KOOD Ogah Berpolitik Lagi, Pilih Fokus Kembangkan Budaya Betawi Depok

KOOD Ogah Berpolitik Lagi, Pilih Fokus Kembangkan Budaya Betawi Depok

KOOD pernah terseret ke dalam urusan politik, dalam dukung mendukung seseorang di Pemilu

DEPOK – Nina Suzana, Sekretaris Umum Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD), menegaskan, KOOD kini tidak lagi berpolitik dalam dukung mendukung seseorang di Pemilu.

Diakuinya, pada masa lalu, KOOD pernah terseret ke dalam urusan politik, dalam dukung mendukung seseorang di Pemilu. “Dulu memang pernah diseret-seret ke politik terutama pada tahun 2005, tetapi itu tak akan terjadi lagi,”ujar Nina, Rabu (10/1/2024).

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Aplikasi DSW Diretas Hacker, IBH Pastikan Tak Ada Kebocoran Data

Nina menambahkan, KOOD adalah wadah untuk semua pihak yang memperjuangkan kemajuan Depok, terutama dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Depok. “Jadi di KOOD ini, orang dari berbagai latar belakang berkumpul termasuk dari partai politik yang berbeda,” urainya.

Itulah yang menjadi alasan KOOD tidak mau lagi terlibat dalam urusan politik praktis. “Urusan politik itu urusan masing-masing saja, tidak usah dibawa ke KOOD,” terangnya.

BACA JUGA:  Minggu Pagi KPU Depok Gelar Jalan Sehat di Alun-alun, Banyak Doorprize!

Nina juga mengakui sering kali menegur mereka yang mencoba-coba menyeret ke urusan politik. “Kita ingatkan, karena kalau dibawa-bawa ke politik, jadinya terpecah belah,” tukasnya.

Ia mengungkapkan, KOOD mengalami revitalisasi pada tahun 2018, yang melarang atributnya dibawa-bawa ke ranah politik. “Sebab, salah satu misi utamanya adalah, menggali dan mengembangkan budaya Betawi Depok yang lama terpendam,” unggahnya.

Depok, katanya, harus punya jatidiri yaitu budaya Betawi Depok. Pasalnya, harus diakui budaya Betawi memang kental dalam kehidupan keseharian masyarakat Depok sejak dulu.

BACA JUGA:  Depok Ada 63 Kelurahan Tapi cuma Punya 15 SMA Negeri, Masih Pertahankan Jalur Zonasi?

Meski punya misi akan terus menggali dan mengembangkan budaya Depok, Mpok Nina menegaskan tidak alergi terhadap pengembangan budaya daerah lain di Depok.

Dalam kegiatan seperti dalam Lebaran Depok, ulasnya, KOOD juga mengajak penampilan budaya daerah lain. “Tetapi sekali lagi yang perlu diingat, Depok itu tidak bisa lepas dari budaya Betawi,” pungkasnya.

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait