DEPOKPOS – Zhafira Aqyla Syadzya Syahidah adalah influencer di bidang edukasi yang meraih popularitas karena menjadi penerima MEXT Scholarship untuk berkuliah di S1 Osaka University hingga lulus.
Saat ini, ia berhasil menjadi mahasiswa dalam Master Program Learning Design, Innovation, and Technology pada Harvard Graduate School of Education ia juga seorang youtuber, konten kreator, dan Founder Taulebih.id.
Ia lahir pada tanggal 12 April 2000 di Jepang. Zhafira merupakan anak tunggal dari pasangan Dr. Candra Dermawan dan Dr. Rini Fura Kirana. Zhafira menikah dengan Syafiq Akbar pada tahun 2020.
Dalam pernikahannya tersebut mereka tampak harmonis dan tidak ada kabar miring, bahkan keduanya sempat menjalani hubungan jarak jauh karena sang suami yang sudah selesai dengan pendidikan masternya di Jepang, juga Zhafira yang mengemban pendidikan program masternya di Harvard University.
Lalu setelah Zhafira lulus S2 kemudian ia mendapatkan tugas untuk dinas di beberapa wilayah di Eropa sebelum akhirnya ia mendapatkan tugas untuk dinas di Hong Kong selama beberapa tahun kedepan. Zhafira mengaku senang lantaran ia yang tidak perlu jauh- jauh dari sanak keluarga, kerabat dan teman- temannya, utamanya tidak perlu berjauhan dengan sang suami.
Riwayat Pendidikan
Zhafira Aqyla pernah bersekolah di SMA Labschool Cibubur. Kemudian ia melanjutkan studinya ke luar negeri. Berlatar belakang dari kedua orangtuanya yang pernah mengenyam pendidikan di luar negeri, membuat Zhafira akhirnya menjatuhkan pilihan untuk berkuliah ke luar negeri.
Zhafira Aqyla mengenyam pendidikan sarjana dengan menjadi salah satu penerima beasiswa pendidikan S1 yang dibiayai penuh oleh pemerintah Jepang. Zhafira Aqyla mengambil Program Internasional untuk S1 Human Sciences di Osaka University pada tahun 2017 hingga 2021.
Dari jurusan tersebut , Zhafira fokus terhadap isu pendidikan seksualitas, inovasi teknologi di bidang pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat. Dalam sebuah video yang diunggahnya di akun Youtube nya, Zhafira menjelaskan mengapa ia mengambil isu tersebut.
Dari alasan inilah Zhafira menjadikannya acuan untuk memantapkan pilihan dengan memilih S2 di Harvard University. Saat memilih kampus untuk melanjutkan S2, Zhafira mencari Universitas yang sesuai dengan tujuannya.
Yaitu dengan mencari program yang dapat menjadi penunjang untuk membantu mengembangkan tentang isu pendidikan seksualitas. Diputuskanlah untuk berkuliah di Harvard karena dinilai universitas tersebut lebih banyak action oriented dan bukan sekadar research oriented.
Selain menjadi mahasiswa program magister di Harvard, Zhafira juga menyempatkan waktu untuk membuat konten melalui akun youtube pribadinya, tidak jarang juga ia kerap membagikan tentang kehidupannya sebagai mahasiswa S2 melalui akun Tik toknya.
Zhafira berfokus membuat konten mengenai edukasi seputar tips kuliah, belajar bahasa Inggris, perjalanan meraih beasiswa, awal mula pertemuannya dengan sang suami, serta kesehariannya selama menjadi mahasiswa.
Catatan Karir Zhafira
Zhafira Aqyla memulai karirnya dengan mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah Jepang, dengan menjadi penerima Awardee Beasiswa Monbukagakusho atau MEXT Scholarship.
Sebelum mendapatkan beasiswa tersebut, Zhafira juga pernah diterima di salah satu universitas ternama di Indonesia, yaitu ITB, lalu ia hanya melakukan pendaftaran ulang, agar kelak adik- adiknya tidak terhalang ketika akan mendaftarkan diri di kampus ternama tersebut.
Di sela- sela kesibukannya sebagai mahasiswa di Jepang, Zhafira juga menyempatkan waktu untuk membuat konten youtube dan tik tok seputar perjalannya sebagai mahasiswa dengan membagikan beberapa kegiatan harian seperti fashion style, make up dan tutorial hijab ala zhafira, juga berkuliner. Tidak jarang juga Zhafira membuat konten kebersamaannya dengan sang suami.
Pada tahun 2017 hingga 2021 Zhafira berhasil menamatkan sarjananya. Lalu ia pun mendaftar S2 di Harvard University dan dinyatakan lolos dengan program master yang ia ambil yaitu, Learning Design, Innovation, and Technology.
Kabar bahagia tersebut ia sampaikan pada sang suami, juga ia bagikan lewat akun tik tok pribadinya. Selama menjadi mahasiswa S2 di Harvard University, Zhafira juga menjabat sebagai Teaching Assistant atau asisten pengajar untuk Media Studio di Harvard Innovation Labs.
Tetap menyempatkan waktu untuk membuat konten di akun youtube dan tik toknya, Zhafira juga membagikan perjalanan S2nya yang pernah ditolak oleh Oxford University hingga resmi wisuda. Zhafira menghabiskan 1 tahun untuk menyelesaikan pendidikan masternya.
Perjalanan suksesnya dalam meraih mimpi kuliah di luar negeri tidak bisa dipandang dengan mudah. Sebab, Zhafira melakukan banyak kegiatan positif untuk mendukung minatnya, termasuk dengan terus menginspirasi pelajar Indonesia untuk tidak takut bermimpi, dan percaya bahwa kita bisa.
Sosoknya yang menginspirasi banyak orang, membuat Zhafira kini ditunjuk sebagai brand ambassador Schoters, platform bimbingan kuliah ke luar negeri dan bahasa asing.
Selain menjadi brand ambassador Schoters, sejak tahun 2021 Zhafira juga merupakan Founder Taulebih.id yang isinya tentang Sex-ed education. Platform tersebut membahas khusus terhadap pendidikan seksualitas yang berbasis Islam.
Aulya Nirmala
