231 Peserta dari 44 Kampus Ikuti Wirausaha Mandiri dan Belajar dari Pakar UI

DEPOKPOS – Salah satu upaya mendukung entrepreneurial university, Universitas Indonesia (UI) telah menjadikan program kewirausahaan sebagai salah satu fokus dalam peningkatan kualitas lulusan. Tujuannya agar mampu memperoleh atau menciptakan pekerjaan yang layak. Upaya ini diwujudkan melalui program Wirausaha Merdeka (WMK) Wira-Cipta Universitas Indonesia yang diluncurkan pada Senin (21/8), di Balai Purnomo Prawiro, Kampus UI Depok.

Program WMK Wira-Cipta UI didesain untuk menyiapkan lulusan universitas yang memiliki mindset dan kompetensi kewirausahaan yang matang, kreatif, dan kompetitif di dunia kerja. Lulusan program ini diharapkan dapat memiliki bekal dalam mengembangkan ide bisnis yang inovatif dan kreatif berbasis problem-solution oriented dan mampu membangun usaha rintisan sesuai kaidah bisnis yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat.

Pada grand launching WMK Wira-Cipta UI 2023, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, mengatakan bahwa salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah program Wirausaha Merdeka. Program yang telah dibuka sejak 2022 ini merupakan program flagship dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristekdikti) yang dapat dikonversikan menjadi 20 Satuan Kredit Semester (SKS).

BACA JUGA:  Kembali ke Posisi Q1, Jurnal Internasional IJTech UI Tambah Bidang Riset Multidisciplinary

“Tahun ini, UI kembali dipercaya oleh Kemdikbudristekdikti sebagai pelaksana program MBKM Wirausaha Merdeka bernama Wira-Cipta Universitas Indonesia. Program ini diikuti oleh 231 peserta dari 44 Perguruan Tinggi. Sebagian peserta besar berasal dari UI, yaitu 80 orang, sedangkan sisanya, yaitu sebanyak 151 peserta, merupakan mahasiswa dari Perguruan Tinggi lain di seluruh Indonesia,” ujar Prof. Haris.

Seluruh peserta program WMK Wira-Cipta UI 2023 dibagi menjadi 46 kelompok bisnis yang akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan selama periode September hingga Oktober 2023. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah Outbond Outdoor, E-Camp Series, Tugas Mandiri, Mentoring DPL, Mentoring Praktisi Bisnis, MOOCs LMS-IDOLS UI, SME’s Onboarding Program (Magang Startup/UKM), Kick Off & Final Bootcamp, dan Demoday. Seluruh materi pembelajaran akan diberikan melalui kuliah umum, kelas asistensi, sesi mentoring, dan sesi mandiri.

BACA JUGA:  Mahasiswa UI Ciptakan Inovasi Teknologi Pewarnaan Rambut dengan Teknologi AI

Menurut Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, drg. Nurtami, Ph.D., Sp,OF(K), selain mendukung pencapaian Key Performance Indicator (KPI) UI, program Wirausaha Merdeka juga penting dalam membangun ekosistem pembelajaran kewirausahaan.

“Di UI, sebagian besar fakultas telah memiliki mata kuliah kewirausahaan, mata kuliah inovasi, dan mata kuliah sejenisnya. Hal ini menunjukkan bahwa program MBKM WMK Wira-Cipta UI sudah inline dengan kurikulum kewirausahaan di UI dan memiliki peluang besar untuk dikonversikan ke beberapa mata kuliah. Saya berharap dengan terselenggaranya program ini, seluruh mahasiswa peserta dapat mengambil manfaat sebanyak-banyaknya,” ujar drg. Nurtami.

BACA JUGA:  Dosen UI: Pihak yang Anti Korupsi Justru Rentan Terkena Sanksi Sosial

Pelaksanaan program WMK Wira-Cipta UI 2023 akan melibatkan kolaborasi dengan mitra Praktisi Mengajar, Dosen Pendamping Lapangan, dan mitra UKM/Startup. Praktisi Mengajar merupakan CEO/Founder/perwakilan dari bisnis/startup yang berkembang di Indonesia, seperti Kitabisa, eFishery, Dreamdelion, FLIP, Founderplus, Maxima Indonesia, Badr Interactive, Sahabat Bisnis, dan Quipper. Sementara itu, Dosen Pendamping Lapangan merupakan pengajar dari UI, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Gunadarma, STMK Trisaksi, Polimedia Kreatif, dan Universitas Pancasila.