Pantai Congot

Pada materi terkait keproduksian yang disampaikan oleh Wulan dapat disimpulkan bahwa pertunjukan dapat berjalan dengan lancar dan berstruktur dengan dilakukannya tahapan serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memproduksi pertunjukan untuk meminimalisir bahkan menghindari hambatan yang tidak bisa diprediksi ke depannya.