Health  

Memendam Permasalahan dapat Berdampak Negatif pada Kesehatan Mental

DEPOKPOS – Dalam menjalani segala aktivitas di kehidupan sehari-hari, tentu kita tak akan pernah terlepas dari sebuah permasalahan. Setiap permasalahan yang hadir, mampu membentuk pribadi dengan karakter yang berbeda. Hal ini tentunya akan berkaitan erat dengan perasaan juga kondisi jiwa dari setiap individu untuk dapat mengatasi permasalahan yang ada dengan baik. Kondisi jiwa yang dirasakan inilah yang sering kita sebut dengan kondisi kesehatan mental. Tapi, apasih arti dari sebuah kondisi kesehatan mental yang sebenarnya?

Kesehatan mental atau yang juga dikenal sebagai mental health adalah kondisi kesehatan yang berkaitan dengan kejiwaan, psikis dan emosi seseorang. Kesehatan mental mencakup keseimbangan pikiran, emosi, dan perilaku yang memungkinkan seseorang untuk mengatasi stress, mengelola perasaan yang dimiliki, penerimaan diri sendiri, berinteraksi dengan lingkungan sekitar, juga mencapai potensi yang terdapat dalam diri.

Namun, banyak individu yang memilih menutup diri mengenai kondisi mental mereka dan mengganggap enteng kondisi psikis yang dirasakan akibat kurang mampunya diri dalam mengatasi permasalahan, sehingga dapat berdampak pada kondisi kesehatan mental. Pada kenyataannya dengan memilih menutup diri mengenai kondisi mental yang dialami dapat mengakibatkan tekanan psikologis yang berlebih juga berpengaruh negatif pada kesehatan mental secara keseluruhan.

BACA JUGA:  Tak Terlihat tapi Mematikan: Bahaya Merokok yang Harus Anda Ketahui

Mengutip dari detik.com, diberitakan sebuah fenomena nyata terkait kasus bunuh diri dengan cara menabrakkan diri pada KA Gajayana yang melintas di antara Stasiun Ngujang-Tulungagung. Hal ini terjadi karena korban yang diduga jarang bercerita mengenai permasalahan yang dialami, dan diperkuat dengan kesaksian rekan-rekannya bahwa korban adalah seorang yang pendiam, sehingga dimungkinkan korban sering memendam permasalahan karena pada saat tersebut sedang dalam kondisi magang.

Pada survei yang dilakukan dengan salah satu mahasiswi UNS berinisial FMR, terdapat informasi dari penyampaiannya bahwa ketika di kost dan jauh dari keluarga memang banyak terdapat tantangan yang harus dihadapi, salah satunya adalah kondisi teman kost yang terkadang lebih individualis sehingga sulit diajak berbagi cerita tentang suatu permasalahan yang sedang dialami. Lebih lanjut, hasil survei menunjukkan bahwa akibat dari lingkungan kost yang lebih individualis dapat mengakibatkan individu sering merasa sendiri, sulit mencari teman untuk berbagi, hingga akhirnya mengakibatkan seorang individu memutuskan untuk menyimpan permasalahan yang dialami.

BACA JUGA:  Tak Terlihat tapi Mematikan: Bahaya Merokok yang Harus Anda Ketahui

Pendapat lain disampaikan oleh alumni mahasiswi UNS berinisial UNK. Menurutnya, sebagai mahasiswa memang memiliki tantangan tersendiri dan tentu saja banyak permasalahan yang dihadapi. Terlebih pada saat menjelang tugas akhir tentu terdapat beban yang harus dialami setiap mahasiswa. Oleh karena itu, UNK menyampaikan bahwa sangat penting memiliki teman untuk bercerita dan berdiskusi tentang kesulitan yang dialami agar tidak semakin menambah beban dalam kehidupan.

Lebih lanjut, UNK menyampaikan bagi mahasiswa yang jauh dari keluarga, beban yang dialami tentu bertambah dan terkadang tidak semudah itu mendapatkan teman berbagi. Untuk itu, hal yang dapat dilakukan adalah tetap survive serta menemukan teman berbagi yang tepat sebagai solusi untuk mengatasi beban, atau bisa dengan melakukan kegiatan positif seperti dapat membuat tulisan untuk mencurahkan isi hati. Dengan melakukan hal demikian, dirasa mampu membantu mengurangi individu yang sering memendam permasalahan hingga berpotensi mengganggu kesehatan mental.

BACA JUGA:  Tak Terlihat tapi Mematikan: Bahaya Merokok yang Harus Anda Ketahui

Dari berbagai fenomena dan hasil survei tersebut, saya menyadari bahwa kesehatan mental sangat perlu diperhatikan bagi setiap individu. Menurut saya, peran lingkungan sekitar sangat diperlukan guna mengurangi tekanan psikologis agar individu tidak selalu memiliki keinginan untuk memendam permasalahan. Berkomunikasi dengan keluarga dan teman dekat yang tepat, dapat membantu untuk menguatkan individu dari setiap permasalahan yang harus dihadapi.

Memulai untuk mengungkapkan permasalahan atau beban dalam kehidupan memang bukan hal yang mudah, tetapi menurut saya memendam permasalahan juga dapat merugikan kesehatan mental seseorang. Ketika kita memendam permasalahan, kita cenderung merasa kesepian, tertekan, dan merasa cemas. Permasalahan yang tidak terselesaikan dapat menumpuk dan membuat kita semakin tertekan, bahkan hingga pada tingkat yang tidak sehat.